Film yang diangkat berdasarkan sejarah, Pangeran Nosan disebut sebagai Raja Danjong ━ Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Memang menghidupkan lagi sebuah kebiasaan itu berat yaah..
Apalagi nih.. blog WP ku lagi ada masalah euuii~
((gabisa upload gambar))
Jadi maaff yaa…
Beberapa artikel jadi gak ada visual atau gambarnya…
Nanti kalo si blog uda sehat lagi, aku masukin gambarnya yang relate dengan bahasan kita kali ini yaah..
Eh, pada belum tau yaak.. aku mau bahas apaaa…
Bahas filmnya ayangie Park Ji-Hoonaaa….
Kek dari dari sejak Weak Hero Class 1 lanjut ke Weak Hero Class season 2-nya.. semua karyanya makin ke sini makin stunning.
Kek setiap karakter yang murung tuh, emang karakternya Ji Hoon bangeett gittuuh…
Kalok yang ceria kek di Love Revolution atau At a Distance, Spring is Green berraassaa masih bocil banget.
Oh iyaah…
Berkat meranin Pangeran Nosan atau yang dalam sejarah dipanggilnya sebagai Raja Danjong ini niih… Park Ji-Hoon berhasil bawa pulang 2026 (62nd) BaekSang Arts Awards tanggal 8 Mei 2026 kemarin dalam kategori Best New Actor dan Most Popular Award.
Aiihh~
Kereennyyaa….
Buat yang suka sama cerita sejarah yang diangkat dari kisah nyata, bisa banget cobain nonton film Korea The King’s Warden di loklok.
Secara garis besar, ceritanya tuh tentang kehidupan Pangeran Nosan yang diasingkan di sebuah desa bernama Yeongwol, Provinsi Gangwon hingga akhir hayatnya.
Belum apa-apa uda akhir hayat aja niich…
Kuy, simak ceritanya di artikel ini yaah..
Let’s get it~
Film Korea The King’s Warden (2026)
Profil Film
Judul : The King’s Warden / Man Who Lives with the King
( Wanggwa Saneun Namja / 왕과 사는 남자 )
Director : Jang Hang-Jun
Screenwriter : Jang Hang-Jun, Hwang Sung-Goo
Pemeran Utama Film The King’s Warden (2026) :
Yu Hae-Jin — Eom Heung-Do
Park Ji-Hoon — Pangeran Nosan (Raja Danjong) // Yi Hong-wi
Yoo Ji-Tae — Paman Han Myeong-Hoe
Jeon Mi-Do — Pengawal Raja Danjong, Mae-Hwa
Park Ji-Hwan — Yeongwol County mayor
Lee Jun-Hyuk — Prince Geumseong
Ahn Jae-Hong — village chief
Genre : Historical, Drama
Release Date : Feb 4, 2026
Runtime : 116 min.
Distributor : Showbox
Rating: 9 / 10
Sinopsis The King’s Warden
Penduduk asli masyarakat yang tinggal di lembah pegunungan terpencil di Yeongwol, Provinsi Gangwon ini adalah berburu rusa. Maka saat rusa buruan mereka diburu juga oleh King of the Jungle alias macan hutan, maka masyarakat desa tersebut bener-bener bertaruh nyawa buat makan daging rusa yang enak selama beberapa waktu.
Pas lagi menyelamatkan nyawa, kok ndilalah Eom Heung-Do — sang kepala desa malah jatuh dari jurang dan pengsan..
Sadar-sadar, dia dibawa ke desa tetangga yang letaknya emang rada jauhan dikiitt..
Pak Kades Eom Heung-Do ini ngerasa kayak di surga, soalnya banyaakkk makanan enak.
Dari mulai daging babi, semua masyarakatnya makan nasi dan sayur LENGKAP!
Sedangkan warga desa mereka, yang namanya nasi kek gimana ajaa.. ga tau.
Sampek Eom Heung-Do kepo dan tanya ke salah satu warganya “Apakah sedang ada pesta?”
Pak Kades desa tetangga ini pun jawab.. “Nasib desa kita berubah, sejak menerima yangban ((bangsawan)) yang diasingkan. Awalnya memang menyebalkan karena dia rewel masalah makan dan lain-lain. Namun keberkahan perlahan datang ketika yangban ini bawa beras, daging dan banyaakkk persediaan makanan yang gak pernah kami bayangkan. Apakagi, yangban ini membantu beberapa anak muda di desa ini untuk belajar sehingga bisa diterima jadi pegawai istana.”
