Review Film Broker (브로커) 2022 – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Film yang aku tungguin banget dari mulai kabarnya tayang perdana di Film Cannes, Perancis pada akhir Mei 2022. Selain film Broker, kabarnya ada 1 film Korea lagi yang juga tampil di ajang bergengsi industri perfilman Eropa tersebut, yakni Decision to Leave.
Nah, karena Film Broker ini dibintangi oleh aktor yang gak asing lagi, tentu sangat mengundang perhatian. Dari segi cerita sih, drama banget yaa.. Tapi dari segi karakter dan dramatisasi, aku bilang oke banget. Soalnya pas nonton, aku bisa merasakan perasaaan seorang Ibu ketika melihat anaknya “dijual” ke orangtua lain.
Bagaimana cerita selengkapnya Film Broker?
Film tentang apa Broker?
Dan bisa ditonton dimana Film Broker sub indo 2022?
Simak review dan sinopsis ending Film Broker berikut ini.
Let’s get it~
Film Broker (2022)
Profil Film
Judul : Broker
(Broker/ 브로커)
Director : Hirokazu Koreeda
Penulis : Hirokazu Koreeda
Pemeran Film Broker (2022):
Song Kang-Ho sebagai Sang-Hyun
Gang Dong-Won sebagai Dong-Soo
Bae Doo-Na sebagai Detective Soo-Jin
IU sebagai So-Young
Lee Joo-Young sebagai Detective Lee
Im Seung-Soo sebagai Hae-Jin
Genre : Drama
Release Date : June 8, 2022
Runtime : 129 minutes
Rating : 3/ 5
Sinopsis Film Broker (2022)
Broker, yang bermakna perantara adalah sebuah aktivitas menyalurkan bayi-bayi yang tidak diinginkan untuk bertemu dengan orangtua asuh namun dari jalur ilegal. Kabarnya, kalau ingin mengangkat hak asuh anak di Korea itu terbilang sulit bin ribet. Apalagi yang diadopsi melalui jalur ilegal begini, biasanya terkendala masalah dokumen.
Dan kisah film Broker ini mengangkat keresahan warga Korea di dunia nyata mengenai “Baby Box”, sebutan untuk bayi-bayi yang ditinggalkan begitu saja oleh orangtuanya dan diasuh oleh pendeta.
Lho, kok diasuh sama pendeta?
Kalau sahabat lendyagassi menonton drama yang berjudul “Save Me” maka tahu bahwa anak-anak panti ini berada dibawah asuhan pendeta dan mereka hidup dari uang para donatur yang berbaik hati.
Berdasarkan data di Korea masa kini, jumlah orangtua yang menelantarkan bayi meningkat sedangkan jumlah orangtua yang mengadopsi, menurun. Mereka lebih memilih menjadi donatur sehingga tidak mengangkat secara legal dan menjadi bagian dari keluarga di Korea.
((sedih banget))
Karakter IU sebagai Mamah Muda yang Bernama So-Young
So-Young – adalah karakter yang diperankan Lee Ji Eun (nama asli IU). Seorang mahmud (mamah muda) yang beneran muda baget, namun tega menjual anaknya yang ia beri nama Woo Sung. Bayi yang usianya kira-kira 5 bulan itu terlihat sedang gemas-gemasnya. Kenapa So Young tega menjual bayinya?
Awal mulanya, So Young meletakkan begitu saja sang bayi di kotak yang disebut “Baby Box”, namun dengan catatan siapa nama Ibu dan nomer yang bisa dihubungi. Ketika sang bayi diambil oleh Sang-Hyun (Song Kang-Ho) dan Dong-Soo (Gang Dong-Won) untuk mencari orangtua asuh bagi sang bayi, So Young pun dihubungi.
Dari sini perjalanan menemukan orangtua asuh dimulai.
Para orangtua asuh mendapatkan informasi bahwa ada bayi sehat, lengkap dengan data bayi dan asal-usulnya. Kemudian sang pembeli melihat langsung bayi yang akan mereka adopsi. Saat bertemu dengan pembeli pertama, pengadopsi sangat kasar dengan mengatakan bahwa bayinya gak sesuai kaya di foto, apa di photoshop?
((yaelaa…aku dengernya juga KZL! Sekate-kate foto bayi uda pake filter yaak?!?!))
