The King’s Warden: The True Story of Danjong’s Death in Exile

Film yang diangkat berdasarkan sejarah, Pangeran Nosan disebut sebagai Raja Danjong ━ Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Memang menghidupkan lagi sebuah kebiasaan itu berat yaah..
Apalagi nih.. blog WP ku lagi ada masalah euuii~
((gabisa upload gambar))

Jadi maaff yaa…
Beberapa artikel jadi gak ada visual atau gambarnya…

Nanti kalo si blog uda sehat lagi, aku masukin gambarnya yang relate dengan bahasan kita kali ini yaah..
Eh, pada belum tau yaak.. aku mau bahas apaaa…

Bahas filmnya ayangie Park Ji-Hoonaaa….
Kek dari dari sejak Weak Hero Class 1 lanjut ke Weak Hero Class season 2-nya.. semua karyanya makin ke sini makin stunning.

Kek setiap karakter yang murung tuh, emang karakternya Ji Hoon bangeett gittuuh…
Kalok yang ceria kek di Love Revolution atau At a Distance, Spring is Green berraassaa masih bocil banget.

Oh iyaah…
Berkat meranin Pangeran Nosan atau yang dalam sejarah dipanggilnya sebagai Raja Danjong ini niih… Park Ji-Hoon berhasil bawa pulang 2026 (62nd) BaekSang Arts Awards tanggal 8 Mei 2026 kemarin dalam kategori Best New Actor dan Most Popular Award.

Aiihh~
Kereennyyaa….

Buat yang suka sama cerita sejarah yang diangkat dari kisah nyata, bisa banget cobain nonton film Korea The King’s Warden di loklok.

Secara garis besar, ceritanya tuh tentang kehidupan Pangeran Nosan yang diasingkan di sebuah desa bernama Yeongwol, Provinsi Gangwon hingga akhir hayatnya.
Belum apa-apa uda akhir hayat aja niich…

Kuy, simak ceritanya di artikel ini yaah..
Let’s get it~

Profil Film

Judul : The King’s Warden / Man Who Lives with the King 
Wanggwa Saneun Namja / 왕과 사는 남자 )

Director : Jang Hang-Jun
Screenwriter : Jang Hang-Jun, Hwang Sung-Goo

Pemeran Utama Film The King’s Warden (2026) :

Yu Hae-Jin — Eom Heung-Do
Park Ji-Hoon — Pangeran Nosan (Raja Danjong) // Yi Hong-wi

Yoo Ji-Tae — Paman Han Myeong-Hoe
Jeon Mi-Do — Pengawal Raja Danjong, Mae-Hwa
Park Ji-Hwan — Yeongwol County mayor

Lee Jun-Hyuk — Prince Geumseong
Ahn Jae-Hong — village chief

Genre : Historical, Drama
Release Date : Feb 4, 2026
Runtime : 116 min.
Distributor : Showbox

Sinopsis The King’s Warden

Penduduk asli masyarakat yang tinggal di lembah pegunungan terpencil di Yeongwol, Provinsi Gangwon ini adalah berburu rusa. Maka saat rusa buruan mereka diburu juga oleh King of the Jungle alias macan hutan, maka masyarakat desa tersebut bener-bener bertaruh nyawa buat makan daging rusa yang enak selama beberapa waktu.

Pas lagi menyelamatkan nyawa, kok ndilalah Eom Heung-Do — sang kepala desa malah jatuh dari jurang dan pengsan..
Sadar-sadar, dia dibawa ke desa tetangga yang letaknya emang rada jauhan dikiitt..

Pak Kades Eom Heung-Do ini ngerasa kayak di surga, soalnya banyaakkk makanan enak.
Dari mulai daging babi, semua masyarakatnya makan nasi dan sayur LENGKAP!

Sedangkan warga desa mereka, yang namanya nasi kek gimana ajaa.. ga tau.
Sampek Eom Heung-Do kepo dan tanya ke salah satu warganya “Apakah sedang ada pesta?”

Pak Kades desa tetangga ini pun jawab.. “Nasib desa kita berubah, sejak menerima yangban ((bangsawan)) yang diasingkan. Awalnya memang menyebalkan karena dia rewel masalah makan dan lain-lain. Namun keberkahan perlahan datang ketika yangban ini bawa beras, daging dan banyaakkk persediaan makanan yang gak pernah kami bayangkan. Apakagi, yangban ini membantu beberapa anak muda di desa ini untuk belajar sehingga bisa diterima jadi pegawai istana.”

Dari cerita ini, Eom Heung-Do bertekad kuat agar desanya pun kudu berubah.
Dimulai dari NERIMA YANGBAN.

Yangban yang Dibayangkan Tidak Sesuai Kenyataan

Dibayangan Eom Heung-Do, yangban ini persis kayak yang diceritain desa sebelah.
Bapack tuwa berjenggot panjang dengan kewibawaan yang auranya terpancar secara awur-awuran…

Jadi Eom Heung-Do memohon-mohon ke kantor pemerintahan buat kasih yangban yang diasingkan ke desanya karena alasan desanya ini sangat cocok buat tempat pengasingan.

Apalagi…
Karena si desa ini selain terpencil dan saking terpencilnya tuh sampek tersembunyi jauuuuhh di lorong pegunungan lembah Gwangcheon, dan uda sampai di lembah itupun, masih tersembunyi lagiii di daerah yang bernama Cheongnyeopo.
((gabisa bayangin petanya yaa.. kek gini niih…))

Saingan buat dapetin yangban ini cukup sengit.
Karena di desan sebelah yang tadi crita juga pingin banget kan.. ketitipan yangban laggiii..

Akhirnya tender desa pengasingan kali ini dimenangkan oleeehh…
YAAAA… Desa Gwangcheon-nya Pak Kades Eom Heung-Do.

