Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

Road to Boston, Perjuangan Im Siwan Maraton Hingga ke Amerika

Review Sinopsis Ending Film Korea Boston 1947 1947보스톤 2023

Review Sinopsis Film Boston 1947 (2023) — Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Film Road to Boston ini diangkat dari kisah nyata, seorang atlet maraton yang berjuang di masa-masa Korea baru aja memperoleh kemerdekaannya. Dimana negara mereka belum dapet pengakuan dari seluruh dunia atas kedaulatan sebagai negara merdeka.

Sama seperti Indonesia yang katanya uda merdeka di tahun 1945, tapi nyatanya penjajah masih aja bercokol hingga beberapa tahun setelahnya dan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara yang merdeka adalah Mesir, India, Palestina dan Australia.

Gimana dengan Korea?
Nasibnya kurang lebih sama seperti Indonesia dan fakta bahwa hari kemerdekaan dua negara ini tidak berbeda jauh, hanya beda 2 hari, ini hal yang menakjubkan, kan?

Prolog Film Road to Boston, 2023

Jadi, gimana kisah perjuangan atlet maraton Korea yang bernama Suh Yun-Bok di Film Road to Boston?
Kuy simak review sinopsisnya di artikel berikut ini yaa..

Let’s get it~

Film Korea Road to Boston (2023)

Boston 1947

Profil Film

Judul : Road to Boston/ Boston 1947
(1947 Boston/ 1947보스톤)

Director : Kang Je-Gyu
Penulis Film : Lee Jung Hwa

Pemeran Utama Film Boston 1947 (2023) :

Ha Jung-Woo – Son Kee-Jung
Im Si-Wan – Suh Yun-Bok
Bae Sung-Woo – Nam Seung-Ryong

Cameo :

Park Eun-Bin
Hwang Ja-Neung – athletics club player

Genre : Drama, Sports
Release Date : September 27, 2023
Runtime : 113 minutes
Distributor : Lotte Cultureworks

Rating: 4/5

Sinopsis Road to Boston

Suh Yun-Bok (Im Si-Wan) adalah seorang mahasiswa Korea Selatan yang jago lari maraton. Ia ikut pertandingan maraton dalam rangka memperingati 10 tahun atlet maraton legendaris pemenang Olimpiade Berlin 1936, Son Kee-Jung (Ha Jung-Woo) yang juga atlet idolanya.

Saat Suh Yun-Bok memenangkan medali emas, ia berjabat tangan langsung dengan atlet idolanya dan merasakan bukan sesuatu yang istimewa. Karena kilau Son Kee-Jung terasa gak seterang dulu lagi. Kini ia hanya seorang atlet yang gak ikut kejuaraan dimanapun, jobless, gak punya penghasilan dan berakhir dengan mabuk.

Quote Suh Yun-Bok, Film Road to Boston, 2023
Im Siwan memerankan atlet maraton legendaris Korea, Suh Yun-Bok

Karena imej gagal dari sang idola dan berakhir bahwa Suh Yun-Bok harus menerima kehidupan nyatanya lagi, yakni mahasiswa miskin yang harus kerja keras membiayai Ibunya yang sakit dan kuliahnya.

**FYI, gak semua orang bisa kuliah di tahun itu yaa..
Hanya anak cerdas yang bertekad kuat yang mampu menginjakkan kaki di kampus.

Dengan Berlari, Kamu Bisa Meraih Mimpi?

Sejak kemenangannya di pertandingan kemarin, Suh Yun-Bok terus dibujuk oleh seorang pelatih maraton ternama yang juga atlet maraton Korea pada masa itu, Nam Seung-Ryong (Bae Sung-Woo). Ia meminta Suh Yun-Bok untuk ikut ke dalam tim lari maratonnya dan masuk ke pemilihan atlet Olimpiade London.

Namun, kenyataan pahit harus ditelan karena Korea gak bisa maju ke Olimpiade London karena belum dianggap sebagai negara merdeka. Namun, kekecewaan ini gak lama karena ada kabar bahwa John Kelly, seorang maraton US yang pernah dikasih sepatu oleh Son Kee-Jung memenangkan Olimpiade Boston 2 tahun berturut-turut berkat sepatu yang diberinya.

