Broker (2022): Perjalanan IU Menemukan Orangtua Asuh

Review Film Broker (브로커) 2022 – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Film yang aku tungguin banget dari mulai kabarnya tayang perdana di Film Cannes, Perancis pada akhir Mei 2022. Selain film Broker, kabarnya ada 1 film Korea lagi yang juga tampil di ajang bergengsi industri perfilman Eropa tersebut, yakni Decision to Leave.

Nah, karena Film Broker ini dibintangi oleh aktor yang gak asing lagi, tentu sangat mengundang perhatian. Dari segi cerita sih, drama banget yaa.. Tapi dari segi karakter dan dramatisasi, aku bilang oke banget. Soalnya pas nonton, aku bisa merasakan perasaaan seorang Ibu ketika melihat anaknya “dijual” ke orangtua lain.

Bagaimana cerita selengkapnya Film Broker?
Film tentang apa Broker?
Dan bisa ditonton dimana Film Broker sub indo 2022?

Simak review dan sinopsis ending Film Broker berikut ini.
Let’s get it~

Film Broker (2022)

Review dan SInopsis Ending Film Broker IU
Poster Film Broker, Festival de Cannes 2022

Profil Film

Judul : Broker
(Broker/ 브로커)

Director : Hirokazu Koreeda
Penulis : Hirokazu Koreeda

Pemeran Film Broker (2022):

Song Kang-Ho sebagai Sang-Hyun
Gang Dong-Won sebagai Dong-Soo
Bae Doo-Na sebagai Detective Soo-Jin
IU sebagai So-Young
Lee Joo-Young sebagai Detective Lee
Im Seung-Soo sebagai Hae-Jin

Genre : Drama
Release Date : June 8, 2022
Runtime : 129 minutes

Rating : 3/ 5

Sinopsis Film Broker (2022)

Broker, yang bermakna perantara adalah sebuah aktivitas menyalurkan bayi-bayi yang tidak diinginkan untuk bertemu dengan orangtua asuh namun dari jalur ilegal. Kabarnya, kalau ingin mengangkat hak asuh anak di Korea itu terbilang sulit bin ribet. Apalagi yang diadopsi melalui jalur ilegal begini, biasanya terkendala masalah dokumen.

Dan kisah film Broker ini mengangkat keresahan warga Korea di dunia nyata mengenai “Baby Box”, sebutan untuk bayi-bayi yang ditinggalkan begitu saja oleh orangtuanya dan diasuh oleh pendeta.

Lho, kok diasuh sama pendeta?
Kalau sahabat lendyagassi menonton drama yang berjudul “Save Me” maka tahu bahwa anak-anak panti ini berada dibawah asuhan pendeta dan mereka hidup dari uang para donatur yang berbaik hati.

Berdasarkan data di Korea masa kini, jumlah orangtua yang menelantarkan bayi meningkat sedangkan jumlah orangtua yang mengadopsi, menurun. Mereka lebih memilih menjadi donatur sehingga tidak mengangkat secara legal dan menjadi bagian dari keluarga di Korea.
((sedih banget))

Karakter IU sebagai Mamah Muda yang Bernama So-Young

Review Ending Film Broker IU
IU berperan sebagai So-Young

So-Young – adalah karakter yang diperankan Lee Ji Eun (nama asli IU). Seorang mahmud (mamah muda) yang beneran muda baget, namun tega menjual anaknya yang ia beri nama Woo Sung. Bayi yang usianya kira-kira 5 bulan itu terlihat sedang gemas-gemasnya. Kenapa So Young tega menjual bayinya?

Awal mulanya, So Young meletakkan begitu saja sang bayi di kotak yang disebut “Baby Box”, namun dengan catatan siapa nama Ibu dan nomer yang bisa dihubungi. Ketika sang bayi diambil oleh Sang-Hyun (Song Kang-Ho) dan Dong-Soo (Gang Dong-Won) untuk mencari orangtua asuh bagi sang bayi, So Young pun dihubungi.

Dari sini perjalanan menemukan orangtua asuh dimulai.

