Review Sinopsis Film Korea The Divine Move 2: The Wrathful (2019) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Awalnya nonton film The Divine Move 2: The Wrathful ini atas rekomendasi dari apps Loklok, jadiii gaskeun lah ya.. Secara mau nonton film korea horor, masi belum mood. Hhehe, nunggu my movie-mate duluu.. Ga seru jejeritan sendirian kan ya..
Jadi nonton film action thriller mas Kwon Sang-Woo aja sii..
Meski terbilang film lawas, yakni tahun 2019, tapi masih seasik itu ditonton. Cuma mungkin perasaan agak gak relate sama kita yaa, karena di Indonesia gak ada permainan papan Go atau bahasa Koreanya, Baduk.
Emm, penonton drama Reply 1988 pasti tau banget nih.. permainan baduk ini seperti apa.
Yha, sempet femes karena ada mas Taek yang cupu tapi jago main baduk dan termasuk salah satu drama yang aku nobatkan sebagai drama dengan lead yang tertukar.
Rasanya permainan baduk tuh ya.. kek catur gitu loo..
Tapi di tangan sutradara Khan Lee yang juga menyutradarai drama Grid, kok permainan ini jadi horor yaa..
Gimana alur kisah Film The Divine Move 2: The Wrathful?
Apakah masih nyambung tanpa nonton season pertamanya, The Divine Move?
Kuy, simak review sinopsisnya berikut ini.
Let’s get it~
Film Korea The Divine Move 2: The Wrathful (2019)
Profil Film
Judul : The Divine Move 2: The Wrathful / The Divine Move: Ghost Move
(Shinui Han Soo: Gwisoopyeon/ 신의 한 수: 귀수편)
Director : Khan Lee
Penulis : –
Pemeran Film Utama The Divine Move 2: The Wrathful (2019) :
Kwon Sang-Woo sebagai Gwi-Soo
Park Sang-Hoon sebagai Gwi-Soo (young)
Pemeran Pendukung The Divine Move 2: The Wrathful (2019) :
Kim Hee-Won sebagai Teacher Ddong
Kim Sung-Kyun sebagai Heo Il-Do
Heo Sung-Tae sebagai Busan Weed
Woo Do-Hwan sebagai Loner
Won Hyun-Joon sebagai Shaman Jangsung
Jung In-Gyeom sebagai Hwang Duk-Yong
Genre : Action, Thriller, Crime
Release Date : November 7, 2019
Runtime : 106 minutes
Distributor : CJ Entertainment
Rating: 2/5
Sinopsis Film The Divine Move 2: The Wrathful (2019)
Gwi-Soo (Kwon Sang-Woo) saat remaja bekerja di sebuah tempat pelatihan permainan Go yang terkenal. Namun bukan sebagai siapa-siapa, tugasnya hanya menyapu halaman dan bebersih rumah Pak Hwang Duk-Yong. Gak hanya Gwi-Soo, namun kakak perempuannya juga turut bekerja di sana, karena mereka memang butuh uang untuk mencukupi kebutuhan hidup di saat orangtua telah tiada.
Namun, keadaan menjadi tidak baik karena buruknya sikap Pak Hwang Duk-Yong terhadap sang kakak perempuan. Bapak tua yang menganggap dirinya Tuhan karena kehebatannya bermain baduk ini melecehkan sang kakak dengan minta yang ena-ena dari anak sekecil itu. Huhuhu… dan saat kejadian ini, sang adik pun mengetahui sehingga tersulut emosi dan menantang sang bapak untuk adu bermain baduk.
Ya, jelas kalah siih…
Secara dari segi kemampuan dan pengalaman juga jauh pissaan.. Lalu, apa yang dilakukan Gwi-Soo untuk meminta keadilan?
Kematian Sang Kakak
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, sang kakak shock luar biasa dengan kejadian yang menimpa dirinya dan merasa menjadi kakak yang gagal ketika sang adik butuh perawatan gigi karena uda lubang dan sakit nyut-nyutan parah, tapi gak bisa kasih apa-apa. Dampak psikologis yang hebat ini membuatnya mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kamar reyot rumah mereka.
Saat ditemukan Gwi-Soo, sang kakak sudah gak bernyawa dan Gwi-Soo menemukan dirinya gak bisa mengadukan pada siapa-siapa kecuali BALAS DENDAM.
Gwi-Soo hijrah pertama kali dengan uang terakhir yang dimiliki dari dompet kenangan sang kakak ke Seoul. Ia ke Ibukota Korea Selatan ini untuk mengadu nasib, mencari guru baduk terbaik dan terus mengasah kemampuannya hingga menjadi pemain baduk profesional.
