Setelah seminggu tak tayang, akhirnya The Tale of Lady Ok tayang kembali di Netflix setiap Sabtu dan Minggu — Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Ya, kondisi politik di Korea Selatan sedang gak baik-baik aja yaa, gaiiss..
Ada banyak demo dan hal ini menyebabkan pendingnya beberapa drakor yang kudunya tayang di slot jam tersebut. Namun, digunakan untuk menayangkan berita kondisi politik Sokor terkini.
Turut sedih dan semoga kondisi Sokor kembali kondusif, sehingga ga ada lagi demo-demoan.. gak ada lagi kekerasan dan yang pasti, Sokor damai, semua ayang-ayang kita juga damai.
Ihiik~
Jadi kepikiran Ayang Jaehyun dan Bubu yang lagi wamils kaan..
Buat yang suka drakor sageuk, di bulan trimester terakhir tahun 2024 ini ditutup dengan drama The Tale of Lady Ok yang diperankan oleh Lim Ji-Yeon, ayangnya Bang Lee Do Hyun yang lagi wamil.
Kuy simak review sinopsis drama The Tale of Lady Ok di artikel ini.
Let’s get it~
Drama Korea The Tale of Lady Ok (2024)
Profil Drama
Judul : The Tale of Lady Ok
( Okssibuinjeon / 옥씨부인전 )
Sutradara : Jin Hyeok
Penulis Drama : Park Ji-Sook
Pemeran Utama Drama The Tale of Lady Ok :
Lim Ji-Yeon — Gudeok / Ok Tae-Young
Choo Yeong-Woo — Cheon Seung-Hwi / Song Seo-In
Choo Yeong-Woo — Sung Yoon-Gyum
Kim Jae-Won — Sung Do-Gyum
Yeon Woo — Cha Mi-Ryeong
Pemeran Pendukung Drama The Tale of Lady Ok :
Jeong Dong-Hwan — Paik Jang-Ho
Yu Seong-Ju — Paik Ui-Yong
Chu Sang Mi — Sim Kyu-Jin
Choi Kwang-Il — Hong Il-Kyeong
Oh Hyun-Kyung — Kim Yeon-Hui
Han Jae-Yi — Hong In-A
Park Won-Sang — Na Jin-Cheol
Genre : Historical, Romance, Drama
Network : Kocowa, WeTV, VIU, Netflix
Episode : 16
Release Date : November 30, 2024 – January 26, 2025
Rating : 8.3 / 10
Sinopsis The Tale of Lady Ok
Gudeok (Lim Ji-Yeon) adalah seorang budak di rumah bangsawan yang tinggal di Hanyang (Ibukota Korea jaman Joseon). Gudeok bermakna belatung; sebuah nama yang diberikan oleh tuannya, seorang putri yang manja dan gak bisa apa-apa. Ia bahkan gak pernah membaca buku untuk “memperkaya” dirinya.
Pada suatu hari, sang putri yang dilayani oleh Gudeok ini dijodohkan oleh seorang pria bangsawan bernama Cheon Seung-Hwi (Choo Yeong-Woo).
Pria yang digosipkan bukan anak kandung dari keluarga bangsawan tersebut.
Si cowok bernama Cheon Seung-Hwi ini lahir dari Ibu seorang Gisaeng (wanita penghibur) dengan Ayah kandungnya. Makanya Ibu tirinya benci sampek ubun-ubun nih.. sama Cheon Seung-Hwi.
Akankah pernikahan Cheon Seung-Hwi dengan wanita bangsawan yang dilayani oleh Gudeok ini berhasil?
Pertemuan Pertama Gudeok dengan Calon Suami Majikannya
Gudeok selalu mencuri-curi waktu untuk keluar dari rumah majikannya.
Kalo sang putri bobok, dia diam-diam keluar rumah dan berjualan atau mencari uang dengan kerja apapun.
Alasan Gudeok mengumpulkan banyak uang adalah ia ingin BEBAS.
Ia gak ingin hidup sebagai BUDAK selama-lamanya.