Fakta Film Road to Boston, 2023
Ha Jung-Woo memerankan atlet Son Kee-Jung, legendaris maraton pemenang Olimpiade Berlin 1936

Kenyataan lainnya adalah Suh Yun-Bok gak mau lari karena GAK ADA UANGnya.
Sedangkan saat ini yang dibutuhkan adalah UANG UANG UANG.

Jadi, apakah Suh Yun-Bok tetap bisa dapat uang dari hal yang disukainya, BERLARI MARATON?

Titik Balik Kehidupan Suh Yun-Bok

Dari yang awalnya Suh Yun-Bok gak mau gabung di tim lari maraton milik Nam Seung-Ryong, akhirnya mau.
Alasannya?

Karena dikasi uang sama Nam Seung-Ryong (diyam-diyam, tanpa diketahui rekan lainnya bahkan coach Son Kee-Jung).

Berlari degan cepat, karena Suh Yun-Bok adalah pegawai resto sekaligus melayani pesan antar
Quote Film Road to Boston, 2023

Karena Suh Yun-Bok akhirnya ketahuan kalo disogok sama coach Nam Seung-Ryong, trus dia dapet hukuman doonk sama coach Son Kee-Jung. Disuruh lari 100 putaran lapangan (setara 40 km), padahal sebelumnya, dia uda maraton 20 km.

Quote Film Road to Boston, 2023
Mengenal sosok Suh Yun-Bok

Salahkah menerima uang untuk berlari maraton?
Itu alasan Suh Yun-Bok.

Dan beberapa hari kemudian, coach Son Kee-Jung memahami kenapa ia melakukan demi uang.
Uangnya buat biaya rumah sakit sang Ibu yang sakit kanker hati. Dan ternyata harus meninggal sebelum melihat Suh Yun-Bok sukses.

Hiiks~

Suh Yun-Bok Goes to Boston Olimpiade

Setelah adegan marahan, Suh Yun-Bok beneran ga dateng-dateng lagi ke tempat latian maraton. Dan memang dari segi kemampuan, ketahanan fisik, dan kesungguhan ((dari sorot mata)), gak ada yang bisa ngalahin Suh Yun-Bok. Akhirnya.. saat Ibu Suh Yun-Bok meninggal, Suh Yun-Bok kembali dengan janji bahwa ia akan melakukan apapun yang ia sukai mulai sekarang dan SUKSES meraih kemenangan.

mengenal sosok Suh Yun-Bok di Film Boston 1947

Masalah Suh Yun-Bok beres.
Giliran mau ke Boston buat ikutan Olimpiade, malah gak punya modal.

Ayaa masalah deuii~
Jadi kalo ke Amerika tuh kudu punya deposit. Apalagi Korea ini belum diakui secara de jure sama banyak negara sebagai negara merdeka, jadi dianggap warga Korea yang ke Amerika bakalan nambah beban negara kalok gapunya modal hidup yang cukup. Takut jadi gelandangan, gitulaah..

Di saat kefefet gini.. apa yang bisa dilakukan kedua coach-nim Suh Yun-Bok?
Bisakah Suh Yun-Bok bertanding hingga ke Boston?

Kesan Nonton Road to Boston

Meweekk dereess~
Aku suka film berdasarkan sejarah begini. Dulu pernah ada film serupa, yang main Rain sama Kang Sora, dengan judul film Race to Freedom: Uhm Bok Dong (2019). Ini juga karakter legendaris Korea di olahraga sepeda atau cycling. Tapi aku gak sampai nangis parah.. Kalo film Road to Boston, GILAK siih.. pemerannya bisa banget transfer energi ke penonton.

Film yang berdasarkan sejarah lainnya yang bisa ditonton:
Film A Taxi Driver (2017)
Film Escape from Mogadishu (2021)

coach Son Kee-Jung

Sejarah Coach Son Kee-Jung

Meskipun ia hanya pelatih Suh Yun-Bok, tapi sejarah mencatat bahwa perjuangannya atas maraton untuk mengibarkan bendera Korea dan membuat lagu Kemerdekaan Korea bergaung di luar negeri punya andil sangat besar.

