Film Korea Thread of Lies (2014) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Pasti sedih yaa..ketika tahu bahwa salah satu anggota keluarga yang kita sayangi meninggal dengan mendadak, bunuh diri misalnya. Rasanya jungkir balik dunia, terlebih lagi bagi seorang Ibu yang kehilangan buah hatinya karena hal ini. Pasti ada perasaan bersalah menyelimuti di sepanjang sisa hidupnya.
Apa yang membuat anakku berbuat begini?
Seputus asa apa hidupnya?
Nonton Film yang berjudul Thread of Lies yang dibintangi oleh banyak aktor ternama Kim Hee-Ae, Ko Ah-Sung, Kim Hyang-Gi, Kim You-Jung, dan Yoo Ah-In membuat kita semua terbawa suasana sedih dan merinding, terutama akting dari Kim Hyang-Gi. Maka, gak salah kalau Kim Hyang-Gi memenangkan penghargaan BaekSang Arts Awards pada tahun 2014 untuk kategori Best New Actress dan Film ini masuk dalam Busan International Film Festival 2014 dengan kategori “Korean Cinema Today: Panorama”.
Buat yang belum nonton film lawas pada tahun 2014 ini, yuk…baca terus yaa..buat tahu review dan sinopsis ending Film Korea Thread of Lies. Let’s get it!
Film Korea Thread of Lies (2014)
Profil Film
Judul : Thread of Lies / Elegant Lies
(Wooahan Geojitmal/ 우아한 거짓말)
Director : Lee Han (Love Forecast)
Penulis Film : Lee Sook-Yun, Lee Han, Kim Dong-Woo (On the Way to the Airport, Tune in for Love)
Penulis Novel : Kim Ryeo-Ryeong
Pemeran Film Thread of Lies (2014) :
Kim Hee-Ae sebagai Hyun-Sook
Ko Ah-Sung sebagai Man-Ji
Kim Hyang-Gi sebagai Cheon-Ji
Kim You-Jung sebagai Hwa-Yeon
Sung Dong-Il sebagai Kwak Man-Ho
Yoo Ah-In sebagai Choo Sang-Bak
Genre : Drama, Life, Family
Release Date : March 13, 2014
Runtime : 117 minutes
Rating : ⭐⭐⭐/5
Sinopsis Film Thread of Lies (2014)
Pagi itu, layaknya pagi-pagi yang dilewati setiap hari oleh keluarga Bu Hyun-Sook (Kim Hee-Ae), One Ordinary Day dengan aktivitas kedua anaknya. Sang kakak, Man-Ji (Ko Ah-Sung) yang sibuk dan sang adik yang dengan baik hati menyetrika baju sekolah kakaknya.
Tampak suasana normal, obrolan ringan mengalir di ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan di rumah sewa mungil mereka. Kehangatan tampak menyelimuti keluarga bahagia tersebut. Dan sang adik, Cheon-Ji (Kim Hyang Gi) mendadak meminta kepada Ibu untuk dibelikan mp3 player terbaru sebagai hadiah ulang tahunnya. Sang Ibu merasa keheranan dengan permintaan anak bungsunya yang terkenal anak baik dan pintar.
“Untuk apa kamu memerlukan mp3 player?
Kini ada player musik di HPmu. Kamu mendengar lewat situ saja.“
Begitu balasan sang kakak begitu mengetahui hadiah yang diinginkan kepada sang Ibu. Karena kak Man Ji tahu betul kondisi keuangan keluarga mereka tidak sedang baik-baik saja. Sebagai single parent, Ibu Hyun Sook satu-satunya yang bekerja dan memenuhi segala kebutuhan kedua putri mereka yang beranjak dewasa.
Ada apa sebenarnya dengan Cheon Ji?
Mengapa anak baik dan pintar ini menginginkan sesuatu?
Karakter Kim Hyang Gi Sebagai Cheon-Ji
Cheon Ji adalah seorang gadis Sekolah Menengah Atas yang manis dan tidak terkenal di sekolahnya. Gadis yang introvert, namun tetap ingin menjadi diri sendiri. Teman satu-satunya adalah Hwa-Yeon (Kim You Jung) yang merupakan anak pengusaha mie jjajangmyeon terkenal di sebuah kompleks apartemen.
Selain itu, Hwa-Yeon adalah gadis yang banyak teman karena bossy dan suka memberikan barang-barang mahal, namun tak jarang, ia juga meminta “dibalas” dengan pemberian serupa ((barang mahal juga)) yang sesuai dengan keinginannya. Ternyata, dari sini terungkap bahwa permintaan Cheon Ji pada Ibu untuk membelikan MP3 adalah permintaan Hwa-Yeon untuk merayakan ulang tahunnya.