Dan kepiawaian Gudeok ini luar biasaa..
Meski ia budak atau pelayan keluarga bangsawan, tapi ia amatlah cerdas sehingga bisa membaca dan menulis huruf hanja.
**Jaman dulu, hangul ini masih belum dipakai secara luas di Korea. Karena Korea masih dikuasai oleh bangsa Qing, Ming, dkk. Jadi, hanja atau Hanmun (한문; 漢文), digunakan untuk menulis terjemahan aksara Tiongkok-Korea.
Hanja juga merupakan sebutan untuk aksara Tionghoa (Hanzi) dalam bahasa Korea, tetapi secara spesifik merujuk kepada aksara-aksara yang dipinjam bahasa Korea dan dijadikan bagian dari bahasa tersebut melalui pergantian pengucapan.
Pertemuan pertama Gudeok dengan calon suami majikannya ini adalah di sebuah pertunjukan rakyat. Dimana Gudeok sedang menjual kacang dan Cheon Seung-Hwi nyamar jadi rakyat biasa.
Ia hanya gak terlalu suka terlalu di “tuan tuan” in gitu loo..
Mungkin juga karena dia selama ini sedang mencari jati diri sekaligus ingin berontak dengan kebiasaan keluarga bangsawan yang kudu dihormati dan dilayani.
Dengan nonton pertunjukan drama rakyat ini, Cheon Seung-Hwi merasa ia bisa “mendengar” keluhan rakyat selain dari buku-buku novel yang dibacanya selama ini.
Terlibat Obrolan yang Seru antara Gudeok dan Cheon Seung-Hwi
Karena Gudeok gak tau kalau Cheon Seung-Hwi ini bangsawan, jadi dia manggilnya jangkar alias ngobrol banmal.
Sampek Cheon Seung-Hwi ganti baju bangsawan dan Gudeok ngeledekin, “Lu gosah banyak gaya luu.. pakek baju bagus segalaa.. lu kan sepupunya Soeddong ((pelayan Cheon Seung-Hwi))”
Eiittss!!
Karena kelancangan Gudeok, maka si Gudeok ditarik ama Cheon Seung-Hwi buat nobar pertunjukan bareng.
Di situlah mereka terlibat obrolan serius.
“Di dalam kehidupan ini, tak mungkin hanya ada satu jalan.
Jika pelajaran kita sama, ujian kita sama, posisi kita pun sama.”
Cheon Seung-Hwi — The Tale of Lady Ok Quote, 2024
“Semua manusia sederajat di dunia ini,
Jadi, kenapa bisa ada bangsawan dan rakyat jelata?“
Gudeok — The Tale of Lady Ok Quote, 2024
“Masyarakat hanya suka mendengar tentang kisah-kisah orang miskin yang menjadi bahagia.
Sedangkan kami ((orang miskin)) — membayangkan masa-masa bahagia yang tidak akan pernah kami alami.
Dengan menonton pertunjukan ini, kami merasa kepuasan secara tak langsung.
Itu membahagiakan mereka yang bekerja keras setiap hari.
Sejenak membiarkan mereka melupakan kekhawatiran mereka.
Itulah kekuatan seorang seniman.”
Gudeok — The Tale of Lady Ok Quote, 2024
Setelah kejadian ini, Cheon Seung-Hwi ngerasa tertarik sama Gudeok.
Meski dia sadar banget kalok gak mungkin bisa bersatu.
Gudeok Disiksa
Setelah pertemuan pertama, akhirnya Cheon Seung-Hwi lamaran sama tuan putri keluarga bangsawan yang dilayani Gudeok. Cheon Seung-Hwi gak ada happy happy-nya sama sekali dan berakhir dia menyendiri di sebuah paviliun rumahnya.
Saat menyendiri, Gudeok juga ada di paviluin yang sama, sedang bersembunyi.
Ia takut ketauan majikannya karena nyarik ceperan uang ((Gudeok kerja jadi tim dapur di keluarga Cheon Seung-Hwi).
