Exhuma pemenang Blue Dragon Film Awards & BaekSang Arts Awards 2024 ━ Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Keren yaah.. film Exhuma ini tuh pemenang Baeksang Arts Award dengan kategori Best Director (Jang Jae-Hyun), Best Actress (Kim Go-Eun), Best New Actor (Lee Do-Hyun) dan Art Award (Kim Byeong-In).
Karena Baeksang ini adalah sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan dalam rangka menghormati prestasi luar biasa dalam industri hiburan Korea Selatan dan untuk menarik perhatian publik atas yang terbaik dalam film Korea, televisi, dan teater.
Dulu tuh, sejarahnya Baeksang ini diadakan dari mulai tahun 1965 oleh seorang pendiri surat kabar Hankook Ilbo bernama Chang Key-young. Ia memiliki nama pena “Baeksang”.
Hingga kini, Hankook Ilbo masih ada yaa, gussyy..
Dan telah bertransformasi menjadi media digital juga.. yang menyajikan berita update terkini dengan banyak bidang, seperti The Korea Times, Seoul Economic Daily, Sports Hankook, Children’s Hankook Ilbo, Weekly Hankook dan The Korea Times di Amerika Utara. Hankook Ilbo juga menerbitkan edisi Korea Fortune Korea, Popular Science, Golf Magazine dan mitra konten Bloomberg Television.
Jadi uda kebayang gimana seleksi ketatnya, kaan??
Key, kita ngobrolin film lagi yaa..
Pas Exhuma ini booming, aku gak nonton di bioskop. Yah, karena aku yakin 100% , film sekece ini pastiii ditangkep ama OTT. Dan kalau sahabat lendyagassi ada yang nanyeaa.. “Apa Lendyagassi ini langganan semua OTT?”
Aku uda pasti jawab dengan shyshycat “Iya…”
Hihihi.. selain karena memang uda passion aku kaan.. “Rebahan sambil nonton” truuss.. kayak nonton tuh jadi my best way out of being myself. Ngertii kaan…?!?
Kamu pasti pernah doonk.. ngerasa jadi dirimu sendiri ketika melakukan sesuatu.
Ya inii.. nonton apa aja yang ada hubungannya ama entertain tuh menurutku menarik. Karena nyambungnya pasti ke bahasa, budaya bahkan sampek ke sejarahnya.
Jadi aku suka mikiirr aja, “Gimana kalo Indonesia juga bikin sinemas yang keren begini? Membungkus sejarah dengan tontonan.“
Supaya menarik, kaan.. pasti remaja-remaja Indo jadi gampang ngapalin tuh.. kalok yang meranin Bryan Domani, Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, Junior Roberts atau Fattah Syach, hehehe… udah segini aja.. bisa panjang blogku kalo kusebut semuaa..
Yakaan.. secara mereka gantengs melampaui yuniverse.. aktingnya juga oke.
Pasti ciwi-ciwi betaah nonton drama sejarah indonesia.
Tapi.. mari kita simpen mimpiku ituu.. karena sinemas Indonesia masiih hype dengan tema perselengkian dan perhantu-hantuan.
Ee.. sama duunk..
Exhuma ini juga film hantuu.. ((ngucapinnya kudu imuutt kek Haechan)) — tapi dibalut sejarah, karena berkaitan dengan simbol dan masa lalu. Jadi ada misteri, supernatural dan satu lagi, thriller.
Cukup banyak yaah..
Dan ini beneran kudu banget sahabat lendyagassi nonton, meskiii.. meski nih.. gasuka sama genre horor.
Sebagus apaa??
Kuy, aku kupas Exhuma beserta filosofi, sejarah dan perumpamaannya yaa..
Let’s get it!
Film Korea Exhuma (2024)
Profil Film
Judul : Exhuma
( Pamyo / 파묘 )
Director : Jang Jae-Hyun (The Priests, Svaha: The Sixth Finger)
Screenwriter : Kim Dong-Woo (House of the Disappeared)
Pemeran Utama Film Exhuma (2024) :
Choi Min-Sik — Kim Sang-Deok
Kim Go-Eun — Lee Hwa-Rim
Lee Do-Hyun — Yoon Bong-Gil
Yu Hae-Jin — Ko Young-Geun
Kim Jae-Chul — Park Ji-Yong
Kim Sun-Young — Oh Kwang-Sim
Kim Ji-An — Park Ja-Hye
Genre : Thriller, Mystery, Horror, Supernatural
Release Date : Feb 16, 2024 (Festival) || Feb 22, 2024 (Cinema)
Runtime : 134 min.
