Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

Homme Fatale (2019), Lee Joon Ho Sebagai Bujangan Gibang

Sinopsis Konflik Homme Fatale Korean Movie

Film Korea Homme Fatale (2019) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Apa yang terjadi jika cintamu terhalang kasta?
Aiih, sedih banget yah..

Begitulah yang dialami Lee Joon Ho 2PM di Film yang berjudul Homme Fatale atau Gibang Bachelor. Di sini, ia berperan sangat kocak dan penuh keceriaan, seolah gak ada masalah yang dihadapi. Namun, siapa yang menyangka bahwa ia menyimpan luka batin karena Ibunya yang seorang gisaeng terpaksa meninggal karena tidak memiliki predikat “Wanita Berbudi Luhur”.

Ending film Homme Fatale sukses bikin aku nyesek. Serasa “Ketika cinta, tak harus memiliki..”
Yah, persis kaya drakor yang baru-baru ini tamat gitu lah yaa.. Ending drama 25 21 yang bikin sesak di dada drakorian. Tapi kembali lagi, kalau takdir, gak bisa dipaksa.

Oke, Aku tulis sinopsis Film Homme Fatale dari awal yaa..
Let’s get it~

Film Korea Homme Fatale (2019)

Poster Homme Fatale Korean Movie

Profil Film

Judul : Homme Fatale / Gibang Bachelor
(Gibangdoryeong/ 기방도령)

Director : Nam Dae-Joong
Penulis Film : Nam Dae-Joong

Pemeran Film Homme Fatale (2019) :

Lee Joon-Ho sebagai Heo Saek
Jung So-Min sebagai Hae-Won
Ye Ji-Won sebagai Nan-Seol
Choi Gwi-Hwa sebagai Yook-Gam
Gong Myung sebagai Yoo-Sang

Genre : Historical, Comedy, Romance, Drama
Release Date : July 10, 2019
Runtime : 110 minutes

Rating : ⭐⭐⭐/5

Sinopsis Film Homme Fatale (2019)

Film berlatar sageuk ini diperkirakan ada di era Goryeo atau Joseon yang sudah ada kehidupan kisah wanita penghibur atau disebut juga gisaeng (기녀, ginyeo) pada zaman itu. Tugas utamanya memang menghibur para pria bangsawan yang lelah menjalani hari-hari yang berat.

Biasanya, Gisaeng adalah seorang wanita cantik dengan dandanan menor dan baju serta asesoris yang menarik perhatian. Bisa dibilang, Gisaeng ini sebuah pekerjaan melayani dari mulai menuangkan minum sul (minuman beralkohol), makanan sampai mendengarkan para bangsawan ini mengghibah.

Makanya kalau di drama sageuk, gisaeng seringkali dijadikan mata-mata oleh pihak yang baik untuk mengetahui rencana busuk para pemimpin Kerajaan.

Karakter Lee Joon Ho Sebagai Heo Saek, Gisaeng Pria Pertama di Joseon Era

Heo Saek – Diperankan oleh Lee Joon Ho, adalah seorang pemuda ganteng yang tinggal di Gibang. Gibang adalah sebutan untuk tempat gisaeng berada.Yah, semacam lokalisasi, tapi dalam arti yang lebih baik. Heo Saek terlahir dari seorang Ibu yang merupakan gisaeng senior di Gibang tersebut.

Lalu Ibu Heo Saek meninggal dan Heo Saek dirawat oleh sahabat sang Ibu yang juga seorang gisaeng. Jadi Heo Saek terbiasa dengan suasana wanita, minuman keras dan orang-orang mabuk.

Pada suatu hari, Heo Saek ditegur oleh sang Bibi (ia memanggil bibi kepada wanita yang merawatnya) karena pekerjaannya hanya bermain-main saja, gak menghasilkan uang. Dari sini, Heo Saek belum paham maksudnya sehingga berkata,

Untuk apa sukses bagi seorang putra Gisaeng?