Para orangtua asuh mendapatkan informasi bahwa ada bayi sehat, lengkap dengan data bayi dan asal-usulnya. Kemudian sang pembeli melihat langsung bayi yang akan mereka adopsi. Saat bertemu dengan pembeli pertama, pengadopsi sangat kasar dengan mengatakan bahwa bayinya gak sesuai kaya di foto, apa di photoshop?

((yaelaa…aku dengernya juga KZL! Sekate-kate foto bayi uda pake filter yaak?!?!))

Dan So Young pun dengan berani memarahi calon pembeli dengan mengatakan, “Jangan mengatakan hal buruk tentang anakku.” Gitu yaa.. Kira-kira, hehehe..soalnya di sini So Young pake kata-kata kasar, cuy! Gak mungkin aku tulis di blog kan yaa…

Karakter Song Kang-Ho sebagai Broker Sang-Hyun

Sinopsis Review Ending Film Broker
Song Kang-Ho sebagai Broker Sang-Hyun

Sang-Hyun – Adalah otak dari segala kejahatan ilegal ini. Namun Sang Hyun bukan orang yang jahat. Ia melakukan ini atas nama sukarela, gak maksa. Dan ketika bayinya sudah masuk ke dalam “Baby Box”, maka ia akan dengan sungguh-sungguh merawat sang bayi.

**lihat dari cara gendongnya Song kang Ho (kanan) kan digendong peluk, tanpa gendongan agar bayinya nempel, jadi lebih tenang dan gak mudah nangis.

Ada scene dimana Baby Woo Sung demam dan muntah. Dengan gercep, Sang Hyun membawanya ke dokter dan memeriksakan kondisi baby Woo Sung, hingga So Young pun terharu, karena sebagai mahmud, ia beneran panik, gak tau apa yang harus dilakukan dan ia juga khawatir kalau Baby Woo Sung ketahuan anak ilegal karena belum punya dokumen apapun.

**Kalau di Indonesia, semacam akta lahir gitu yaa.. Kalau di Korea, bayi dapat nomer, kaya NIK gitu. Yang bisa dibuka secara online dan ketahuan data lengkap sang bayi. Jadi memudahkan bayi negara ketika sang anak membutuhkan perawatan medis atau terkait dengan urusan negara lainnya (termasuk pendidikan, nantinya).

Perjalanan Menemukan Orangtua Asuh VS Dikejar Polisi

Sebenarnya, aktivitas ilegal mereka sudah terendus polisi sedari awal cerita. Dan di film Broker ini yang menjadi polisi adalah Bae Doo-Na dan Lee Joo-Young. Karakter keduanya sebenernya hanya berperan di akhir cerita, karena dari awal sampai pertengahan cerita tuh kaya distraksi banget, menurutku.

Baca juga: Bae Do Na dalam drama The Silent Sea

Review Sinopsis Film Broker IU
behind the scene Bae Doo-Na dan Lee Joo-Young

Keduanya mengikuti setiap pergerakan So Young dan tim broker Sang-Hyun, Dong-Soo, dan seorang anak panti yang diam-diam menyelinap di dalam mobil, Hae-Jin untuk mencari pembeli yang tepat.

Perjalanan melewati banyak hal, banyak kisah dan cerita bersama. Mendadak menjadi romantis banget gitu..ceritanya. Bukan, bukan bumbu romance antar karakternya, meski ada scene dimana Dong-Soo menginginkan mereka menjadi keluarga aja ketimbang menjual baby Woo Sung, tapi banyak scene “keluarga” yang ditampilkan.

Jadi, bagaimana akhir kisah Film Broker?
Akankah So Young bahagia setelah mendapatkan uang dari hasil menjual baby Woo Sung?

Kesan Nonton Film Broker (2022)

Sedih sih yaa..
Film Broker ini menyajikan isu sosial yang kini sedang kita alami sehari-hari. Anak-anak yang tumbuh tanpa orangtua. Kurangnya kasih sayang dan tak jarang juga seperti kisah film Coin Locker Girl, abandoned child.

Anak-anak terlantar yang datangnya gak sengaja dari seorang Ibu yang gak siap menerima konsekuensi hamil atas hubungan badan karena ia dipaksa melakukan hal tersebut. So Young adalah anak yang demikian. Ia dibesarkan oleh seorang mucikari sehingga diminta untuk melayani om-om dan akhirnya hamil.