Distributor : Showbox
Rating: 9.6 / 10
Sinopsis Exhuma
“Mereka hidup dalam terang dan mencari ruang bercahaya.
Cahaya dibutuhkan di dunia agar kita dapat melihat.
Dan orang hanya percaya pada hal yang bisa mreka lihat dan sentuh.
Dunia dengan cahaya terang.
Dan sisi baliknya.
Orang tau tentang makhluk yang lama hidup dalam kegelapan.
Dan memanggil mereka dengan banyaj nama : hantu, setan, jin, mayat hidup.
Makhluk-makhluk ini selalu iri dan merindukan cahaya terang dan terkadang melewati batas.”Prolog dukun Lee Hwa-Rim, Exhuma 2024
Dukun Lee Hwa-Rim dan Yoon Bong-Gil, asistennya — dipanggil keluarga Korea yang kaya banget yang berdomisili di Amrik buat ngobatin anak bayi yang nangiiss teruuuss!
**kalak sahabat lendyagassi tau, di Jawa kek gini ini namanya SAWAN.
What is SAWAN?? Sawan means anak kecil yang bisa ngeliat makhluk halus. Karena memang bayi ini ada “penjaga” nya, katanyaa…
Ya, mungkin kalok keluarga Amerika ini tinggal di Surabaya dan jadi tetanggaku.. bakalan di “suwuk” sama orang pinter. Bahkan yaa.. di Bandung tuh, suwuk ini sama kakek yang punya “isi” turun-temurun. You know “isi” means?
Isi tuh kayak jin gitu kali yaa..
Yang memang diturunin sama leluhurnya. Dan ini gak bisa diminta. Ini katanyaaa… suka suka jin penjaganya ajaa.. maunya ke keturunan yang mana. Pokonya bedaa aja kalo ada “isi”nya ini.
Eh jadi panjang geuning..
Intinya dukun Lee Hwa-Rim dan asistennya Yoon Bong-Gil (Lee Do-Hyun) ini berusaha mencari tau, apa kira-kira penyebab si bayek teh nangiiss waaee.. karena kalau diliat dari rekam medisnya, semua baik-baik aja.
Ada yang tau, kenapa?
Panggilan dari Leluhur
“Aku melihat bayangan di sini begitu aku sampai.
Bayangan itu menekan keturunannya.
Kemungkinan adalah bayangan kakekmu.
Dalam duniaku ini dikenal sebagai ‘Panggilan dari Kuburan’.
Sederhananya, salah satu leluhurmu mengamuk.”Dukun Lee Hwa-Rim, Exhuma 2024
Setelah melihat keadaan bayi si keluarga kaya raya itu, kedua dukun ini diajakin ke rumah mereka.
Di rumah tersebut, Lee Hwa-Rim memberi saran untuk membongkar makam leluhur karena ada bayangan di dalam rumah mereka.
Dan ini biasanya disebut “panggilan” leluhur.
**di Korea tuh kalau ada leluhur meninggoy, setiap tahunnya kudu dikasih sesembahan berupa makanan kesukaan sang mayit. Kalau diabaikan, maka yang meninggal biasanya manggil-manggil. Apalagiii.. ini ternyata keluarga kaya ini pindah ke Amrik. Semakin gak pernah ke makam leluhur lah yaa.. Jadiii, si leluhur ini merasa diabaikan sehingga mengirim sinyal melalui anak pertama keluarga kaya raya ini.
Saat anak pertama keluarga kaya ini meninggal, sang leluhur gak bisa memanggil melalui anak kedua sehingga “ganggu”nya ke si bayi yang baru lahir yang masih ada keturunan dari si anak kedua ini.
Meski membongkar makam ini konsekuensi berikutnya adalah memindahkannya ke tanah yang lokasinya lebih bagus dari sisi fengshui atau dikremasi.
“Persetan mereka yang tidak beriman.
Untuk 1% teratas orang Korea, fengsui adalah agama dan sains.
Fengsui juga bertugas mencari tanah untuk orang mati dan orang yang masih hidup.”Kim Sang-Deok, Exhuma 2024
Apakah ada hal baik setelah makam keluarga kaya ini dibongkar?
Letak Kuburan Tanpa Nama Exhuma di Gangwon Utara
Perjalanan menuju Gangwon Utara ini menimbulkan banyak tanda tanya bagi Kim Sang-Deok.. sang ahli fengsui.
