Drama Korea The King’s Affection (2021) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Apakah menjadi Raja itu mudah dan menyenangkan?
Drama The King’s Affection yang baru tayang 4 eps ini adalah adaptasi dari webcomic yang berjudul “Yeonmo” karya Lee So-Young yang sudah dipublikasikan sejak 2011 – 2014 di Daewon C.I.
Ya, webcomicnya sendiri sudah tamat, gengs.
Dengan 44 jilid dan bisa banget kalau mau langsung dibabat abis. Visual webcomicnya memang gak secantik Yumi’s Cells atau True Beauty, tapi kisahnya lebih dramatis daripada dramanya.
Oke, sekarang kita bakalan ke review dan sinopsis drama The King’s Affection-nya dulu yaa..
Nanti kapan-kapan aku bahas webcomic Yeonmo.
Let’s get it~
Drama Korea The King’s Affection (2021)
Profil Drama
Judul : The King’s Affection / Affection
(Yeonmo/ 연모)
Sutradara : Song Hyun-Wook
Penulis Drama : Han Hee-Jung
Penulis Webcomic : Lee So-Young
Pemeran Utama Drama The King’s Affection :
Park Eun-Bin as Lee Hwi
Ro Woon as Jung Ji-Un
Nam Yoon-Soo as Lee Hyun
Pemeran Pendukung Drama The King’s Affection :
Choi Byung-Chan as Kim Ga-On
Bae Yoon-Kyoung as Shin So-Eun
Genre : Drama, Historical, Romance
Network : KBS2/ Netflix
Episode : 20 eps
Release Date : October 11 – December 14, 2021
Tayang Setiap hari Senin & Selasa 21:30 KST
Sinopsis Drama Korea The King’s Affection (2021)
Istana Gyeongbok sedang menantikan detik-detik Ratu melahirkan. Dan tak disangka, ketika Ratu berhasil melahirkan satu bayi, bayi berikutnya lahir dengan jeda waktu yang tidak lama. Ya, ternyata Ratu melahirkan bayi kembar laki dan perempuan. Orangtua mana yang gak bahagia kan yaa…?!?
Namun, di Kerajaan Korea saat itu, melahirkan dua bayi dengan jenis kelamin berbeda itu adalah sebuah musibah, kutukan dan akan terjadi hal-hal buruk di dalam Istana. Maka, kakek dari si bayi tersebut mengambil inisiatif untuk membunuh bayi perempuan, agar hanya kabar mengenai bayi laki-laki yang beredar di keluarga Kerajaan.
Bagaimana perasaan seorang Ibu ketika anaknya akan dibunuh? Tentu naluri seorang Ibu ingin melindungi anaknya, apapun taruhannya. Sama, Ibu Ratu juga melindungi anak perempuannya dengan cara minta tolong tabib untuk menghentikan sejenak denyut nadinya ((jadi seolah-olah mati)). Pas di cek si kakek, ia yakin kalau cucu perempuannya sudah mati, sehingga gak jadi menghunuskan pedangnya.
Bagaimana Nasib si Bayi Perempuan
Sejak kejadian di malam itu, sang bayi perempuan memiliki tanda hitam (bekas tusukan jarum tabib) dan diasingkan di sebuah kuil di gunung. Ia tumbuh tanpa seorang Ayah dan Ibu dan hanya diurus oleh kakek yang tinggal di kuil tersebut. Setelah besar, ternyata kuil itu terbakar sehingga si anak perempuan yang diberi nama Dam-i ini hijrah ke Ibukota.
Dari sini, ia direkrut menjadi dayang Istana dan pada suatu hari, ia ketahuan oleh salah satu kasim Raja kalau ada dayang yang wajahnya mirip sekali dengan Pangeran Lee Hwi ((ya iyaaa, kembar identik soalnya)). Dan kejadian ini awalnya hanya Pangeran Lee Hwi, kasim dan Dam-i yang mengetahuinya.
Pangeran Lee Hwi menceritakan kejadian menakjubkan ini kepada Ibunya (Ibu Ratu) dan sang Ibu berkata, “Hentikan, hentikan omong kosong ini. Mana ada kembaran dari Pangeran Lee Hwi.”
Dan akhirnya, sang Ibu yang ketakutan setengah mati rahasianya akan terbongkar pun menutupi dengan segala cara. Hingga pada suatu hari, Pangeran Lee Hwi mencari tahu siapa nama dayang tersebut untuk diajak bekerjasama.
Penyamaran
Kerjasama apa yang dilakukan Pangeran Lee Hwi? Ia meminta dayang Dam-i untuk menggantikan dirinya sebentar saja. Karena Pangeran Lee Hwi mau menyelidiki sekaligus menyampaikan pesan kepada gurunya yang mendadak menghilang. Pangeran sangat sayang sekali dengan gurunya tersebut.
Ternyata sang guru dihukum oleh Raja karena dituduh membuat petisi yang tidak masuk akal dan mencoba memecah belah para pengikut Kerajaan.