Di saat genting, si tuan putrinya dateng ke paviliun yang sama dan Cheon Seung-Hwi ngumpetin Gudeok di balik pembatas ruangan. Di sinilah Gudeok jadi tahu kalau Cheon Seung-Hwi ada hati sama dia. Karena Cheon Seung-Hwi ini nulis di buku dan Gudeok bisa baca.
“Kenapa orang pertama yang menyentuh hatiku harus seorang budak dari wanita yang dijodohkan denganku?
Benar-benar kejutan takdir.
Jika status kita setara, aku akan menyatakan perasaanku terhadapmu.
Aku tak kunjung tidur malam ini, meski sudah larut malam.”
Cheon Seung-Hwi — The Tale of Lady Ok Quote, 2024
Dan karena Gudeok ketauan sama majikannya ada di kamar Cheon Seung-Hwi, ia dihukum.
Gudeok dipukul habis-habisan sama tuannya. Gak cuma Gudeok, Bapaknya Gudeok yang uda renta pun ikutan dipukulin secara membabi buta.
Dan Gudeok diserahin ke Bapaknya sang tuan putri buat jadi “pelayan” malam itu.
Gudeok yang cerdik, tak gentar.
Dan malah bawak clurit.
Akhirnya Gudeok dan Ayahnya melarikan diri setelah menyakiti majikannya. Ia dibantu oleh pelayan lainnya berhasil melewati banyak hal. Hingga akhirnya tiba di sebuah desa.
Gudeok Bertemu Keluarga Bangsawan yang Baik Hati
Setelah tinggal di penginapan desa tersebut, meskipun menjadi buronan, hidup Gudeok terasa ringan karena gak melayani kehidupan keluarga bangsawan lucknut itu.
Gudeok memiliki impian, ingin hidup dengan Ayahnya di pesisir pantai.
Namun, Ayah Gudeok melarikan diri ninggalin Gudeok, dengan harapan Gudeok memiliki kehidupan yang lebih baik tanpa mengurus Ayahnya yang uda sakit-sakitan.
Dan Gudeok pun memutuskan untuk tetap di penginapan tersebut, sambil bantu-bantu dengan harapan sang Ayah suatu saat nanti kembali.
Tamu datang dan pergi hingga akhirnya Gudeok mendapat teman dari kalangan bangsawan yang bertamu. Ia bernama Ok Tae-Young (Son Na-Eun). Gadis bangsawan ini baik sekali sama Gudeok hingga Ayah sang gadis setuju untuk mengangkat anak dan menjadi bagian dari keluarga OK.
Belum aja berangkat pulang ke kediaman keluarga OK, ada serangan pembakaran oleh perampok.
Seluruh penginapan beserta tamu, termasuk Ok Tae-Young dan Ayahnya meninggal akibat insiden ini. Hanya Gudeok yang selamat dan ia dibawa ke kediaman keluarga OK.
Dikira Ok Tae-Young, semuaaa merawat Gudeok dengan baik.
Akankah Gudeok bersembunyi sebagai Lady Ok Tae-Young terus menerus?
Kesan Nonton The Tale of Lady Ok
Memang hidup kudu se-roller coaster itu yaah.. kalok nasibnya jadi budak?
Asa kasiaan pissann sama Gudeok.
Gudeok awalnya berbohong untuk bisa hidup nyaman, gak dikejer-kejer lagi sebagai budak buronan. Tapi gak berapa lama, ia mengaku ke keluarga OK, terutama nenek Han yang baiiik hati banget.
Nenek sedih.
Merasa surga tidak membantunya dan berniat mengusir Gudeok.
Namun belum diusir, ternyata Gudeok ini gadis yang cerdas.
Ia bisa menerangkan kronologi kejadian pembakaran penginapan, sekaligus menggambarkan siapa pelakunya.
Jadi nenek makin kagum juga karena Gudeok gadis yang sebatang kara namun bisa menempatkan diri dan pintar menulis syair indah, sehingga gak di bully ama Ibuk-ibuk di Badan Perlindungan Ibu, yang kayak Ibu-ibu PKK dengan gosipannya terbaru.