Beliau uda lama banget menggeluti profesi ini. Mencari tanah untuk dibangun gedung, menyaranan posisi terbaik sebuah bisnis sampai tanah makam untuk leluhur.
Setelah tanah makan dibongkar dan dicarikan lokasi tanah yang dari segi fengsui bagus, maka bisa membuka jalan rejeki bagi keluarga yang masih hidup.
“Ying-yang dan lima elemen mempelajari air, api, logam, kayu dengan tanah sebagai dasar analisis alam di bawah kondisi ini.”
Kim Sang-Deok, Exhuma 2024
Namun, kali ini beda.
Kuburan yang mau dibongkar terletak di puncak gunung dan dijaga oleh rubah.
“Rubah kuburan adalah pertanda buruk.”
Kim Sang-Deok, Exhuma 2024
Kuburan ini juga tak bernama.
Kalau diraba nisannya, hanya ada letak bujur dan lintangnya.
38. 3427, 128. 3189
Kim Sang-Deok — sang ahli fengshui, sebenernya uda nolak banget mau bongkar ini kuburan, karena ngliat banyak pertanda kurang baik. Ditambah lagi, ahli warisnya pas ditanya “Kenapa gak ada namanya di nisan sang kakek?”
Jawabannya bener-bener misterius.
Hanya karena kakeknya dulu orang kepercayaan Jepang, sehingga banyak harta di dalam kuburan. Untuk menghindari perampokan, kuburannya sengaja ditaruh di atas gunung dan tak bernama.
Masuk akal.
Sekaligus misterius.
Ritual Penarikan Makam
Setelah perdebatan yang panjang dan alot, akhirnya Kim Sang-Deok pun mengalah dan memenuhi seluruh rencana untuk pengangkatan makam leluhur.
Dan di saat itulah, KENGERIAN dimulai.
“Merelokasi kuburan dari petak makam yang tidak diketahui sangatlah berbahaya.
Seperti menggali tambang dengan tangan kosong.”Kim Sang-Deok, Exhuma 2024
Meski penuh keraguan, ke empat ahli makam ini menggali kuburan bersama tim-nya dan melakukan ritual.
Ritual berjalan lancar, meski kudu menggali jauuhh dibawah dan peti matinya sangat unik. Ditutup dengan kain bertuliskan sesuatu ((yang uda gak jelas karena termakan usia)).
Setelah kain diangkat dan peti mati sang leluhur ini terbuat dari bahan pohon cemara yang kokoh dengan ukiran ular di atasnya. Kata Ko Young-Geun, peti mati seperti ini hanya digunakan oleh keluarga kerajaan ((saking mevvahnya)).
Jadi, siapa identitas leluhur sang orang kaya ini?
Kenapa ia berbahaya?
Kesan Nonton Exhuma
Minimal sekali seumur hidup kudu nonton ini film siiyh…
APIIKKK PUOOLLL.. Baguusss pake bangeettt!!
Yang bagus ga hanya sinematografinya, tapi juga detailing per-scene nya yang bikin melongo.
Semua karakter seakan hidup tanpa saling menjatuhkan karakter lain.
GILAAKK siiyh iniiih…
Semakin digali, semakin terkuak sejarah yang terselip di film bergenre horor ini.
Gak ada jump-scare.. gak ada hantu yang nakutin kaya film horor Indonesia, tapi DAPPEETT banget kesan mistisnya.
Kayak contohnya nih.. pas ular berkepala manusia yang dibunuh sama penggali kubur. Abis ular itu dibunuh, lalu turun hujan.
Ternyata, ular berkepala wanita ini bernama “Nure Onna”.
Ia adalah simbol AIR dalam Taoisme Jepang.
Kuburan ini adalah simbol kekalahan Jepang terhadap Korea.
Karena itu, orang Jepang mengutuk tanah ini dan menempelkan PASAK BESI yang ada di makam kedua, yang letaknya di bawah makam sang leluhur orang kaya ini.
Makam kedua ini, memang dimakamkan secara vertikal ((berdiri)), karena berisi seorang samurai terkuat ((bernama UKITA HIDEIE)) — yang pada zamannya berhasil membunuh 10.000 orang korea dengan pedang samurainya. Energi si Akang samurai ini terakumulasi juga karena di lehernya dipasang pasak besi kutukan oleh Ki Soon-ae ((dukun pro Jepang)).