“Apakah hati yang tulus memikirkan masyarakat disebut pemecah kerajaan?“
Ayah Lee Hwi, dialog drama The King’s Affection eps. 1
Penyamaran pertama, berhasil. Pangeran Lee Hwi lalu semakin berani menyamar untuk kedua dan ketiga kalinya. Hingga suatu hari, saat hari eksekusi sang Guru tiba, Pangeran Lee Hwi lagi-lagi menyamar. Belum sampai menemui gurunya, sang Pangeran menjadi sasaran anak panah seorang pengawal istana. Apa yang sebenarnya terjadi?
Percobaan Pembunuhan Dayang Dam-i
Tentu yang dicoba dibunuh adalah dayang Dam-i atas perintah sang Kakek yang mengetahui bahwa kembaran Pangeran Lee Hwi masih hidup. Dan ini parahnya, sang eksekutor adalah Ayah dari orang yang dicintai Dam-i, inspektur Jung Seok-Jo.
Keadaan semakin memburuk karena dayang Dam-i berhasil terbunuh, yang itu artinya Pangeran Lee Hwi ((karena saat itu ia sedang menyamar kan..))
Kabar meninggalnya Pangeran Lee Hwi hanya diketahui pengawal kepercayaan Ibu Ratu. Sehingga di saat Ibu Ratu bersedih, ia melihat ke arah Dam-i yang memang sangat mirip sekali dengan Pangeran Lee Hwi. Ibu Ratu pun berpikir cepat, ia mengatakan bahwa Dam-i harus menggantikan Pangeran Lee Hwi dan menyamar menjadi Pangeran seumur hidupnya. Agar ia tidak mati dibunuh keluarga Kerajaan.
Karena saking terkejutnya Dam-i mengetahui Pangeran Lee Hwi meninggal, ia berniat melarikan diri karena merasa bersalah. Ibunya menahannya dan mengatakan bahwa kita harus hidup bersama. Dam-i harus tahu bahwa banyak orang yang akan melindungi dan mencintainya, termasuk Ibu.
Mendengar perkataan yang menenangkan dari sosok seorang Ibu yang memang tidak pernah Dam-i dapatkan sejak kecil, Dam-i pun menurut. Ia sayang dengan semua yang dimiliki Pangeran Lee Hwi ((bukan serakah yaa..)) dan ia tidak ingin orang-orang baik yang mengelilingi Pangeran Lee Hwi mati karena dianggap melawan titah Raja.
Pangeran Tumbuh Dewasa
10 tahun kemudian semenjak tumbuh dengan identitas Pangeran, Dam-i mempelajari banyak hal. Memanah, berkuda, berlatih beladiri, berburu dan ia jago meski perempuan. Dan ternyata, tumbuh menjadi Pangeran itu gak mudah yaa.. Bahkan keluarga Kerajaan kerap menghinanya dengan “Wajah Pangeran Cantik.”
Memang di Keluarga Kerajaan gak ada yang tahu bahwa sebenarnya yang menjadi Pangeran adalah Dam-i dan Pangeran sesungguhnya sudah meninggal. Rasanya sedih melihat Dam-i yang baru merasakan hangatnya kasih sayang Ibu yang bisa melindunginya, ternyata harus Ibunya harus meninggal juga, karena sakit keras. Dan kini, Dam-i hanya dibantu oleh Kasim, pelayan pribadi sang Ibu Ratu dulu dan pengawal pribadi yang setia.
Jadi apakah penyamaran Dam-i ini lancar hingga ia menjadi penerus Raja?
Kasus Politik Dimulai dari Memilih Guru Untuk Pangeran
Tugas Pangeran diemban mulai sejak ia diangkat menjadi penerus kerajaan. Dan Dam-i selalu bergonta-ganti guru tanpa tahu penyebabnya. Mendadak suatu hari, guru Dam-i adalah Jung Ji-Un, cowok yang ia suka semasa kecil. Perasaan tersebut belum berkembang, mendadak ada kejadian Pangeran Lee Hwi meninggal dan ia harus menyamar jadi laki-laki.
Dan, Dam-i tahu kalau yang membunuh saudaranya adalah Ayah dari Jung Ji-Un. Huhuu…sedih banget. Sehingga pas ketemu lagi saat dewasa, Dam-i jadi benci ((tapi tetep cinta, jadi gak tega bunuh Jung Ji Un)). Malah jadi gurunya pula. Dan ini atas perintah langsung dari kakek Dam-i.
Apakah motif dibalik penunjukkan guru Jung Ji Un untuk mengajar Dam-i?
Bagaimana hubungan Dam-i akan berkembang?
Jung Ji Un akan memilih siapa?
Mendukung Ayahnya yang jahat atau Dam-i, gadis yang ia cintai sejak kecil?
Kesan Nonton Drama The King’s Affection (2021)
SUKA.
Totally love it!
Aku auto cari webcomic Yeonmo buat tahu gimana ending Drama The King’s Affection ini. Sama gak ending drama dengan webcomicnya?