Dari cerita ini, Eom Heung-Do bertekad kuat agar desanya pun kudu berubah.
Dimulai dari NERIMA YANGBAN.
Yangban yang Dibayangkan Tidak Sesuai Kenyataan
Dibayangan Eom Heung-Do, yangban ini persis kayak yang diceritain desa sebelah.
Bapack tuwa berjenggot panjang dengan kewibawaan yang auranya terpancar secara awur-awuran…
Jadi Eom Heung-Do memohon-mohon ke kantor pemerintahan buat kasih yangban yang diasingkan ke desanya karena alasan desanya ini sangat cocok buat tempat pengasingan.
Apalagi…
Karena si desa ini selain terpencil dan saking terpencilnya tuh sampek tersembunyi jauuuuhh di lorong pegunungan lembah Gwangcheon, dan uda sampai di lembah itupun, masih tersembunyi lagiii di daerah yang bernama Cheongnyeopo.
((gabisa bayangin petanya yaa.. kek gini niih…))
Saingan buat dapetin yangban ini cukup sengit.
Karena di desan sebelah yang tadi crita juga pingin banget kan.. ketitipan yangban laggiii..
Akhirnya tender desa pengasingan kali ini dimenangkan oleeehh…
YAAAA… Desa Gwangcheon-nya Pak Kades Eom Heung-Do.
Project ini dipegang langsung oleh paman Raja Danjong — Han Myeong-Hoe, yang jahatnya amit-amit.
Dia nih ceritanya meng-kudeta kepemerintahan Raja Danjong karena ia naik tahta di usia yang sangat muda. Dengan pengalaman yang belum banyak, Pangeran Danjong dituduh bergabung dengan kelompok tertentu untuk berkhianat.
((ini aku gapaham!!
Padahal kerajaan, kerajaan dia yaak.. nape diye yang dituduh pan?? Kudunya Han Myeong-Hoe aja yang dibuang!!))
Semua bawahan yang mendukung Raja Danjong ini kepalanya dipenggal dan digantung di depan istana, sebagai wujud ketidakberesan pemerintahan Raja Danjong.
Raja Danjong yang saat itu lemah, ia sampe gak mau makan dan memilih untuk nurut sama perintah pamannya.
((maksud hati.. agar rakyat gak menderita melihat pemerintah yang keos iniih))
Jadilaaah..
Raja Danjong ini yang diasingkan ke Desa Cheongnyeopo-nya Pak Kades Eom Heung-Do.
Hari-hari Pertama di Desa Cheongnyeopo
Perjalanan menuju Desa Cheongnyeopo ini gak mudah.
Kek digambarinnya di filmnya dari berangkat siang, malem, sampek siang besokannya…
Dari panaaass teriiikk.. tus ujan.
Dari yang melewati padang rumput, lembah, melewati gunung, sungai dan turun gunung, sampai mau ke desa tujuan pun kudu nyebrang sungai ((laggiiii……..))
Ribet daah pokonya maah…
Tapi sang Raja Danjong yang berikutnya aku panggil Pangeran Nosan yaak ((bukan merk permen karet yang gak pernah dapet huruf “N” sampek kiamat)) — gak pernah protes sedikit pun!
Ciri-ciri pria green flag banget gasiii..
Di usia muda, gak rebelling… makanya saking nurutnya, dia bahkan terlihat lemah dan jadi dimanfaatin sama pamannya yang kek dakjaaall..
Buat yang tanya.. kenapa Pangeran Nosan ((yang punya nama asli Yi Hong-wi)) ini nurut sama pamannya?
Karena bapack sama ibuknya uda meninggal duluan, gaiiss…
((Ibunya, Ratu Hyeondeok — meninggal saat melahirkannya dan ayahnya, Raja Munjong — wafat setahun setelah Pangeran Nosan lahir, pada tahun 1452))
Aura kesedihan Pangeran Nosan terus menggelayut di wajahnya..
Ia merasa bersalah atas eksekusi para pendukungnya dan keluarga, ia juga sampe ga doyan makan melihat kebingungan rakyat dan masih banyak beban berat di pundaknya.
Jadi penerimaannya untuk diasingkan memang murni ngerasa bersalah.
Rasa bersalah yang mendalam ini awalnya bikin Pangeran Nosan putus asa.
Bahkan ia berniat bundir dengan menjatuhkan diri ke jurang di desa tempat ia diasingkan. Beruntung Pak Kades dengan sigap menangkapnya.