Project ini dipegang langsung oleh paman Raja Danjong — Han Myeong-Hoe, yang jahatnya amit-amit.
Dia nih ceritanya meng-kudeta kepemerintahan Raja Danjong karena ia naik tahta di usia yang sangat muda. Dengan pengalaman yang belum banyak, Pangeran Danjong dituduh bergabung dengan kelompok tertentu untuk berkhianat.

((ini aku gapaham!!
Padahal kerajaan, kerajaan dia yaak.. nape diye yang dituduh pan?? Kudunya Han Myeong-Hoe aja yang dibuang!!))

Semua bawahan yang mendukung Raja Danjong ini kepalanya dipenggal dan digantung di depan istana, sebagai wujud ketidakberesan pemerintahan Raja Danjong.

Raja Danjong yang saat itu lemah, ia sampe gak mau makan dan memilih untuk nurut sama perintah pamannya.
((maksud hati.. agar rakyat gak menderita melihat pemerintah yang keos iniih))

Jadilaaah..
Raja Danjong ini yang diasingkan ke Desa Cheongnyeopo-nya Pak Kades Eom Heung-Do.

Hari-hari Pertama di Desa Cheongnyeopo

Perjalanan menuju Desa Cheongnyeopo ini gak mudah.
Kek digambarinnya di filmnya dari berangkat siang, malem, sampek siang besokannya…

Dari panaaass teriiikk.. tus ujan.
Dari yang melewati padang rumput, lembah, melewati gunung, sungai dan turun gunung, sampai mau ke desa tujuan pun kudu nyebrang sungai ((laggiiii……..))

Ribet daah pokonya maah…
Tapi sang Raja Danjong yang berikutnya aku panggil Pangeran Nosan yaak ((bukan merk permen karet yang gak pernah dapet huruf “N” sampek kiamat)) — gak pernah protes sedikit pun!

Ciri-ciri pria green flag banget gasiii..
Di usia muda, gak rebelling… makanya saking nurutnya, dia bahkan terlihat lemah dan jadi dimanfaatin sama pamannya yang kek dakjaaall..

  • Nama desa The King's Warden
  • Siapa nama asli Pangeran Nosan

Buat yang tanya.. kenapa Pangeran Nosan ((yang punya nama asli Yi Hong-wi)) ini nurut sama pamannya?

Karena bapack sama ibuknya uda meninggal duluan, gaiiss…
((Ibunya, Ratu Hyeondeok — meninggal saat melahirkannya dan ayahnya, Raja Munjong — wafat setahun setelah Pangeran Nosan lahir, pada tahun 1452))

  • Fakta tersembunyi The King's Warden
  • BaekSang Arts Awards 2026 Park Ji-Hoon sebagai BaekSang Arts Awards

Aura kesedihan Pangeran Nosan terus menggelayut di wajahnya..
Ia merasa bersalah atas eksekusi para pendukungnya dan keluarga, ia juga sampe ga doyan makan melihat kebingungan rakyat dan masih banyak beban berat di pundaknya.

Jadi penerimaannya untuk diasingkan memang murni ngerasa bersalah.

Rasa bersalah yang mendalam ini awalnya bikin Pangeran Nosan putus asa.
Bahkan ia berniat bundir dengan menjatuhkan diri ke jurang di desa tempat ia diasingkan. Beruntung Pak Kades dengan sigap menangkapnya.

Belum bisa berubah karena terus dihantui rasa bersalah, Pangeran Nosan mogok makan!
Beberapa hari sejak tiba di desa Gwangcheon, ia gak mau makan. Padahal makanannya diracik dan dimasak dengan penuh kasih sayang oleh warga.

Gimana akhirnya Pangeran Nosan bisa bangkit dan melawan ketidakadilan yang dialami?
Kuy nonton kisah based on true story ini di apps Loklok.. karena di bioskop uda gak ada.. hehehe, ini termasuk film yang tayangnya bulan February 4, 2026.

Meweekk pooll..
Dan buat akting, plot story sampai endingnya.. AKU SUKA BANGET!!!

Dan meski aku bukan pakar film apalagi ahli sejarah, film ini beneran aku kasih 9 dari 10.
Bener-bener gak meragukan lagi akting senior yang jadi Pak Kades… dia ini pemeran utama yang aktingnya bisa memengaruhi suasana tanpa perlu perubahan tone film, suasana dan musik latar.
((meski ini pastinya jadi point penting yaa..))

Center of story tentu menurutku tetep Pangeran yang diasingkan yaa..
Etapi judulnya The King’s Warden, geuning.. hehehe… Penjaga hati Raja.

and FUNFACT yaa…
Kematian sang Pangeran yang memang sudah diprediksi sedari awal ini yaa.. punya sejarah kelam, bahwa sang Pangeran yang kudunya minum racun, namun wafatnya malah lebih memilih dicekik menggunakan tali busur dari belakang jendela. yang dilubangi oleh pria bernama Kong Sang (atau dalam beberapa versi disebut sebagai pelayan istana muda).

Karena saat itu, semua pelayan istana tidak sanggup memberikan racun kepada sang Pangeran dan hanya bersujud untuk tetap memuliakan Raja mereka.

Namun di film ini digambarkan yang mengambil nyawanya adalah Pak Kades dengan cara yang disamakan dengan sejarah.

Oiya, satu lagi..
Harusnya Pangeran Nosan menurut sejarah meninggal di tempat pengasingan, kamar yang sama di desa Gwangcheon. Namun di film ini digambarkan sang Paman yang mengetahui taktik Pangeran Nosan untuk menggulingkannya, mengasingkannya kembali di salah satu area istana yang dijaga ketat oleh pengawal istana.