Jadilah Gudeok hidup dengan identitas baru sebagai Ok Tae-Young.
Dan ia bertekad untuk meneruskan cita-cita Ok Tae-Young yang asli yakni sebagai PENASIHAT HUKUM.
Tugas penasihat hukum adalah membela korban yang dirugikan secara resmi agar tak bisa dituntut karena alasan buta hukum dan buta huruf.
Sungguh mulia sekali yaah..?
Bisakah Gudeok menjadi wanita bangsawan yang membela rakyat jelata?
Drama dengan Kisah Cinta Setipis Tisu
Yaa, begitulah kalau hidup di zaman yang gak tepat.
Ga bisa haha-hihi kayak di drama romcom yaah.. Hidup di zaman Joseon, semuanya serba tegang.
Termasuk di drama The Tale of Lady Ok.
Ini drama maniss, sweet karena ada kisah cinta Cheon Seung-Hwi yang nunggu dan mencari Gudeok selama 2 tahun dengan melepaskan gelar kebangsawanannya.
Tapi begitu ketemu, Gudeok malah dingin dan bilang “Jangan mencari aku lagii.. karena aku kudu hidup sebagai Ok Tae-Young.”
Rasanya poteque se-tulang tulang yaah..
Huhuhu.. tapi namanya cowo mah ya.. pantang putus asa.
Uda gak sabarrr sama eps selanjutnya nih..
Soalnya Gudeok sebagai Ok Tae-Young ternyata uda nikah sama anaknya hakim yang bernama Sung Yoon-Gyum (yang meranin Choo Yeong-Woo jugaak.. )) OMMOONAAA…
Agak lieeuur pasti yaa..
Iya siih.. mending nonton sendiri drama The Tale of Lady Ok yang tayang di Netflix setiap hari Sabtu dan Minggu, gaiiss..
Trailer The Tale of Lady Ok (2024)
Yakin sih, kalau ada plot nyamar-nyamaran kek gini sepanjang nonton gak bisa tenang.
Apalagi dari awal uda disugin banyak adegan roller coaster.
Kek gak ketebak endingnya.
Apakah scene eps 1 awal itu adalah ending dari The Tale of Lady Ok?
Belum tentu juga kan yaa..
Mengingat dia nih tangguh dan saat ini dilindungi banyak keluarga bangsawan dan orang-orang yang sayang sama Ok Tae-Young.
Aku cuma berharap, Cheon Seung-Hwi gak jadi umbi aja..
Huhu, asa sedih karena dia uda berkorban banyak hal dari pertama. Dari mulai nyerahin semua uang buat bayar orang agar melindungi Gudeok dari gangguan orang jahat sampai ia rela melepas gelar kebangsawanannya dan nyari Gudeok ke seluruh negeri selama 2 tahun lalu merelakan orang yang dicintainya menikah dengan cowo lain.
Uhhuhuhu.. bertubi-tubi pissaan…
Kalok sampe jadi umbi, parraah siih..
“Karena punya hak istimewa, aku bukan merasa lebih mulia.
Tapi merasa punya tanggungjawab.”
Ok Tae-Young — The Tale of Lady Ok Quote, 2024
The Tale of Lady Ok termasuk drama hukum yaa..
Tapi hukumnya jaman Joseon. Kek gabisa dijadiin tolak ukur hukum zaman sekarang yaa..
Tapi dinikmati aja..
Soalnya Lim Ji-yeon kece banget di sini. Dan buat yang ga tau lead malenya siapa (Choo Yeong-Woo), dia nih yang main di drama Once Upon a Small Town bareng Joy RV dan di drama Oasis, jadi cowo yang jahatnya…
Kalau Lim Ji-yeon, masak gak kenal?
Yang paling fenominil pas di The Glory donk yaa.. walau masterpiece dia mah bwanyaakk.. soalnya uda mulai debut akting sejak 2014 lewat film Obsessed bareng Song Seung-Heon Oppa.
Key, sekian dulu review drakornya.
Papaaayy~
See yaa in the next review.
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