Belum bisa berubah karena terus dihantui rasa bersalah, Pangeran Nosan mogok makan!
Beberapa hari sejak tiba di desa Gwangcheon, ia gak mau makan. Padahal makanannya diracik dan dimasak dengan penuh kasih sayang oleh warga.
Gimana akhirnya Pangeran Nosan bisa bangkit dan melawan ketidakadilan yang dialami?
Kuy nonton kisah based on true story ini di apps Loklok.. karena di bioskop uda gak ada.. hehehe, ini termasuk film yang tayangnya bulan February 4, 2026.
Kesan Nonton The King’s Warden
Meweekk pooll..
Dan buat akting, plot story sampai endingnya.. AKU SUKA BANGET!!!
Dan meski aku bukan pakar film apalagi ahli sejarah, film ini beneran aku kasih 9 dari 10.
Bener-bener gak meragukan lagi akting senior yang jadi Pak Kades… dia ini pemeran utama yang aktingnya bisa memengaruhi suasana tanpa perlu perubahan tone film, suasana dan musik latar.
((meski ini pastinya jadi point penting yaa..))
Center of story tentu menurutku tetep Pangeran yang diasingkan yaa..
Etapi judulnya The King’s Warden, geuning.. hehehe… Penjaga hati Raja.
…and FUNFACT yaa…
Kematian sang Pangeran yang memang sudah diprediksi sedari awal ini yaa.. punya sejarah kelam, bahwa sang Pangeran yang kudunya minum racun, namun wafatnya malah lebih memilih dicekik menggunakan tali busur dari belakang jendela. yang dilubangi oleh pria bernama Kong Sang (atau dalam beberapa versi disebut sebagai pelayan istana muda).
Karena saat itu, semua pelayan istana tidak sanggup memberikan racun kepada sang Pangeran dan hanya bersujud untuk tetap memuliakan Raja mereka.
Namun di film ini digambarkan yang mengambil nyawanya adalah Pak Kades dengan cara yang disamakan dengan sejarah.
Oiya, satu lagi..
Harusnya Pangeran Nosan menurut sejarah meninggal di tempat pengasingan, kamar yang sama di desa Gwangcheon. Namun di film ini digambarkan sang Paman yang mengetahui taktik Pangeran Nosan untuk menggulingkannya, mengasingkannya kembali di salah satu area istana yang dijaga ketat oleh pengawal istana.
2 Scene Favorit
Setidaknya ada 2 scene yang jadi favorit aku pas nonton…
Pertama kali Pangeran Nosan tersenyum.
Ini scene menurutkuuu… sebuah titik balik sang Pangeran bisa merasakan ketulusan hati orang lain. Selama ini, Pangeran Nosan berjuang mendapatkan kepercayaan dan kehangatan dari lingkungannya.
Yeaah, tau sendiri yaa..
Lingkungan istana yang serba bersaing dan menjatuhkan.
Beda banget sama warga desa yang guyub rukun — ibarat kate niyyh yee.. “Makan gak makan, asal kumpul…”
Ato kek Jack and Rose di Titanic “You jump, I jump!”
Scene berikutnya yang bikin aku terenyuh dan mewek sejadi-jadinya adalah scene flashback ketika Pak Kades ngliat Pangeran Nosan mainan air di sungai.
Wajah Pangeran Nosan begitu damaaiii… tanpa beban.
Seakan dia memang born to be warga desa Cheongnyeongpo.. bukan laggiii seorang Raja yang dimakzulkan karena fitnah sang paman yang keji.
Dan kalo nonton The King’a Warden, jang lupa menikmati suasana pedesaan yang lokasi syuting aslinya di Cheongnyeongpo dan Yeongwol (Provinsi Gangwon) — yang menjadi latar tempat sejarah asli tempat pengasingan Raja Danjong, termasuk area Eoso (tempat tinggal raja). Tempat ini memiliki keunikan geografis yang dikelilingi oleh sungai dan tebing karang sehingga mirip pulau.
Dan Mungyeongsaejae Open Set Studio (Gyeongsangbuk) — berlokasi di 1039 Saejaero, Mungyeong-eup, kompleks ini menjadi studio utama untuk set istana era Dinasti Joseon.
Buat yang pingin ke Korea, jan lupa main ke website Visit Korea buat scene Re-creation di lokasi syuting film The King’s Warden.
Lesson Learn The King’s Warden
Jika ingin menyembuhkan luka (batin) seseorang, sentuhlah dengan hati (yang penuh kelembutan dan ketulusan)
Ini tuh gak simple loohh..