2 Scene Favorit

Setidaknya ada 2 scene yang jadi favorit aku pas nonton…

Pertama kali Pangeran Nosan tersenyum.
Ini scene menurutkuuu… sebuah titik balik sang Pangeran bisa merasakan ketulusan hati orang lain. Selama ini, Pangeran Nosan berjuang mendapatkan kepercayaan dan kehangatan dari lingkungannya.

Yeaah, tau sendiri yaa..
Lingkungan istana yang serba bersaing dan menjatuhkan.

Beda banget sama warga desa yang guyub rukun — ibarat kate niyyh yee.. “Makan gak makan, asal kumpul…”
Ato kek Jack and Rose di Titanic “You jump, I jump!”

Scene berikutnya yang bikin aku terenyuh dan mewek sejadi-jadinya adalah scene flashback ketika Pak Kades ngliat Pangeran Nosan mainan air di sungai.

Wajah Pangeran Nosan begitu damaaiii… tanpa beban.
Seakan dia memang born to be warga desa Cheongnyeongpo.. bukan laggiii seorang Raja yang dimakzulkan karena fitnah sang paman yang keji.

Dan kalo nonton The King’a Warden, jang lupa menikmati suasana pedesaan yang lokasi syuting aslinya di Cheongnyeongpo dan Yeongwol (Provinsi Gangwon) — yang menjadi latar tempat sejarah asli tempat pengasingan Raja Danjong, termasuk area Eoso (tempat tinggal raja). Tempat ini memiliki keunikan geografis yang dikelilingi oleh sungai dan tebing karang sehingga mirip pulau.

Dan Mungyeongsaejae Open Set Studio (Gyeongsangbuk) — berlokasi di 1039 Saejaero, Mungyeong-eup, kompleks ini menjadi studio utama untuk set istana era Dinasti Joseon.

Buat yang pingin ke Korea, jan lupa main ke website Visit Korea buat scene Re-creation di lokasi syuting film The King’s Warden.

Ini tuh gak simple loohh..
Karena katanya kan, dalamnya hati seseorang gak ada yang tau yaa.. Berikut dengan luka yang mereka bawa.

Dengan hati yang sedih, Pangeran Nosan berada di lingkungan yang tepat.
Meski judulnya “pengasingan”, namun ternyata dengan ketulusan, akhirnya hati Pangeran Nosan yang penuh luka itu bisa perlahan mengering. Meski belum sepenuhnya sembuh dan pada akhirnya terpaksa kudu dibuka (paksa) karena ketauan bekerjasama dengan golongannya Prince Geumseong.

Prince Geumseong ini juga salah satu Paman dari Pangeran Nosan yang baik hatiiii…
Gak kayak si Han Myeong-Hoe (Raja Sejo) yang ambis banget pen naik tahta.

Prince Geumseong di film ini diperanin sama Ayangiiee Lee Jun-Hyuk — Abang sekretaris di drama Love Scout.

Akhir hidup Prince Geumseong juga ngenes dalam sejarah aslinya, gaiiss..
Ia ditangkap dan dihukum mati (diperintahkan bunuh diri) oleh Raja Sejo pada tahun 1457.

Karena sejatinya, kebutuhan psikologis dasar manusia adalah merasa diakui, berharga, dan diterima. Sehingga ketika hal tersebut sudah didapat, maka otak memproduksi dopamin yang menciptakan rasa senang dan sekaligus memotivasi yang membangun kepercayaan diri yang kuat.

Di sinilah kenapa aku bilang, ketika Pangeran Nosan tersenyum kembali itu titik balik dari semuanya hal baik, setelahnya.
Termasuk keberanian melawan Pamannya yang kek dakjjal ittuuh ((Rata Sejo))…

Jadi, inget-inget yaah..
Hidup yang damai dan nyaman itu adalah hidup yang saling bekerjasama, bukan saling menjatuhkan.

Trailer The King’s Warden (2026)

Karena setiap scene-nya begitu up and down..
Ya sediih, senang, ketawa, senyum-senyum sendiri sampai meweekk pas nonton endingnyaa…

Jadi, buat kamu yang mencoba membangkitkan semangat nonton drakor lagi kayak akuu.. bisa dimulai dengan nonton film The King’s Warden yang penuh keharuan.

Ini alasan sang Paman kenapa Pangeran Nosan segera dieksekusi setelah diasingkan.
Karena setelah diasingkan, akses Pangeran Nosan dengan Prince Geumseong malah berjalan lancar dan rencana mereka melalui surat-surat kaleng ini akhirnya ketauan.

Rencana menyerang sang Paman yang dzalim malah berbalik pada Pangeran Nosan sendiri, beserta Prince Geumseong.
Sediihh..

Dan dari Pangeran Nosan naik tahta di usia 12 tahun dengan gelar Raja Danjong, ia telah menikah dengan Ratu Jeongseon. Lalu tahta direbut oleh Pangeran Agung Suyang (pamannya) yang kemudian naik tahta dengan gelar Raja Sejo.

Film dan drama lain terkait kisah kudeta Raja Sejo terhadap Raja Danjong ini ada di..

  1. The Princess’s Man (Drama, 2011)
  2. The Face Reader (Film, 2013)

Sahabat lendyagassi ada yang suka dengan film atau drama sejarah juga?
Kuy nonton.. dan insight-nya gilaakk siih.. bikin kamu merenung lamaaa.. dan bersyukur karena hidup di zaman yang jauh dari “Lu salah, lu gue habisi…”

Serem amat yaakk??

With love,

79 pemikiran pada “The King’s Warden: The True Story of Danjong’s Death in Exile”

  1. Kasina banget yaaa nasib Raja muda ini…dijahatin pamannya sendiri yang ngebet pengen jadi raja. Diasingkan di desa terpencil, merasa bersalah karena rakyat dan pengikutnya dihabisi oaman yang jahat. Dan akhirnya mati juga….
    Nasibnya gini amat yaaa…saya jadi sedih baca reviewe filmnya ini. Lanjut nonton filmnya aja deh,,,,biar gak penasaran cerita lengkapnya….