Dukun Gisune yang disebut-sebut sama ahli warisnya ini adalah SILUMAN RUBAH dari Jepang.
Siluman ini sebenernya adalah makhluk mitologi yaa.. ((kalau di Korea kayak si gumiho (rubah berekor sembilan)).
Dan ternyata, rubah dari Jepang ini sama kayak Gumiho yang bisa menumbuhkan ekornya sampai sembilan.
Gisune ini terbagi menjadi 2, gisune baik dan gisune jahat.
Dan gisune bisa menyamar (berubah wujud) jadi manusia.
Biasanya, ia memilih untuk jadi perempuan.
Meski penyamaran gisune ini tampak sempurna, tapi ada hal-hal yang sering bikin manusia tau kalau ia adalah siluman. Misalnya melalui bayangan, dll.
Kenapa Makam Leluhur Di Atas dan Makam Kutukan Di Bawah?
Ternyataa.. si leluhur keluarga kaya ini adalah seorang PENGKHIANAT.
Ia dulunya bekerja untuk Jepang dan dapat kedudukan yang baik.
Namun, lepas Korea merdeka, keluarga dari kakek ini MALU.
Ya secara yaa.. mereka malah pro-Jepang.. which is seperti yang sahabat lendyagassi tau, Jepang itu sadeesss syekalii pas jaman penjajahan.
Buat referensi drakor zaman Jepang, sahabat lendyagassi bisa nonton drama Pachinko, The Hymn of Death, Chicago Typewriter, Gyeongseong Creature, Mr. Sunshine, Bridal Mask, Song of the Bandits, Uncle Samsik.
Jadiii.. saat sang kakek meninggoy, seluruh keluarganya kemudian pindah ke Amerika.
Di sana, mereka sama sekali gak bisa melakukan ritual leluhur yang kudunya dilakukan setiap tahun. Makanya sang kakek manggil-manggil anak keturunannya dengan cara “ganggu” itu..
Aku yakin siiyh.. sahabat lendyagassi uda pada nonton film ter-epic sepanjang sejarah.
Huwaahh.. film Exhuma ini berhasil menangin banyak banget penghargaan. And yeaah, now I know.
Yang mau re-watch Exhuma, kini uda tayang di VIU kok!
Mau nonton berpuluh-puluh kali.. buat nemuin misteri “Rubah menggigit punggung macan”, skuuyy!
That’s why… kenapa orang Sokor sampe sekarang benci banget sama orang Jepang..
Trailer Exhuma (2024) — VIU
Dari film Exhuma ini, aku jadi tau bedanya SILUMAN sama HANTU.
“Makhluk itu memiliki jejak kaki juga bayangan.
Ada teori dalam perdukunan ‘Jiwa tidak lengkap dan hantu tidak mempunyai tubuh dan fisik’.
Jadi, kita mengalahkan mereka karena pikiran dan tubuh fisik kita lengkap.
Tapi, itu adalah sesuatu yang sangat berbeda.
Ia bukan jiwa pendendam, melainkan SILUMAN.”Lee Hwa-Rim, Exhuma 2024
Semakin banyak nonton Exhuma, semakin detiiill pembahasannya.
Kayak lemparan koin Pak Kim Sang-Deok yang pernah meranin Laksamana Yi Sun-Shin. Di scene ini menggambarkan kalau Korea bisa mengalahkan Jepang, meski pasukannya gak sebanyak Jepang.
Betapa kuat dan teguhnya Korea untuk melindungi negara mereka.
Belum lagi nama karakter yang kalo dibahas satu per-satu… ternyata adalah nama-nama pejuang korea looh..
Kayak Yoon Bong-Gil ((karakter yang diperanin Lee Do Hyun)), biksu Wonbong dan nama Boguksa 보국사 (kuil Boguk), yang maknanya adalah menjaga negara 나라를 지키다.
..but, no offense yaa..
Film Exhuma ini tayang di seluruh bioskop seluruh dunia, termasuk Jepang.
Dan gapapa jugaa…
Karena memang sejarah perang Korea Jepang ini NYATA.
Dan titik koordinat yang dimaksud adalah rekaan cerita aja yaa..
Koordinat itu menandakan jatuhnya Jepang saat akan menaklukkan Korea, sehingga jadi sebuah kutukan.
Eksekusinya keren.
Endingnya juga smooth, baguuss…
Buatku, Exhuma ini tanpa cela siiyh..
Gimana menurutmu, gusyy??
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