Karena katanya kan, dalamnya hati seseorang gak ada yang tau yaa.. Berikut dengan luka yang mereka bawa.
Dengan hati yang sedih, Pangeran Nosan berada di lingkungan yang tepat.
Meski judulnya “pengasingan”, namun ternyata dengan ketulusan, akhirnya hati Pangeran Nosan yang penuh luka itu bisa perlahan mengering. Meski belum sepenuhnya sembuh dan pada akhirnya terpaksa kudu dibuka (paksa) karena ketauan bekerjasama dengan golongannya Prince Geumseong.
Prince Geumseong ini juga salah satu Paman dari Pangeran Nosan yang baik hatiiii…
Gak kayak si Han Myeong-Hoe (Raja Sejo) yang ambis banget pen naik tahta.
Prince Geumseong di film ini diperanin sama Ayangiiee Lee Jun-Hyuk — Abang sekretaris di drama Love Scout.
Akhir hidup Prince Geumseong juga ngenes dalam sejarah aslinya, gaiiss..
Ia ditangkap dan dihukum mati (diperintahkan bunuh diri) oleh Raja Sejo pada tahun 1457.
Tidak ada yang lebih berharga selain perasaan dihargai oleh seseorang
Karena sejatinya, kebutuhan psikologis dasar manusia adalah merasa diakui, berharga, dan diterima. Sehingga ketika hal tersebut sudah didapat, maka otak memproduksi dopamin yang menciptakan rasa senang dan sekaligus memotivasi yang membangun kepercayaan diri yang kuat.
Di sinilah kenapa aku bilang, ketika Pangeran Nosan tersenyum kembali itu titik balik dari semuanya hal baik, setelahnya.
Termasuk keberanian melawan Pamannya yang kek dakjjal ittuuh ((Rata Sejo))…
“Kami tak mendapatkan buku bahkan jika kami ingin membaca.
Tae-San, quote The King’s Warden
Dan meskipun kami ingin belajar, kami tak bisa menemukan guru.
Selama ini, kami menganggap kecil kemungkinan lulus ujian negara.
Namun, dengan ajaran guru terhormat seperti anda, aku merasa peluang sekecil itu bisa diatasi.
Itulah sebabnya aku memohon…
Bahkan orang desa yang tak berpendidikan dan tanpa koneksi, seorang rakyat jalata atau pelayan…”
Jadi, inget-inget yaah..
Hidup yang damai dan nyaman itu adalah hidup yang saling bekerjasama, bukan saling menjatuhkan.
Trailer The King’s Warden (2026)
Karena setiap scene-nya begitu up and down..
Ya sediih, senang, ketawa, senyum-senyum sendiri sampai meweekk pas nonton endingnyaa…
Jadi, buat kamu yang mencoba membangkitkan semangat nonton drakor lagi kayak akuu.. bisa dimulai dengan nonton film The King’s Warden yang penuh keharuan.
“Sebuah dunia dimana kesempatan diberikan kepada semua orang.
Paman Han Myeong-Hoe (Raja Sejo), quote The King’s Warden
Tunas akan tumbuh jika dibiarkan dan segera menjadi pohon raksasa.”
Ini alasan sang Paman kenapa Pangeran Nosan segera dieksekusi setelah diasingkan.
Karena setelah diasingkan, akses Pangeran Nosan dengan Prince Geumseong malah berjalan lancar dan rencana mereka melalui surat-surat kaleng ini akhirnya ketauan.
Rencana menyerang sang Paman yang dzalim malah berbalik pada Pangeran Nosan sendiri, beserta Prince Geumseong.
Sediihh..
Dan dari Pangeran Nosan naik tahta di usia 12 tahun dengan gelar Raja Danjong, ia telah menikah dengan Ratu Jeongseon. Lalu tahta direbut oleh Pangeran Agung Suyang (pamannya) yang kemudian naik tahta dengan gelar Raja Sejo.
Film dan drama lain terkait kisah kudeta Raja Sejo terhadap Raja Danjong ini ada di..
- The Princess’s Man (Drama, 2011)
- The Face Reader (Film, 2013)
Sahabat lendyagassi ada yang suka dengan film atau drama sejarah juga?
Kuy nonton.. dan insight-nya gilaakk siih.. bikin kamu merenung lamaaa.. dan bersyukur karena hidup di zaman yang jauh dari “Lu salah, lu gue habisi…”
Serem amat yaakk??
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