Ketika baby Woo Sung lahir dan sang Ayah baby Woo Sung terbunuh, maka keluarga Ayah Baby Woo Sung yang berasal dari keluarga terpandang pun berusaha merebat baby Woo Sung dari tangan sang Ibu yang dinilai seorang perempuan gak bener.

Nonton Film Broker sub indo
Kesan nonton Film Broker – IU

Jadi apa alasan IU keukeuh menjual anaknya?

Ternyata bukan uang motifnya, gengs..
Ia hanya ingin anaknya tumbuh penuh cinta dari orangtua yang menginginkan keberadaannya di dunia. Karena So Young sendiri merasa belum bisa memberikan cinta. Selain itu, ia gak ingin baby Woo Sung menangggung cap sebagai “anak pembunuh” sepanjang hidupnya.

Sehingga walaupun berat, So Young meneguhkan hati agar baby Woo Sung diadopsi.

Fakta Film Broker (2022)

Release dalam rangka memperingati Hari Keluarga Internasional

Ya, tanggal 15 Mei 2022 dikenal sebagai Hari Keluarga Internasional sehingga Film Broker ditayangkan perdana di The 75th annual Cannes Film Festival 2022 di Prancis pada bulan yang sama, meski gak sama plek tanggalnya, yakni 26 Mei 2022.

Sutradara Film Broker adalah Orang Jepang

Yang ini aku agak kaget sih..
Karena sang sutradaranya yang bernama Hirokazu Koreeda adalah orang berkewarganegaraan Jepang dan sangat nge-fans sama Song Kang Ho, sehingga ingin karyanya diperankan oleh aktor senior tersebut.

Dan di tangan Hirokazu Koreeda, sang maestro yang sudah banyak menerima penghargaan sineas luar negeri seperti Mar del Plata Film Festival, Blue Ribbon Awards, Asian Film Awards, dan Cannes Film Festival, maka sudah gak perlu diragukan lagi. Kualitas pengambilan gambar, angle, dan sudut pandang seorang sutradara dalam mendramatisasi cerita dengan kerjasama aktris ternama seperti IU, Song Kang Ho, Gang Dong-Won, Bae Doo-Na, Lee Joo-Young, dan Im Seung-Soo sangat meninggalkan kesan luar biasa bagi penonton.

Review Broker 2022 sub indo

Lesson Learn Film Broker (2022)

Tidak ada bayi yang ingin dilahirkan

Ya, percayalah.
Bahwa setiap manusia yang lahir ini sudah membawa takdirnya masing-masing. Sehingga bila menyalahkan bayi yang hadir tanpa meminta, ini pasti karena orangtuanya belum siap menjadi orangtua.

Apakah dosa membunuh anak yang sebelum lahir akan lebih ringan dibandingkan melahirkannya lalu membuangnya?

Quote Film Broker, 2022

Sebuah nama pemberian orangtua adalah bagian dari doa

Ya, di film ini So Young mengatakan bahwa ia memberikan nama baby-nya dengan nama Woo Sung itu memiliki makna yang mendalam. Dari hanja-nya Woo Sung bermakna “sayap” dan “bintang”, sehingga makna keseluruhannya adalah anak yang kelak bisa terbang tinggi jauh di angkasa.

IU Film Broker sub indo
So Young, baby Woo Sung dan Hae-Jin

Tidak boleh mengkritisi fisik seseorang

Ya, sedari dulu kita sadar banget sering mencap atau melabeli seseorang dari fisik. Baby Woo Sung pun tak luput dikritisi karena memiliki alis yang tipis sehingga dinilai kurang ganteng.

Huhu.. Ibu mana yang rela mendengar anaknya dikritik sesuatu yang sudah gak bisa diubah yaa.. ((masa bayi di operasi plastik yaa..??))

Tapi memang sudah bukan rahasia lagi bahwa Korea adalah negara dengan tingkat visual dan kritikan atas visual tertajam. Maka mereka bisa mendapat peluang kerja dan karir yang bagus berdasarkan visual yang dimiliki.