    Reply
    • ya begitulah mbak kekuasaan membutakan seseorang. Segala cara akan dilakukan demi merebutkan posisi menjadi raja tak terkecuali keponakannyan sendiri kan ya
      hmm ceritanya menarik ini selalu saja ada intrik di kerajaan

      Reply
      • Lebih ke arah keserakahan membuat seorang paman jadi super kejam dan tega sama keponakannya sendiri ya.

        Sepanjang nonton ini film, mewek banget sih. Manalah wajah dan ekspresi pemeran utama itu udah bikin sedih pisan, macam orang sangat terluka dan depresi.

        The King’s Warden, film yang sangat menancap dalam ingatan. Beneran ngena sampai ke hati.

        Banyak pembelajaran berharga dan quote Tae-san itu makjleb.
        Salutnya kepala desa ini meski orang kampung, beneran tulus dan berusaha memberikan yang terbaik meski awalnya termotivasi ingin memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya.

        Reply
      • Istilahnya seperti, kekuasaan atau harta atau uang memang nggak kenal dengan yang namanya saudara ya, Kak. Jadi banget deh tuh pesaing yang mungkin perlu berebut, alias gontok-gontokan pun jadi demi dah semua demi

        Reply
    • Maaf typo, maksudnya tuh kasiaan koq jadi kasina yaaa. Meskioun berakhir sedih tapi saya kagum sama pangeran muda ini meskioun dijahatin pamannya tapi dia sabar dan mampu menjalani semua ujian dengan tabah. Pamannya jahat banget padahal itu keponakan sendiri. Kisah² drama kerajaan memang selalu negini yaa, ada aja anggota keluarga yang saling bertikai

      Reply
  2. Aku bersyukur banget, menyempatkan diri buat nonton Korea The King’s Warden. Soalnya aku suka nih film bercerita terkait sejarah. Walaupun aku tau, dari awal ini emang kisah tragis dan pasti pangerannya meninggal.
    Pemeran utama yang menjadi pangeran Bosan, beneran sendu wajahnya all out banget. Nggak heran kalau dia memenangkan award di Baeksang, penghargaan bergengsi itu.
    Sepanjang nonton, duh rasanya menyayat hati, ceurik pisan lah. Kepala desa ini tuh sosok yang gigih, dan hangat. Ia dan warga berjuang penuh ketulusan. Seorang pangeran yang sudah sangat putus asa dan merasa bersalah banget sama warganya pun bisa kembali bangkit. Mulai senyum, mau makan. Meski sempat mau bundir.
    Beneran banyak pembelajaran berharga banget sih. Sejarah kelam yang menyakitkan. Jahat betul pamannya, demi tahta tega banget ya.
    Aku suka pas pangeran mulai mau ngajar dan interaksi sama warga. Mulai berasa bangkitnya. Sebuah film yang patut di kasih dua jempol menurut ku.

    Reply
  3. aku penasaran banget sama film ini euy karena penontonnya sampai belasan juta dan menang banyak di baeksang. mana kalau lihat cuplikannya itu sedih abnget juga. semoga aja nanti aku bisa nonton filmnya

    Reply
  4. Aahh aku pengen nonton ini tapi suamiku gak suka nonton ini wkwk jadi aku pengen pergi sendirian deh kapan2 😛
    Udah baca review2nya walaupun sedih tapi tetep pengen nonton.
    Keren juga yaa film ini bisa mengangkat suatu daerah pedesaan yang punya pemandangan cakep, bahkan diabadikan di website, sehingga penonton juga bisa membayangkan suasana lokasi syutingnya.
    Yang jadi pak kepala desanya juga salah satu aktor senior yang selama ini suka jadi pemeran pembantu, mana wajahnya emang wajah orang susah banget wkwk 😀
    Drakor2 tema kerajaan kek gini malah bikin orang2 belajar sejarah Korea, jadinya malah lebih tahu raja2 Korea ketimbang raja2 di nusantara deh :p
    Mestinya kita bis abikin juga film kek gini yang bikin orang2 secara nggak langsung tertarik buat ngulik sejarah yaa.

    Reply
  5. Aahh aku pengen nonton ini tapi suamiku gak suka nonton ini wkwk jadi aku pengen pergi sendirian deh kapan2 😛
    Udah baca review2nya walaupun sedih tapi tetep pengen nonton.
    Keren juga yaa film ini bisa mengangkat suatu daerah pedesaan yang punya pemandangan cakep, bahkan diabadikan di website, sehingga penonton juga bisa membayangkan suasana lokasi syutingnya.
    Yang jadi pak kepala desanya juga salah satu aktor senior yang selama ini suka jadi pemeran pembantu, mana wajahnya emang wajah orang susah banget wkwk 😀
    Drakor2 tema kerajaan kek gini malah bikin orang2 belajar sejarah Korea, jadinya malah lebih tahu raja2 Korea ketimbang raja2 di nusantara deh :p
    Mestinya kita bis abikin juga film kek gini yang bikin orang2 secara nggak langsung tertarik buat ngulik sejarah yaa..

    Reply
  6. The King’s Warden yang diangkat dari kisah nyata ini menggambarkan proses penyembuhan luka batin, ketulusan, serta arti dihargai sebagai manusia. Akting para pemainnya keren yaaa, juga ada banyak pelajaran hidup tentang kasih sayang, keadilan, serta pentingnya saling mendukung dibanding saling menjatuhkan.

    Reply
    • Betul sekali. Pangeran yang diasingkan kondisinya sangat mengkhawatirkan sekali. Beneran deh itu pamannya jahat banget. Pangeran semudah itu harus dibuat trauma oleh intrik kejahatan demi merebut takhta. Sungguh bikin geram.