Heo Saek, Film Homme Fatale

Berbagai dorongan dan semangat yang diberikan Bibi-nya ditolak mentah-mentah, karena ia merasa tidak punya masa depan dengan latar belakangnya tersebut.

Lee Joon Ho sebagai Heo Saek, bujangan gisaeng

Karena tekanan ekonomi yang menghimpit sang Bibi Gisaeng dan untuk menyadarkan Heo Saek, maka Bibi dengan tega mengusir Heo Saek untuk keluar dari Gibang. Dan dari sinilah kelak Heo Saek menemukan makna hidup dan cinta.

Karakter Jung So Min Sebagai Hae-Won, Wanita yang Dicintai Heo Saek

Setelah kepergian Heo Saek dari Gibang, ia bukannya sedih dan gak tau arah, ia malah luar biasa senang dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Belumlah lama berjalan, ia menemukan sebuah Rumah yang bertuliskan “Balai Wanita Berbudi Luhur”. Rumah yang didedikasikan untuk para janda istri bangsawan yang menjaga kehormatannya.

Apakah para janda ini bahagia?

Jung So Min sebagai Hae-Won nangja

Wanita menanggung rasa sakit, tapi yang lain yang menerima penghargaan

Hae-Won, Film Homme Fatale

Hae Won – Diperankan oleh aktris cantik Jung So Min adalah mantan anak bangsawan. Jadi, karena kini ia jatuh miskin, hidupnya pun menjadi super sederhana. Ia hanya tinggal di sebuah gubuk bersama eoraboni (panggilan untuk kakak laki-laki) yang sibuk belajar untuk mengikuti tes Pegawai Negeri.

Sang adik, Hae-Won sibuk tinggal di kuil demi mendoakan kesuksesan sang kakak. Karena sang kakak ini terbilang “tidak pintar”, sering lupa dengan apa yang diucapkan, maka kemungkinan lulus pun sangat kecil. Ternyata alasan Hae-Won berhutang budi dan gak bisa menikah sebelum kakaknya sukses adalah karena sang kakak ini pernah terjatuh saat mengambil buah kesemek sewaktu Hae-Won kecil.

Masa kecil Hae-Won yang penuh kebahagiaan mendadak sirna dan digantikan dengan kesedihan dan tanggung jawabnya setelah itu. Dan Hae-Won sudah dilamar oleh Yoo-Sang, anak dari Menteri Kehakiman yang ganteng, #eh ..

Karakter Gong Myung Sebagai Yoo-Sang, Anak Borjuis yang Bucin sama Hae-Won

Gong Myung sebagai Yoo Sang

Yoo Sang – Diperankan oleh Gong Myung adalah anak pejabat terhormat. Ia sahabat dari kakak Hae-Won yang sering gagal ujian negara. Sehingga satu-satunya nasehat dari Yoo-Sang adalah

Percayakan adikmu padaku, aku akan menjaganya dan bertanggungjawab atasmu.

Yoo-Sang, Film Homme Fatale

Segini bucinnya masih gak dicuekin sama Hae-Won loh..
Jadi Hae-Won malah tertarik sama Heo Saek yang pertama kali bertemu saat Hae-Won kesulitan memetik buah kesemek bareng adik kecilnya.

Huhuu…kenangan Hae Won bareng eoraboni-nya kali yaa.. yang meluluhkan hatinya. Meski Heo Saek pun juga bucin, tapi sikapnya yang konyol bikin cewe bangsawan ilfeel sih.. Hahha, itu kalo aku.

Pertemuan Pertama Heo Saek dengan Hae Won

Pertemuan pertama, seperti yang sudah aku ceritakan di atas pas Hae Won mau ambil kesemek dan ia kesulitan. Saat itu Heo Saek yang baru pulang dari berbelanja bersama cewe-cewe “keluarga” di rumah Gisaeng. Semua yang tinggal di Gibang adalah keluarga bagi Heo Saek, sehingga saat ia telah sukses menjadi gisaeng pria pertama, ia mendapatkan penghasilan sendiri yang bisa ia habiskan untuk menyenangkan “keluarga”nya tersebut.