Di sini yaa.. akting dari masa kanak-kanak hingga dewasa, semuanya aku suka. Ya ampun… pas masa anak-anaknya, nyangka gak sih..kalau ternyata itu memang perempuan yang jadi Pangeran Lee Hwi kecil dan Dam-i kecil.
Yang aku salut, digambarkan Pangeran Lee Hwi ini memang anak Kerajaan yang santun dan gak sombong. Sedangkan Dam-i, meski tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, ia tidak pernah memiliki dendam dengan orangtua yang mengabaikannya. Inilah yang membuat Ibunya merasa menyesali apa yang telah ia lakukan. Hingga akhir hayatnya, sang Ibu berpesan pada suaminya bahwa “Tolong jaga Pangeran.”
Aku tak mengerti apa itu rasa kesepian dan rasa rindu.
Dam-i, quote drama The King’s Affection
Karena itu aku tak pernah membenci kedua orangtuaku sama sekali.
**betapa murni hati Dam-i yaa.. Ini gak lepas dari kebijaksanaan Ibunya yang juga baik banget dengan keadaan di lingkungan Kerajaan.
Lesson Learn Drama The King’s Affection (2021)
Tidak Membenci Takdir
Suka banget sama lesson learn ini. Asal inget sama wajah Dam-i kecil yang tulus mengatakan bahwa ia tidak pernah sakit hati dengan orangtuanya, aku auto meneteskan air mata. Rasanya genetik hati yang baik itu memang ada. Aku jadi percaya bahwa apapun yang kita pikirkan saat hamil akan menjadi karakter sang anak.
Banyak Membaca, Menimbulkan Kebijaksanaan
Aku suka sekali dengan Ayah Dam-i, Putra Mahkota yang bijaksana. Ia selalu menyempatkan diri mengajak berdiskusi buku yang sudah dipelajari dan menanyakan apa hikmahnya. Karena kasih sayang seorang Ayah inilah, Dam-i menjadi suka membaca buku.
Orang yang benar tidak akan khawatir, Orang yang bijak tidak akan kehilangan arah.
Analek Konfusius disitir oleh Ayah Dam-i, quote drama The King’s Affection
Orang yang berani, tidak akan merasa takut.
Pedang tidak boleh sembarangan digunakan. Ia digunakan untuk melindungi orang yang berharga.
Ayah Pangeran Lee Hwi dan Dam-i, drama The King’s Affection
Siapapun yang melakukan kesalahan harus meminta maaf.
Dam-i, drama The King’s Affection
Menghargai Kehidupan
Kalau hidup di zaman Joseon, tentu gak asing dengan yang namanya kasta dan status sosial. Sehingga, ketika Ayah Jung Ji Un membunuh dayang dan gak merasa bersalah karena status sosial, maka hal ini menjadi dendam tersendiri bagi Jung Ji Un. Ia sangat gak suka dengan perbedaan status sosial membuat orang mudah kehilangan nyawanya.
Semua kehidupan, tentulah berharga.
Jung Ji Un, quote drama The King’s Affection
Bila yang tadi bukanlah wakil perdana manteri, melainkan seorang pengemis jalanan, aku pun tetap akan menolongnya.
Mempelajari ilmu pengobatan bisa aku gunakan untuk menyelamatkan hidup seseorang. Mungkin saja aku bisa menyelamatkan orang yang Ayah sakiti.
Jung Ji Un, quote drama The King’s Affection
Saking jatuh cintanya sama drama ini, aku suka banget sama Ro Woon vibes. Ia digambarkan baik meski masih dicurigai oleh Dam-i. Aku rasa beberapa eps ke depan akan berputar-putar ke masalah hati nih.. Bagaimana mereka saling menemukan cinta pertama.
Dan bagaimana mereka saling menutupi kenyataan bahwa ada rahasia besar dibalik Pangeran berwajah cantik di Kerajaan. Hingga mengungkapkan siapa pengkhianat di Kerajaan. Mereka seperti berburu dengan bom yang bisa meledak kapan aja.
Duh..
Gemes banget siik…liat chemistry Park Eun-Bin sama mas Ro Woon. Bakalan menjadi drama yang paling dinanti di hari Senin dan Selasa di Netflix nih.. Dan jangan lupa, OST Drama The King’s Affection ini diisi oleh Lyn “One and Only” dan Super Junior K. R. Y “Shadow of you” ((sub-unit Suju yang ahli banget sama lagu mellow)). Cuuss, masukin OST. The King’s Affection ke playlist yaah..
Seru kan yaa…sahabat lendyagassi.
Meski drama ini gak based on true story, tentunya. Tetapi based on webcomic dengan pesona pemain dan jalan ceritanya tetap asik dinikmati. Less ketegangan khas drama sageuk, meski tetep ada.
Jadi, selamat menikmati drama The King’s Affection, chingu-deul.
Yuk, lupakan kasus Kim Seon Ho sejenak, huhuu..
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