      Warga desa tempat pangeran di asingkan, sungguh beda, sangat hangat sekali. Banyak best momen apalagi pas di pinggir sungai, duh nyesss sampe ke hati.

      Makanya film The King’s Warden ini ratingnya tinggi dan di gandrungi sekali, karena emang bagus. Pemainnya pada totalitas. Pemeran utama pun dapat penghargaan bergengsi. Salut bangetlah.

      Reply
  7. Tragis ya kisahnya, duh dunia kerajaan konfliknya ribet banget, banyak intriknya dan kalau sudah jat, jahatnya kebangetan banget. Gemes ya paman pangeran yang dzolim itu
    Jujurly aku belum liohat film ini tapi dari reviewnya sepertinya banyak pelajaran yang bisa dipetik selain belajar sejarah

    Reply
    • Kyknya kalau tinggal di kerajaan malah nggak bisa tenang, khawatir siap dijemput malaikat mau setiap waktu kudu siap haha 😛
      Kyknya yang enak tu jadi pangeran/ putri biasa yang kalau udah gedhe keuar istana tapi tetep dikasi warisan tanah gede dan berkuasa di area itu ya. Kek lebih tentrem gak perlu ngurus negara, mikir diri sendiri aja, asal nggak niat kudeta aja wkwkwk 😀

      Reply
    • Drama yang diangkat lewat kisah kerajaan, suka memancing rasa penasaran ya Kak, apalagi kalau dibawakan dengan dramatisasi yang mengena, jadinya makin sesuatu. Tokoh jahatnya kek sempurna banget melakukan kejahatannya, begitu pun dengan yang baik yang se-sedih itu

      Reply
  8. Wah harus segera cuss ke Loklok ini, penasaran banget soalnya. Film dengan background sejarah itu memiliki keunikan sendiri, jujur saya lebih tertarik yang seperti ini dibandingkan dengan yang romansa. Biasanya banyak hikmah yang bisa diambil dari film seperti ini.

    Reply
  9. Bisa aja nyari cast yang cocok sama Pak Kades-nya hehe. Hidupnya luar biasa dah ya sama jabatannya, sampe nggak engehin itu rakyat ta’aruf sama nasi atau nggak huhu.
    Kalau udah mengangkat kisah kerajaan, bakalan asik sih, karena konflik dan intrik yang diangkat bakalan gereget

    Reply
  10. Belum ada keberanian buat nonton The King’s Warden ini, trailernya aja udah tragis banget.
    Film ini pun udah pasti bagus banget (meski belom nonton) soalnya kemaren borong awards

    Reply
  11. Wahhh baru yaa tayang bulan april jadi masih tergolong baru…
    Aku sebenarnya suka juga mba dengan film kolosal korsel ini apalagi based on true story jadi paslihat kita sedikit banyak juga belajar sejarah yang terjadi disana…dan kehidupan di istana ini tidak selalu seindah yang dibayangkan karena ternyata selalu ada saja pihak yg haus kekuasaan hihihi

    Reply
    • Energi kak, intrik dalam kerajaan itu memang sesuatu banget. Politiknya itu ada aja, ya kotor gitu dah.
      Tapi ketika diadaptasi menjadi drama, makin seru lagi sih, karena efek para pemerannya yang bisa memerankan dengan emosional

      Reply
  12. Film keren tahun ini nih. Jujur awalnya juga ga pasang ekspektasi apa2 sih dgn film ini. Kok kyknya berat di awal2, ga ada serunya jg. Eh pas agak endingnya, bikin mewek.

    Tp scene favoritku tuh pas bagian pak kades disuruh bunuh Danjong pake tali. Sumpah adegannya bikin mewek. Aku udh ngira, wah pak kades bakal jadi aktor terbaik di Baeksang. Eh malah Park Jihoon yang dpt. Kerennya, malah pak kades dpt penghargaan tertinggi di situ. Malah lbh kereeeen lg.

    Abis ini, Park Jihoon bakal melejit tuh dgn semua potensinya menjadi aktor. Perannya mkn beragam. Ga jadi anak sekolah yg suka dibully lagi. Kini bs jadi raja ampe yg terbaru jd koki. Keren lu Jihoon.

    Reply
  13. Sumpah baca cerita sejarah atau nonton film sejarah bikin miris ngenes dan baru paham, (selalu terpaksa paham) bahwa yang namanya KEKUASAAN selalu diiringi dengan kelicikan dan kezholiman terhadap satu pihak yang berseberangan…

    aku juga paham banget kalimat ini :
    sejatinya, kebutuhan psikologis dasar manusia adalah merasa diakui, berharga, dan diterima.

    Saat ini sedang merasa hal itu, difitnah dan dipermalukan oknum yang tidak bertanggung jawab dan anehnya juga aku ga tau dari mana asalnya 😭

    baca ini jadi relate dan brebes mili..

    Reply
  14. Aku sudah nonton film ini dan emamg sedih ceritanya. Walaupun aku nggak sampai nangis bombay hanya beberapa kali menitikkan air mata.
    Aku suka kalimat ini “Hidup yang damai dan nyaman itu adalah hidup yang saling bekerjasama, bukan saling menjatuhkan.” Tapi ya namanya manusia, ada saja serakahnya.