Ketulusan dan kepolosan hati Heo Saek saat menawarkan bantuan mengambil kesemek, mampu membuat kesan pertama yang baik bagi Hae Won. Dan pertemuan pertama mereka cuma, gitu deh.. Diambilin kesemek dan tanpa tahu nama sang perempuan, Heo Saek dibuat semakin penasaran.

Pertemuan pertama Heo Saek dan Hae Won

Pertemuan berikutnya, masih tetap gak disengaja. Saat Heo Saek ke kuil untuk menghormati mendiang Ibunya, ia melihat sosok wanita yang selalu membuatnya lupa bahwa ia adalah anak gisaeng. Maka kebohongan demi terlihat sebagai “tuan muda” pun dilakukan.

Dari mulai menyamar dengan bawa kuda ((hanya bangsawan yang bisa naik kuda pada zaman Joseon)) sampai nge-date di perpustakaan. Memang Heo Saek ini suka baca buku, mungkin dia belum kenal Storytel yaak.. hahhaa~ dan sebenarnya, Heo Saek memang pintar berbagai bahasa, sehingga ia berencana mengikuti ujian negara sebagai penerjemah.

Pom Rak Khun,
yang artinya “Cantik”

Heo Saek, Film Homme Fatale

Itulah kata dari bahasa Thailand yang diajarkan Heo Saek pada Hae Won saat di perpustakaan dan kali itu Heo Saek berjanji akan mengajak Hae Won ke Thailand saat ia lulus ujian sebagai penerjemah dan membiarkan Hae Won menunggangi hewan besar, berbelalai panjang yang bernama gajah.

**zaman dulu, orang belum tau seperti apa gajah itu.. Saking minimnya informasi.
Persis seperti di Film The Pirates (2014) saat bandit bener-bener gak punya gambaran mengenai sebesar apa hewan yang bernama paus di lautan.

Apakah kisah cinta mereka berakhir bahagia, seperti Kang Tae Moo dan Shin Ha Ri dalam drama Business Proposal?

Kesan Nonton Film Homme Fatale (2019)

Kocak banget!
Aku suka film atau drama sageuk, karena mengingatkan kita akan banyak hal yang harus disadari bahwa ada sebuah proses dalam mencapai sesuatu, tidak instan. Jadi, seneng banget waktu nonton Film Homme Fatale yang dibintangi oleh Lee Joon Ho dan melihatnya kembali menggunakan hanbok setelah di drama The Red Sleeve sebagai Raja Jeong Jo yang mencintai dayang istana dan berakhir dengan kesedihan.

Ending Film Homme Fatale ini aku bilang cukup realistis yaa…
Karena di zaman Joseon, gak pernah ada yang mudah. Untuk hidup tuh beneran kudu hati-hati sekali dalam melangkah. Salah sedikit, bisa berakibat menyakiti orang-orang di sekitarnya.

Pun ketika Heo Saek memutuskan untuk tidak mengatakan apa yang dirasakannya kepada Hae Won sampai mereka tumbuh menua tapi tidak bersama. Ternyata ending Film Homme Fatale salah satunya yang bikin nyesek adalah makna kalimat Pom Rak Khun. Aku tadi diatas nulisnya artinya “cantik” yaa..

Ternyata di endingnya donk.. dikasih tahu sama mata-mata Hae Won yang dikirim untuk bertanya kabar Heo Saek yang selepas tragedi ia membakar rumah “Balai Wanita Berbudi Luhur”, ia mengasingkan diri dan tinggal di gunung yang sepi bahwa “Pom Rak Khun” (ผมรักคุณ) memiliki arti “Aku cinta kamu” dalam bahasa Thailand.