Sedih banget karena sebenarnya Cheon Ji gak maksa Ibunya kok, hanya saat ia menghadiri perayaan ulang tahun Hwa-Yeon, ia di bully teman-teman sekelasnya karena belum bisa membawa kado. Dan parahnya, temen-temennya waktu bullying melalui KakaoTalk, yang tidak secara terang-terangan, hanya Cheon Ji gak diajak ngobrol dan temen-temennya sibuk haha-hihi dengan bunyi notif K-Talk yang berisssiik sekali.
Saking gak nyamannya, Cheon Ji yang pendiam ini menanyakan kepada kakaknya pada suatu malam.
“Apakah aku harus menuruti semua kemauan satu-satunya temanku, kak?”
Karena sang kakak memang cool, gak banyak bicara tapi punya banyak teman, maka sang kakak pun menjawab, “Kamu gak harus menuruti semua kemauan tema-temanmu. Jadilah dirimu sendiri, meski kamu benar-benar harus sendiri.”
Antara sedih, Cheon Ji lemas mendengar jawaban kakaknya dan beberapa hari setelahnya, Cheon Ji ditemukan sudah tak bernyawa di kamar rumah sewa mereka. Kira-kira, apakah alasan Cheon Ji nekad mengakhiri hidupnya?
Benarkah alasan bullying dari teman-temannya?
Sepeninggalan Cheon Ji
Setelah Cheon Ji meninggal, keluarga Ibu Hyun-Sook pindah rumah karena kondisi keuangannya semakin memburuk. Dan pindahnya ke lokasi apartemen tempat keluarga Hwa-Yeon berada. Di sinilah perlahan terkuak alasan Cheon Ji meninggal beserta pesan terakhirnya yang dituliskan di setiap gulungan benang wol berwarna merah.
Sebelum meninggal, Cheon Ji memang jadi suka minta hal yang aneh-aneh kepada Ibunya. Selain MP3, Cheon Ji juga minta dibuatkan Ibunya rajutan (tas atau sweeter) dan Ibunya berkilah kalau nanti-nanti dulu yaa.. karena Ibu lelah mencari uang. Dan ternyata, inilah maksudnya.
Cheon Ji, anak baik yang introvert ini berusaha meminta pertolongan dengan caranya. Ia depresi dan ingin menceritakan keluh kesahnya kepada kakak dan Ibunya. Namun karena sama-sama gak paham bahasa cinta masing-masing, sehingga hal ini terabaikan dan berakhir pada meninggalnya Cheon Ji.
Teman-teman Manipulatif
Gak hanya di drama Uncle yang menceritakan teman manipulatif meski usianya masih terbilang muda, di Film Thread of Lies juga diceritakan pertemanan yang tidak sehat. Dari mulai Hwa-Yeon yang bermuka dua di depan teman-temannya demi mendapat popularitas sampai minta barter atas apa yang diberikan.
Dan banyak teman Cheon Ji lainnya yang gak pakai alasan apapun, pokoknya sebel aja gitu…melihat kehadiran Cheon Ji. Sedih banget.
Kesan Nonton Film Thread of Lies (2014)
Awalnya nonton film ini karena yang main Kim Hyang Gi. Cewek imut yang lebih sering main film ketimbang drama ini memang selalu keren dalam memerankan karakternya, seperti di Film I – ia memerankan sebagai seorang baby sitter atau di Along With the Gods: The Two Worlds dan The Last 49 Days (seri film pertama dan kedua) sebagai malaikat pembela arwah yang akan didakwa di akhirat. Memang aktingnya selalu jadi anak baik dan berhasil membentuk image baik juga dalam citra seorang diri Kim Hyang Gi.
Uniknya, di Film Thread of Lies ini ada Yoo Ah In salam satu frame lagi dengan Kim Hee-Ae, dimana di bulan dan tahun yang sama, Maret 2014, mereka sedang bermain drama bareng dengan tema selingkuh yang berjudul Secret Affair (2014), dimana Yoo Ah In berperan sebagai seorang pianis muda berbakat yang jatuh cinta dengan direktur Seohan Arts Foundation berusia 40 tahun. Keadaan diperparah karena sang wanita masih berstatus menikah.
Dengan gambaran selingkuh begitu, lalu ketemu di Film keluarga yang penuh makna, Thread of Lies, bukan sebagai pasangan, melainkan sebagai tetangga yang menjadi kunci menyampaikan pesan kematian Cheon Ji dengan orang-orang terdekatnya melalui gulungan benang wol merahnya.
Trailer Film Thread of Lies
Lesson Learn Film Thread of Lies (2014)
Peka Terhadap Keadaan Mental Orang Sekitar
Seperti halnya Cheon Ji, kita bisa belajar bahwa orang meninggal itu pasti meninggalkan pertanda. Baik itu diungkapkan melalui lisan ataupun dilakukan melalui perbuatan.
Cheon Ji memberi tanda saat presentasi di sekolah dengan mengambil tema mengenai betapa buruknya efek berteman dengan niat yang buruk.