Dan So Young pun dengan berani memarahi calon pembeli dengan mengatakan, “Jangan mengatakan hal buruk tentang anakku.” Gitu yaa.. Kira-kira, hehehe..soalnya di sini So Young pake kata-kata kasar, cuy! Gak mungkin aku tulis di blog kan yaa…
Karakter Song Kang-Ho sebagai Broker Sang-Hyun
Sang-Hyun – Adalah otak dari segala kejahatan ilegal ini. Namun Sang Hyun bukan orang yang jahat. Ia melakukan ini atas nama sukarela, gak maksa. Dan ketika bayinya sudah masuk ke dalam “Baby Box”, maka ia akan dengan sungguh-sungguh merawat sang bayi.
**lihat dari cara gendongnya Song kang Ho (kanan) kan digendong peluk, tanpa gendongan agar bayinya nempel, jadi lebih tenang dan gak mudah nangis.
Ada scene dimana Baby Woo Sung demam dan muntah. Dengan gercep, Sang Hyun membawanya ke dokter dan memeriksakan kondisi baby Woo Sung, hingga So Young pun terharu, karena sebagai mahmud, ia beneran panik, gak tau apa yang harus dilakukan dan ia juga khawatir kalau Baby Woo Sung ketahuan anak ilegal karena belum punya dokumen apapun.
**Kalau di Indonesia, semacam akta lahir gitu yaa.. Kalau di Korea, bayi dapat nomer, kaya NIK gitu. Yang bisa dibuka secara online dan ketahuan data lengkap sang bayi. Jadi memudahkan bayi negara ketika sang anak membutuhkan perawatan medis atau terkait dengan urusan negara lainnya (termasuk pendidikan, nantinya).
Perjalanan Menemukan Orangtua Asuh VS Dikejar Polisi
Sebenarnya, aktivitas ilegal mereka sudah terendus polisi sedari awal cerita. Dan di film Broker ini yang menjadi polisi adalah Bae Doo-Na dan Lee Joo-Young. Karakter keduanya sebenernya hanya berperan di akhir cerita, karena dari awal sampai pertengahan cerita tuh kaya distraksi banget, menurutku.
Baca juga: Bae Do Na dalam drama The Silent Sea
Keduanya mengikuti setiap pergerakan So Young dan tim broker Sang-Hyun, Dong-Soo, dan seorang anak panti yang diam-diam menyelinap di dalam mobil, Hae-Jin untuk mencari pembeli yang tepat.
Perjalanan melewati banyak hal, banyak kisah dan cerita bersama. Mendadak menjadi romantis banget gitu..ceritanya. Bukan, bukan bumbu romance antar karakternya, meski ada scene dimana Dong-Soo menginginkan mereka menjadi keluarga aja ketimbang menjual baby Woo Sung, tapi banyak scene “keluarga” yang ditampilkan.
Jadi, bagaimana akhir kisah Film Broker?
Akankah So Young bahagia setelah mendapatkan uang dari hasil menjual baby Woo Sung?
Kesan Nonton Film Broker (2022)
Sedih sih yaa..
Film Broker ini menyajikan isu sosial yang kini sedang kita alami sehari-hari. Anak-anak yang tumbuh tanpa orangtua. Kurangnya kasih sayang dan tak jarang juga seperti kisah film Coin Locker Girl, abandoned child.
Anak-anak terlantar yang datangnya gak sengaja dari seorang Ibu yang gak siap menerima konsekuensi hamil atas hubungan badan karena ia dipaksa melakukan hal tersebut. So Young adalah anak yang demikian. Ia dibesarkan oleh seorang mucikari sehingga diminta untuk melayani om-om dan akhirnya hamil.
Ketika baby Woo Sung lahir dan sang Ayah baby Woo Sung terbunuh, maka keluarga Ayah Baby Woo Sung yang berasal dari keluarga terpandang pun berusaha merebat baby Woo Sung dari tangan sang Ibu yang dinilai seorang perempuan gak bener.
Jadi apa alasan IU keukeuh menjual anaknya?
Ternyata bukan uang motifnya, gengs..
Ia hanya ingin anaknya tumbuh penuh cinta dari orangtua yang menginginkan keberadaannya di dunia. Karena So Young sendiri merasa belum bisa memberikan cinta. Selain itu, ia gak ingin baby Woo Sung menangggung cap sebagai “anak pembunuh” sepanjang hidupnya.
Sehingga walaupun berat, So Young meneguhkan hati agar baby Woo Sung diadopsi.