    Reply
  15. Halo mba Lendy. Udah lama aku nggak mampir di blog ini. Seru sekali membaca reviewnya yang masih konsisten. Aku termasuk senang sejarah. Jadi kayaknya film ini jadi salah satu rekomendasinya. Apakah film Korea tuh termasuk yang totalitas dalam berkarya. Makasih yaa

    Reply
  16. Mungkin, lokasi Cheongnyeongpo dan Yeongwol ini seperti perkampungannya di desa-desa yang ada di kecamatan di Cianjur Selatan tempat saya tinggal
    Saking jolok dan pelosok nya, di gugel map aja gak ada terdata lho…
    Dari pelosok sana itu, anak-anak nya banyak yg mondok ke kota kecamatan di Pagelaran tempat saya tinggal ini
    Mereka yg di pelosok, nganggap Pagelaran ini “kota” jaraknya hampir 2.5 jam kendaraan. Padahal, menurut saya yg tinggal di kecamatan Pagelaran, ini tuh kampung banget karena kalau mau ke kota kabupaten aja harus ke Cianjur kota, itu jaraknya dari tempat saya di kecamatan Pagelaran ya tiga jam kendaraan lagi…
    Kayanya kalo ada pangeran atau raja yg mau diasingkan ke Cianjur Selatan bagian pelosok nya lagi, boleh juga tuh. Hahaha.

    Reply
  17. Kutipan ‘kalau mau menyembuhkan luka batin, sentuhlah dengan hati’ itu benar-benar ngena banget. Kuncinya ternyata berada di lingkungan yang tepat meskipun dikatakan ‘pengasingan’. Di tengah intrik politik dan sejarah yang berat, film ini sepertinya pesan psikologis juga.

    Reply
  18. Ini nih keren Film kolosal, based on true story lagi, wajib nonton ah…
    Kalo di kerajaan mah Raja sendiri bisa di kudeta sama keluarganya sendiri, jangankan di Korea di Indonesia beberapa Kerajaan/kesultanan yang padahal ga punya kekuasaan politik otonom secara penuh untuk posisi Raja/sultan masih saja di perebutkan secara garis keturunan.
    Ini Yosan aja yang N nya cuma 1 nyarinya susah apalagi yang N nya 2

    Reply
  19. Karakter murung dan tragis begini emang spesialisasi Ji-Hoon banget sejak era Weak Hero. Kisah sejarah Raja Danjong yang diasingkan di Yeongwol ini emang aslinya nyesek parah di dunia nyata, jadi kebayang betapa emosionalnya film ini pas ditonton.

    Ditunggu kelanjutan ulasannya, ya!

    Reply
  20. Aku lihat trailer nya kayak. Yang sedih gitu. Baca ini tuh kesannya yang damai, gimana sih caranya menjadi damai dengan keadaan yang gak enak. Narimo ing pandu kata suamiku sih

    Reply
  21. Masukin list ah, jadi kepengen nonton deh. Seru kalau kisah dengan latar belakang kerajaannya gini tuh. Apalagi Park Ji-Hoon sampai berhasil bawa pulang 2026 (62nd) BaekSang Arts Awards. Sebagus itu acting nya kawan!

    Reply
  22. Ini mah genre film kesukaan ku banget aku catat ya mba ….penasaran mau nonton. Seru pastinya, penontonnya aja sampai jutaan dan mendapat banyak penghargaan keren nih. Film sejarah dengan memuat pesan psikologis yang sangat menyentuh.

    Reply
  23. Aku belum nonton tapi lumayan banyak membaca ulasannya. Denger-denger tentang endingnya kebayaang sad banget pasti. Drama kerajaan ini termasuk yang cukup berat buatku Mbak, makanya jarang nonton. Capek banget ngikutin intrik keluarga kerajaan tuh. Kecuali fantasy dan atau romcom biasanya aku trabas. Haha..

    Reply
    • Yang iniiih.. aselinya ga terlalu lelah dengan intriknya siih..
      Karena satset banget dan fokeusnya ke Pangeran Nosan.
      Di sejarah aslinya pun kek memang sesingkat padat eksekusi mati. Dah! END.

      Reply
      • Nah, bener sepakat banget. Aku sampe nonton dua kali film Korea The King’s Warden dan rasanya tetap sama. Duh beneran mewek sedih ngebayangin jadi pangeran Nosan. Punya paman super kejam dan ambisius sekali.

        Padahal, ketika pangeran udah mulai mau makan, rasanya seneng deh. Mulai senyum. Terus interaksi sama warga. Apalagi scene pas main air di tepian sungai, berasa damai hati ngeliatnya.

        Asli pemeran utama kece parah sih dan pantes film yang satu ini dapat rating cakep. Bahkan pemeran utama dapat penghargaan juga di Baeksang.

        Semangat nulis terus ya Mba Lendy, semoga blog WP nya aman terus kedepannya ya. Selalu senang baca review mba yang mendetail. Jujur aku suka drama sejarah.

        Reply
    • Orang-orang Korea aware banget ya dengan sejarahnya jadi kalau ingin mengadaptasi ke film atau drama harus akurat kalau ngga bakal diboikot penonton.. ngga mudah ya bikinnya..

      Reply
  24. Keren ih filmnya meskipun belum sempat nonton tapi dapat penghargaan di Baeksang Art Awards 2026, ngak tanggung-tanggung dapat grand prize. Memang sekeren itu kisahnya, jadi ingat drakor lama Princess’s Man yang menceritakan kisah yang sama. Akting Park Ji Hoon juga keren, ngak salah kalau dapet Best New Aktor. Nungguin siapa tahu turun di Netflix.

    Reply
  25. moga cepet beres yaa masalahnya mbak. Kemarin ku juga ada masalah serupa. makanya sempet down semaleman wkwkwk

    Kesian banget baca cerita idupnya si pangeran layu iniiii. Udah mah yatim piatu, ketambahan ketemu sama paman yang dakjal pulak! Hiks.
    Yang bikin sedihnya lagi, aku bisa tau kalo ending film ini bakalan sedih sejak baca judulnya doang, heuheu.