Hiiks~
Suka banget…

Lesson Learn Film Homme Fatale (2019)

Apakah Benar ada Gisaeng Laki?

Dari berbagai sumber yang aku baca sih.. memang ada lelaki penghibur. Kalau zaman sekarang namanya g*golo bukan sih?

Tapi, secara moral, aku suka banget sama karakter Heo Saek. Ia dididik dengan baik oleh sang BIbi hingga tumbuh menjadi pria yang sangat bertanggungjawab. Terbukti ketika Heo Saek memutuskan untuk menjdai gisaeng, bukan untuk kesenangan semata. Tetapi untuk membantu keadaan keuangan gibang yang diuber-uber debt-collector karena hutangnya tidak mampu dilunasi, sehingga gibang terpaksa disita.

Bagaimana nasib para wanita yang bekerja sebagai gisaeng kalau “rumah” mereka saja disita?

Atas dasar inilah Heo Saek menawarkan diri menjadi gisaeng laki-laki yang bekerja untuk Bibinya dan hasilnya dibagi, 15% uang penghasilan Heo Saek masuk ke gibang.
**baiknya yaah~

Syarat Menjadi Seorang Gisaeng

Ya, gak semua wanita atau pria bisa menjadi seorang gisaeng. Buktinya, temen Heo Saek, si Pak Yook-Gam, meski uda cukuran kek gimana juga gak bisa jadi gisaeng. Karena syarat menjadi seorang gisaeng adalah

Menarik dari segi fisik dan tutur kata
Pintar bermain instrumen musik
Pintar membaca puisi
Pandai menulis dengan indah
Jago menggambar

Rajin membaca buku adalah salah satu daya tarik gisaeng

Setelah Heo Saek menjadi gisaeng bujangan, tamu perempuan tidak lagi malu untuk datang dan mendapatkan kenyamanan di gibang miliki Bibi Heo Saek. Dan semakin ramai tamunya, semakin besar pula penghasilan Heo Saek. Ini tentu sangat menguntungkan berbagai pihak.

Rahasia Menjadi Bujangan Gisaeng

Yang namanya profesi tentu ada ujiannya masing-masing yaa.. Termasuk seorang gisaeng. Ujiannya tentu adalah harus bisa menjaga rahasia para klien (yang menjadi tamu) di gibang. Jadi saat Heo Saek ditanya “Apa rahasia menjadi gisaeng yang banyak pelanggan?”

Ia hanya bilang “Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya mendengarkan dengan baik setiap cerita yang mereka ceritakan padaku.”

Nah, ini jadi penting banget kan ya.. Ilmu mendengarkan.
Bisa diaplikasikan di kehidupan kita saat ini.

Sadar Status & Posisi

Salah satu yang aku suka banget dari karakter Heo Saek adalah momen di saat ia tersadar bahwa cintanya dengan Hae-Won tidak mungkin terwujud. Ia seolah menerima takdirnya sebagai anak seorang gisaeng, yang statusnya di mata masyarakat kala itu dipandang dari kasta yang rendah. Dan karena statusnya inilah Heo Saek tidak mungkin melamar menjadi pegawai negeri. Ia hanya boleh mengikuti dan menjadi seorang penerjemah Kerajaan.

Terkadang, memang berat ketika dihadapkan dengan kenyataan yang gak bisa sejalan dengan harapan.

TRAILER Film Homme Fatale (2019)

Idol Lee Joon Ho 2 PM dan Jung So Min dalam Film Homme Fatale

Yang menarik lagi dari film ini adalah ada kesetiaan kepada keluarga, meski tidak terikat ikatan darah, ada cinta yang bersemayam dengan setia, meski berakhir dengan keadaan yang memaksa, dan ada Lee Joon Ho yang apik memerankan karakter gisaeng, padahal dia seorang idol dari grup 2PM loo..

Jadi, film Homme Fatale bisa menjadi tontonan ringan di saat Ramadan kali ini gengs.

즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With love,

Exit mobile version