Karena saat kemenangannya di Berlin pada tahun 1936, ia tidak bisa berbangga diri karena bajunya bergambar bendera Jepang. Memang saat itu Korea dibawah kekaisaran Jepang. Lalu, kemenangannya di klaim adalah kemenangan Jepang.

Sehingga ketika akan mendaftar Olimpiade London, kemenangan ini ditolak oleh asosiasi karena gak sah untuk diakui Korea. Padahal mah ya, Son Kee-Jung mah aseli kebangsaan Korea, namun memiliki nama Jepang SON KITEI. Dari hal yang gak adil seperti ini, membuat Son Kee-Jung makin termotivasi melatih Suh Yun-Bok.

Tujuannya hanya satu.
Membawa Korea ke kancah dunia Internasional dan membuat Korea diakui sebagai negara merdeka.

Orasi Son Kee-Jung di depan asosiasi maraton Boston, ia memperjuangkan Suh Yun-Bok untuk bisa berlari dengan bendera Korea di dadanya agar gak seperti dia lagi

Sejarah Coach Nam Seung-Ryong

Di tahun yang sama saat Olimpiade Berlin 1936, sebenernya Son Kee-Jung gak menang sendiri. Ia dapat medali emas, sedangkan Nam Seung-Ryong mendapat medali perunggu. Sama seperti rekannya, Nam Seung-Ryong pun tertunduk malu dan bernyanyi sambil menutupi dadanya yang berbendera Jepang.

Foto asli Son Kee-Jung dan Nam Seung-Ryong di Olimpiade Berlin 1936

Dan Sejak kemenangannya yang di klaim sebagai kemenangan untuk Jepang, Jepang meminta Son Kee-Jung dan Nam Seung-Ryong untuk berhenti berlari. Ini bagi seorang atlet bagaikan kedua kakinya dipotong ((secara perumpamaan yaa..)).

Peran Media dalam Kemenangan Son Kee-Jung dan Nam Seung-Ryong di Olimpiade Berlin 1936

FYI, para media pada zaman perang tidak satupun yang memihak Korea pada kemenangan mereka. Semua media memberitakan bahwa Son Kee-Jung dan Nam Seung-Ryong adalah orang berkebangsaan Jepang. Padahal, saat diwawancara dan saat penandatanganan dokumen apapun, Son Kee-Jung selalu membubuhkan bendera Korea dalam lembaran kertasnya.

Dan peran media Korea saat itu, sangat besar.
Semua surat kabar di Korea memburamkan bendera Jepang pada foto-foto Son Kee-Jung. Pada harian Korea Dong-A Ilbo, yang masih ada sampai sekarang, memuat foto tersebut dengan bendera Jepang yang telah dihilangkan dan di taruh sebagai cover halaman depan pada surat kabar tanggal 25 Agustus. Segera setelah itu, pemerintah Jepang menutup Dong-A Ilbo selama sembilan bulan dan menangkap, kemudian menyiksa, delapan wartawannya.

**ini juga diceritain sekilas di Film Road to Boston.

Trailer Road to Boston (2023)

Cast Boston 1947 : Ha Jung-Woo, Im Si-Wan, Bae Sung-Woo

Sejarah bercerita bahwa perjuangan bisa dalam bentuk apapun. Gak harus mengangkat senjata, tetapi melalui cabang olahraga. Dan yang aku salut adalah ketiga atlet maraton ini adalah kaum terpelajar. Baik Son Kee-Jung, Nam Seung-Ryong dan Suh Yun-Bok.

Yang mana, belajar pada zaman itu adalah sebuah hal yang langka.
Eh, aku uda cerita di atas yaah..

Dan di akhir film Road to Boston, diceritakan sejarah mengenai ketiga atlet ini hingga akhir hayatnya. Dan akhirnya, Suh Yun-Bok berhasil memecahkan rekor maraton dunia dengan jarak 42.195 km dan catatan waktu 2:25:39 di usianya yang masih 24 tahun.

Suh Yun-Bok memecahkan rekor dunia dengan berlari 42.195 km dalam waktu 2:25:39

Suka doonk, sama filmnya?
Kuy nonton!

With love,

Exit mobile version