    Reply
  26. Saya gak sukanya film sejarah tuch, ya karena sudah tahu endingnya, namanya juga sejarah, kejadian masa lalu yang sudah tercatat & kadang endingnya itu tidak sesuai dengan harapan kita, kan sebel ya? Kayak film ini, endingnya di Raja Nosan memang mati dibunuh, kan sedih ya?

    Reply
  27. Drama banget ya filmnya, yaiyalah namanya juga film hehehe. Btw yangban bisa jadi berkah ya buat desa yang ditinggali, tapi kasian banget lihat mukanya tertekan syekali ya…., bayangin aja biasa tinggal di istana yang mewah ini jadi tinggal di negeri antah barantah

    Reply
  28. Oh JD Krn dia ketauan surat2an dengan pangeran 1 nya lagi, makanya dihukum mati ya mba. Awalnya aku bingung, udah diasingkan kenapa hrs dibunuh juga.

    Tp film ini ga mau aku tonton, Krn udah baca spoiler nya. Bakal nangis sih kalau sad ending begini.

    JD memang dah bener baca spoiler aja, ga usah nonton langsung 😅😅. Mana kisah nyata pula. Makin lama ntr mukaku bengep 🤣

    Reply
    • Iyaa…
      Karena Pangeran Geumseong secara kedudukan bukan pewaris tahta dan masih menganggap keponakan yang diasingkan ini berhak memimpin Kerajaan.
      Jadi ngajakin buat kudeta si paman dakjal ituuh..
      Ternyataaaa.. ada yang cepu.
      Jadi rencana yang dibuat gagal dan malah semakin bikin sang paman mantep buat mengeksekusi Pangeran Nosan.

      Reply
  29. Kalau nonton film Saeguk gitu jadi tahu ya gimana intrik politik kerajaan gitu. Mirisnya ya gini kadang paman mengorbankan keponakan dan bahkan kadang anaknya sendiri buat melanggengkan kekuasaan

    Reply
  30. Ikutan bangga ih sama Park Ji-Hoon! Akting murungnya dari Weak Hero emang juara, pantesan langsung nyabet Best New Actor dan Most Popular di Baeksang 2026 kemarin. Mana Yu Hae-Jin dapet Daesang pula, makin valid kalau film ini masterpiece!

    Reply
  31. duhhhh ceritanya ngenes banget ya mbaaa…kasian anak kecil ini yang seharusnya dilindungi malah di ekploitasi diasingkan dengan segala rasa salah yang dibebankan kepadanya…
    saat dia mulai merasakan kehidupan dan semangat kembali harus dihancurkan bahkan oleh pamannya sendiri ini…memang harta dan tahta ini membuat seseorang lupa yang namanya hubungan darah hingga tega membunuh ponakannya sendiri ;(

    Reply
  32. duhhhh ceritanya ngenes banget ya mbaaa…kasian anak kecil ini yang seharusnya dilindungi malah di ekploitasi diasingkan dengan segala rasa salah yang dibebankan kepadanya…
    saat dia mulai merasakan kehidupan dan semangat kembali harus dihancurkan bahkan oleh pamannya sendiri ini…memang harta dan tahta ini membuat seseorang lupa yang namanya hubungan darah hingga tega membunuh ponakannya sendiri ;(

    Reply
  33. Ini kan bukan drama pertama Park Ji-Hoon yah, tp kok dia bisa memang kategori Best New Actor? ..aku kira penghargaan untuk kategori itu terbatas buat yang benar-benar baru terjun di dunia film/drama. Setidaknya dua tiga tahun. Eh, lucu banget request didatengin yangban yang diasingkan, ternyata biar bisa merasakan berkah bangsawan yah.

    Reply
  34. saya termasuk suka film berlatar sejarah. Nonton film kerennya, nambah pengetahun juga hehehe. Apalagi ini cerita sekali habis.
    Dan memang ya, sudah jadi rahasia umum soal guling menggulingkan tahta di lingkungan kerajaan. sampai bahkan hubungan darah pun tak berarti lagi. penasaran nih, mau nonton The King’s Warden.

    Reply
  35. Saya sebenarnya bukan penggemar film-film bergenre kerajaan Korea, ada beberapa yang saya suka kalau memang direkomendasikan untuk ditonton. Saat ini masih banyak drama Korea yang waiting list, mungkin ini bisa masuk sebagai rekomendasi.

    Reply
  36. Hahaha semangat ngeblognya terasa banget 😆 Memang kadang yang paling susah itu bukan memulai, tapi menghidupkan lagi kebiasaan yang sempat berhenti. Ditambah blog lagi error tidak bisa upload gambar, pasti bikin makin gemas yaa 😭

    Reply
  37. Gak bisa gini, Kak, tanggung jawab, haha! siapin tisu jangan lupa. terus nonton yang kitchen itu beneran bikin mjules ngakak ngga abis-abis.

    Reply
  38. Park Ji Hoon sibuk bener ya, disebelah jadi koki tentara disini jadi raja, hahahaha. tapi aku kangen akting dia main film laga sih sebetulnya, nah yang ini the king warden aku belum nonton sih, baca reviewnya teteh aku jadi pengen nonton juga.

    Reply
  39. waktu nontonin acara BaekSang Award kemarin, rasanya memang semua drama atau film yang menang, pengen aku tontonin, tapi apalah daya itu semua nggak sanggup aku tonton.
    Tapi pas film the kings warden ini menang, aku juga penasaran, apalagi ceritanya tentang sejarah atau kolosal gitu.
    Waktu tau pemain utamanya menang, aku langsung kepoin dia, ternyata aku nya aja yang kurang apdet, ternyata doi pernah acting sebelumnya. Makin penasaran liat sendiri nih

    Reply
  40. Perjalanan ke desa pengasingan udah mirip kek lagu ninja hattori ya dikit-dikit.

    Mendaki gunung, lewati lembah. Hehehe….