Betapa jahatnya prasangka, tertama saat itu disebarluaskan oleh seseorang dengan niat buruk. Ada beberapa cara yang umum untuk membentuk prasangka, salah satunya adalah fitnah yang disamarkan dengan kalimat pujian.
Cheon Ji, Quote Film Thread of Lies
Dalam Hubungan Pertemanan, Jangan Hanya Berharap Diberi, tapi Juga Memberi
Namanya berteman, sangat wajar sekali bila saling memberi hadiah. Dan ini selaras dengan hadits Rasululloh bahwa ”Saling memberi hadiahlah kalian, maka akan saling mencintai dan akan menghilangkan kebencian.”
Tapi dalam Film Thread of Lies ini, saling memberi hadiah dengan cara “meminta” bukan atas dasar kerelaan dari sang pemberi. Jadi terasa sekali bahwa “Kalau kamu mau jadi temenku, kasih donk aku hadiah yang mahal.” Jadi selain manipulatif juga ada praktek sogok menyogok dari mulai hubungan pertemanan.
Mengikuti perintah bukanlah berteman.
Mi Ran, Quote Film Thread of Lies
Membuka Diri dengan Orang Lain
Ada kalanya kita memang gak punya teman sama sekali untuk bercerita, meski itu keluarga. Namun, Cheon Ji sebenarnya sudah menemukan tempat curhat yang nyaman, yakni tetangganya yang super aneh, Choo Sang-Bak (Yoo Ah In). Maka ketika Cheon Ji memberanikan diri membuka perasaannya, kakak Cheonji, Manji menjadi merasa sangat bersalah karena selama ini mengabaikan perasaan adiknya yang membutuhkan pertolongan.
Terkadang, kau mengutarakan perasaanmu kepada orang asing dengan lebih nyaman.
Choo Sang-Bak, Quote Film Thread of Lies
Karena orang asing tidak akan membicarakan rahasiamu.
Berpikir Sebelum Berucap
Memang lidah sungguh tak memiliki tulang, sehingga akan sangat mudah berbicara sebelum memikirkan konsekuensinya. Mulai belajar perlahan deh.. Kalau ngomong, sebaiknya dipikirkan apa efeknya bagi penerima perkataan kita. Kalau kondisi sedang marah, alangkah lebih baik jika diam dulu, jangan dikeluarkan melalui perkataan kejam.
Ucapan kejammu bisa membunuh seseorang.
Cheon Ji, Quote Film Thread of Lies
Meminta Maaf Ketika Berbuat Salah
Apapun masalah yang ada, bila itu tidak berkenan di hati orang lain, maka meminta maaflah dengan tulus. Kalau meminta maaf sudah dilakukan dan seseorang tersebut belum memaafkan, maka bersabarlah.
Di scene saat Ibu Hyun Sook mengutarakan isi hatinya dengan Ibu Hwa-Yeon, sebagai tetangga sekaligus Ibu sesama wali murid sekolah, maka ada baiknya untuk tidak mempertahankan sikap “egois” dengan merasa tidak bersalah. Aku juga sebel banget kalau ada orang yang tetep keukeuh dengan pendapatnya dan tidak mencoba berempati dengan masalah yang ada di sekitarnya.
Ucapan maaf bisa diterima jika kau memaafkannya.
Ibu Hyun-Sook, Quote Film Thread of Lies
Jika mendapatkan permintaan maaf yang tidak bisa kau terima, maka itu akan hanya menusuk hati seseorang.
Makna Belajar
Quote terakhir sebelum aku akhiri tulisan mengenai review dan sinopsis Film Thread of Lies ini adalah orang-orang kerap menilai seseorang berdasarkan dari akademiknya. Sehingga Cheon Ji belajar mati-matian bukan karena ia senang belajar, tapi karena ia ingin memiliki seorang teman.
Orang-orang tidak akan percaya padamu kecuali nilaimu bagus.
Cheon Ji, Quote Film Thread of Lies
Jika nilaimu jelek, maka segala perkatanmu akan dianggap angin lalu.
Film Thread of Lies ini merupakan adaptasi dari sebuah novel Korea yang berjudul “Wooahan Geojitmal” karya Kim Ryeo-Ryeong. Novel “Wooahan Geojitmal” dipublikasikan pada 20 November 2009 oleh Changbi Publishers.
Tertarik baca novelnya untuk membandingkan karya sineasnya?
Yang pasti ending Film Thread of Lies ini bahagia. Sama-sama saling memahami walau sudah berbeda dunia. Sang Ibu dan Kakak perempuannya menyadari bahwa semua pesan yang ingin disampaikan Cheon Ji dalam gulungan benang wol sudah terbaca dan tersampaikan dengan baik kepada masing-masing penerima pesan.
Indahnya bila komunikasi terjalin dan Cheeon Ji bisa tertolong nyawanya.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With Love,