Akhirnya, bertemulah dengan Pak Heo Il-Do (Kim Sung-Kyun). Di sini, Gwi-Soo bener-bener ditempa menjadi murid baduk yang tangguh.
**Permainan baduk adalah permainan papan yang dimainkan dua orang. Permainan ini mirip seperti catur yang sama-sama fokus di strategi. Namun bedanya baduk menggunakan batu dan sistem perebutan wilayah.
Perjalanan Berbahaya Menjadi Pemain Baduk Profesional
Ternyata, ada sisi kelam dari permainan baduk ini. Sama rang-orang dijadiin lahan judi untuk mempertaruhkan apapun demi sebuah kemenangan. Dan Gwi-Soo melewatinya dengan sabar hingga ia bisa bertemu kembali dengan pembunuh kakaknya, sang Tuhan Baduk, Pak Hwang Duk-Yong.
Taruhan demi taruhan dilewati Gwi-Soo, hingga ada taruhan tergila ketika melawan peramal Jangsung. Pak peramal ini mengintimidasi lawannya dengan membaca masa lalu dan menjadikannya titik lemah lawan, sehingga di saat yang paling depresi, sang lawan akan kalap, gak bisa mikir dan kalah.
Tau apa yang dipertaruhkan?
Potong tangan, gaiiss.. ((KHAN MAEN! Bukan potong bebek angsa lagiii..))
Pertarungan Baduk Paling Epic
Selain taruhannya yang uda gak biasa, dari mulai uang, akta bangunan, sampek yang epic tuh ya… potong tangan itu.. Tempat main baduknya pun gak main-main. Uda bukan di taman yang canci kek Moon Dong-eun sama mas Dokter ganteng di drama The Glory kek gini…
Tapi main di atas jembatan rel kereta api yang bawahnya langsung Sungai Han.
((anggep aja Sungai Han yaa.. soalnya aku gak tau nama-nama sungai lain di Korea))
Kalok gini si, mang taruhannya nyawa, ygy..
Either kelindes kereta kalok telat menghindar, atau pas timingnya gak cocok, pas ngehindar bisa kecemplung sungai.
Halaaaa~ kok syulit amat hidup iniiii…
Jadi, berhasilkah Gwi-Soo bertemu kembali dengan sang pembunuh kakanya?
Kesan Nonton The Divine Move 2: The Wrathful
Motivasi awal nonton The Divine Move 2: The Wrathful karena nongol di beranda loklok. Motivasi kedua, karena genrenya action thriller. Motivasi di puncak segalanya, aku seneng banget bisa liat mas Woo Do-Hwan di siniii.. Meski cuma cameo, jadi lawan Gwi-Soo yang punya masa lalu kelam karena pernah sama-sama jadi orang terbelakang dan teraniaya, Woo Do-Hwan tampil MAKSIMAL banget!
Liaatt donk, gimana sorot matanya berbicara.
Mengintimidasi banget!
Dan main baduknya lawan Gwi-Soo karena ia juga sama-sama ingin balas dendam. Bedanya, Woo Do Hwan kehilangan Asang Ayah di dalam sebuah ledakan pabrik.
Ketar-ketir banget nonton film ini memang. Selain sadis, memicu adrenalin, juga diperlihatkan gimana seseorang bertaruh di meja baduk demi sebuah nyawa. Rrrwwwhh!
Ending Film The Divine Move 2 happy siih..
Meski penuh dengan darah karena pertarungan terakhir kondisi fisik Gwi-Soo gak fit karena abis berantem ama Loner kan.. terus ngelawan 100 pemain baduk buat ngadepin Bapak Hwang Duk-Yong. Tapi taruhannya worthed banget. Nyawa anak dan nyawa Pak Hwang Duk-Yong sendiri.
Dih!
Bisa gitu ya.. punya anak perempuan tapi nyakitin anak perempuan lain?
Gak inget KARMA apa ini bapak??
Trailer Film The Divine Move 2: The Wrathful (2019)
Cari-cari asupan film action thriller yang gak biasa, bisa nyobain Film The Divine Move 2 yaa..
Meski aku nontonnya di Loklok, tapi sayangnya belum ada terjemahan indo yang nyaman euuiii.. either pake bahasa inggris atau bahasa melayu yang mungkin malah bikin puyeng.
아무튼,
Sekian bahas-bahas film korea yang gak baru-baru banget, wkkwkkk..
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