    Kasihan juga si raja yang diasingkan. Harus melewati duka atas meninggalnya kedua orang tuanya terus-terusan.

    Merasa bersalah itu nggak enak banget. Nurut meskipun harus diasingkan

    Reply
  41. Ikutan bangga juga sama Park Ji-Hoon, aktingnya dari Weak Hero ke karakter murung Pangeran Nosan emang gak pernah gagal bikin nyesek. Apalagi pas Kakak bahas scene dia tersenyum pertama kali berkat ketulusan warga desa, langsung kerasa healing-nya, meskipun tahu ending-nya bakal tragis. Lesson learn-nya ngena banget, tulusnya hati emang obat paling ampuh buat luka batin.

    Reply
  42. Ya iyalah menang. Ibarat kata nih, di desa yang se-terpencil itu, Yangban nggak bakalan bisa balik ke tempat asalnya untuk melakukan kudeta. Minimal, Yangban nggak bisa balas dendam gitulah ya.

    Reply
  43. Nonton ini nangis nangis trus langsung nonton Ongoing Kitchen Soldier berasa krisis identitas. Liat Jona berubah jadi prajurit jago masak wkwwkkw.. tapi asli selalu bagus aktingnya. Mau serius ataupun plenger kusuka Park Jihoon

    Reply
  44. Review-nya seru karena tidak hanya membahas alur cerita, tetapi juga mengaitkannya dengan sejarah asli yang melatarbelakangi drakor ini. Aku baru tahu kalau kisah Danjong memang memiliki akhir yang begitu tragis dalam sejarah Korea. Semakin menarik karena ternyata ada beberapa bagian yang dibuat berbeda dari catatan sejarah aslinya. Rasanya film seperti ini cocok ditonton oleh orang yang suka drama sejarah sekaligus ingin mengenal kisah nyata di baliknya. Ah jadi pengen nonton

    Reply
  45. Review-nya bikin penasaran! Padahal tadinya cuma iseng mampir, eh malah jadi pengen langsung nonton The King’s Warden. Penjelasannya dapet banget, nggak yang kebanyakan spoiler jadi tetep bikin nagih. Nice info, mbak!

    Reply
  46. Keren ulasannya! Kayaknya filmnya tipe yang worth it banget buat ditonton sampai habis. Thanks ya buat rekomendasinya, Kak!

    Reply
  47. Memang ya kalo kita menghayati dan menikmati alur, pasti mewek banget. Tergantung cerita yang disajikan. Artinya film ini bagus banget.
    Btw, saya juga lagi nonton drakor nih, teaching your lesson (kalo gak salah) cerita tentang dunia pendidikan di Korea yang penuh dengan bully dan menjadi ajang politisasi elit di sana. Walau baru satu episode tapi sepertinya bakal seru juga episode lanjutannya karena ada keterlibatan elit.

    Reply
  48. Nggak hapal nama yang jadi Pak Kades tapi dia tuh emang aktor kawakan banget yaaa. Sering banget liat main di drakor sama di film… Aktor senior hebat!

    Park Ji Hoon lagi, Ya Allah keren amaaaaat itu ekspresinya. Nggak salah sih kalau bisa menang daesang. Aku tuh belum nonton film ini tapi udah banyak liat reviewan orang yang blang keren banget filmnya. Bikin nangis juga! Huhuw Kuat nggak ya aku kalo nonton Kings Warden ini… :’)

    Menantikan film-film sama drama dari Park Hi Hoon berikutnya. Ah, keren banget idol yang sekarang jadi aktor!

    Reply
  49. Ulasan novelnya juara, Kak Lendy! Pemilihan katanya bikin penasaran banget sama dinamika karakternya. Review-nya sukses membangun tensi cerita tanpa harus ngerusak keseruan plot aslinya.

    Reply
  50. Aku termasuk yang suka cerita drama kolosalnya Korea, entah kenapa selalu saja menarik. Mana jadi apal raja-raja Korea pula, hahaha. Coba di Indonesia semenarik itu kita jadi mudah belajar sejarah. Emang yak kerajaan Korea itu rada ribet, sekelas pangeran kadang harus diasingkan, diburu nyawanya, kek hidup sumpek gitu nggak ada tenang-tenangnya.

    Unik juga ceritanya, ada desa yang sengaja mengajukan diri buat tempat pengasingan bangsawan. Ini keliatan banget jurang ekonomi era kerajaan yak, yang diistana mewah yang di pelosok serba kekurangan. Kondisi kaya gini misal dipimpin sama raja yang bengis apa nggak kaya neraka dunia coba 🙁

    Reply
  51. Paman jahat sama ponakan, padahal keluarga sendiri. Kynya jaman kerajaan ada aja intrik² ky gitu ya, yg intinya demi kekuasaan. Aku suka film berlatar sejarah.. Krn ky nonton kisah nyata ya, bukan fiksi, meskipun pasti ada aja yg beda dr kisah aslinya.. Ehh ini ceritanya mengandung bawang yaa hmm. hrs siapin tisu dong nontonnya

    Reply
  52. duh, asli, jadi pengen nontooonn. Tapi masih cari waktu luang banget inii, hiks. Aku catet dulu kali ya, begitu udah lowong, baru gas nonton. Kemarin aja lagi baru mau mulai teach you a lesson, baru eps 2 belum lanjut lagi, huhu.

    Reply
  53. Aku nonton film ini acting nya parkk ji hoon daebakkkk.. mimik wajahnya lho bisa sekeren itu menjiwainya.

    Gara² film ini aku jadi nonton drakornya yang the legend kitchen itu. Asli penjiwaannya bagus.. syukaaa… 😍

    Sayangnya film ini sad end, berharapnya bisa bebas lho minimal hidup lah sama warga desanya.. 🥲

    Reply

Tinggalkan komentar