Fakta Film Broker (2022)
Release dalam rangka memperingati Hari Keluarga Internasional
Ya, tanggal 15 Mei 2022 dikenal sebagai Hari Keluarga Internasional sehingga Film Broker ditayangkan perdana di The 75th annual Cannes Film Festival 2022 di Prancis pada bulan yang sama, meski gak sama plek tanggalnya, yakni 26 Mei 2022.
Sutradara Film Broker adalah Orang Jepang
Yang ini aku agak kaget sih..
Karena sang sutradaranya yang bernama Hirokazu Koreeda adalah orang berkewarganegaraan Jepang dan sangat nge-fans sama Song Kang Ho, sehingga ingin karyanya diperankan oleh aktor senior tersebut.
Dan di tangan Hirokazu Koreeda, sang maestro yang sudah banyak menerima penghargaan sineas luar negeri seperti Mar del Plata Film Festival, Blue Ribbon Awards, Asian Film Awards, dan Cannes Film Festival, maka sudah gak perlu diragukan lagi. Kualitas pengambilan gambar, angle, dan sudut pandang seorang sutradara dalam mendramatisasi cerita dengan kerjasama aktris ternama seperti IU, Song Kang Ho, Gang Dong-Won, Bae Doo-Na, Lee Joo-Young, dan Im Seung-Soo sangat meninggalkan kesan luar biasa bagi penonton.
Lesson Learn Film Broker (2022)
Tidak ada bayi yang ingin dilahirkan
Ya, percayalah.
Bahwa setiap manusia yang lahir ini sudah membawa takdirnya masing-masing. Sehingga bila menyalahkan bayi yang hadir tanpa meminta, ini pasti karena orangtuanya belum siap menjadi orangtua.
Apakah dosa membunuh anak yang sebelum lahir akan lebih ringan dibandingkan melahirkannya lalu membuangnya?
Quote Film Broker, 2022
Sebuah nama pemberian orangtua adalah bagian dari doa
Ya, di film ini So Young mengatakan bahwa ia memberikan nama baby-nya dengan nama Woo Sung itu memiliki makna yang mendalam. Dari hanja-nya Woo Sung bermakna “sayap” dan “bintang”, sehingga makna keseluruhannya adalah anak yang kelak bisa terbang tinggi jauh di angkasa.
Tidak boleh mengkritisi fisik seseorang
Ya, sedari dulu kita sadar banget sering mencap atau melabeli seseorang dari fisik. Baby Woo Sung pun tak luput dikritisi karena memiliki alis yang tipis sehingga dinilai kurang ganteng.
Huhu.. Ibu mana yang rela mendengar anaknya dikritik sesuatu yang sudah gak bisa diubah yaa.. ((masa bayi di operasi plastik yaa..??))
Tapi memang sudah bukan rahasia lagi bahwa Korea adalah negara dengan tingkat visual dan kritikan atas visual tertajam. Maka mereka bisa mendapat peluang kerja dan karir yang bagus berdasarkan visual yang dimiliki.
Trailer Film Broker (2022)
Akhir dari Film Broker ini semua mendapatkan balasan yang setimpal. Gak ada adegan yang “wah” di sepanjang cerita, tapi kita sekali lagi ditunjukkan sebuah fenomena anak yang lahir di luar legalisasi pernikahan. Sehingga ketika kehadiran sang anak ini tidak diinginkan, maka sang Ibu menelantarkan anak dan bisa jadi nasib sang anak berada di tangan orang yang tidak tepat.
Lingkungan juga bisa memengaruhi karakter anak. Sehingga sebagai orangtua, yuk banyakin peluk anak kita erat-erat. Dan jangan pelit untuk mengulurkan tangan kepada anak-anak yang tidak memiliki orangtua. Dengan kasih sayang yang kita miliki, semoga anak-anak bisa bertumbuh menjadi generasi dengan akhlak mulia.
It takes a village to raise a child.
Quote parenting
Sekian dulu review dan sinopsis Film Korea terbaru IU yang berjudul Broker. Semoga menginspirasi.
Siapin tisu pas nonton film keluarga ini yaa… Emm, kalau ditonton bersama anak usia di atas 12 tahun, bisa aja sih.. Asal siapin argumen yang tepat ketika berdiskusi “Mengapa ada orangtua yang tega menelantarkan anak”.
Selamat menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With Love,