Trailer Film Broker (2022)

Film Broker – IU – Song Kang Ho – Bae Doo Na

Akhir dari Film Broker ini semua mendapatkan balasan yang setimpal. Gak ada adegan yang “wah” di sepanjang cerita, tapi kita sekali lagi ditunjukkan sebuah fenomena anak yang lahir di luar legalisasi pernikahan. Sehingga ketika kehadiran sang anak ini tidak diinginkan, maka sang Ibu menelantarkan anak dan bisa jadi nasib sang anak berada di tangan orang yang tidak tepat.

Lingkungan juga bisa memengaruhi karakter anak. Sehingga sebagai orangtua, yuk banyakin peluk anak kita erat-erat. Dan jangan pelit untuk mengulurkan tangan kepada anak-anak yang tidak memiliki orangtua. Dengan kasih sayang yang kita miliki, semoga anak-anak bisa bertumbuh menjadi generasi dengan akhlak mulia.

It takes a village to raise a child.

Quote parenting

Sekian dulu review dan sinopsis Film Korea terbaru IU yang berjudul Broker. Semoga menginspirasi.
Siapin tisu pas nonton film keluarga ini yaa… Emm, kalau ditonton bersama anak usia di atas 12 tahun, bisa aja sih.. Asal siapin argumen yang tepat ketika berdiskusi “Mengapa ada orangtua yang tega menelantarkan anak”.

Selamat menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With Love,

logo lendyagassi
Spread the love

98 pemikiran pada “Broker (2022): Perjalanan IU Menemukan Orangtua Asuh”

  1. Wah yang saya tunggu nih: aktingnya IU
    Mungkin Korsel mempersulit adopsi anak karena banyak banget kasus adopsi yang berakhir ricuh atau ngawur
    Seperti diadopsi ortu amrik dan dibawa kesana eh tiba tiba diusir , disuruh pulang ke korsel

    Balas
  2. Ya ampun kok jadi ikutan kesal juga ya baca bagian yang pada komplain karena bayinya gak sesuai di foto. Heh astagaaaaa..kek lagi beli produk di marketplace aja. Untung udah baca ulasannya dulu di sini, gak ikut nonton ah.. ntar yang ada kebawa kesal terus hahaha.

    Balas
  3. So Young ingin mencarikan orang tua asuh untuk anaknya, agar anaknya bisa tumbuh dengan lipahan kasih sayang orang tua asuh. Bagus juga sih sebenarnya alasannya ya, dibanding di negara kita, banyak yang meninggalkan bayi di depan pintu panti asuhan tanpa informasi apapun tentang orang tuanya.

    Bahkan banyak kasus, bayi di buang begitu saja di sembarang tempat

    Balas
  4. Di Prancis baru bakal rilis Desember nanti. Tapi udah kencan sama si Butet buat nonton… 😜
    Decision to Leave baru aja rilis seminggu yang lalu. Tapi kyknya nggak cocok deh, buat remaja 😅

    Balas
  5. Kalau udah cerita soal keluarga, aku selalu lemah dan pasti nangiss meskipun itu adegan yang bahagia misalnya hiks.. tapi kata kak Len siapin tisu dah pasti sedih banget ini mah di saya paling sampe nyeseek bnget kayak ada yg mukul dada hahaha

    Balas
  6. Film keluarga yang mengangkat isu sosial banget ya ini. Lahirnya seorang anak yang “tidak diharap”, kemudian diikhlaskan untuk diadopsi meski dengan cara ilegal, hingga akhirnya melibatkan banyak pihak baik yang pro karena urusan kemanusiaan dan kontra yang menentang “penjualan” si anak. Rangkaian kisah yang menarik banget untuk diangkat ke layar lebar.

    Kehadiran BROKER di sebuah festival film internasional tentunya jadi salah satu indikasi bahwa film ini layak ditonton oleh publik internasional. Sama seperti saat PARASITE tampil dan menang di OSCAR. Duh, jadi penasaran pengen nonton. Apalagi Song Kang-ho ini salah seorang aktor senior favorit saya. IU juga bagus actingnya. Terakhir saya nonton dia itu di drakor MY MISTER. Bae Doo-na mah jangan ditanya. Keren selalu.

    Balas
  7. Masih hitungan standar lah ya durasinya 2 jam-an.
    Apalagi ceritanya ada mengandung bawang, huhu.
    Semoga bisa memberikan manfaat positif buat yang menontonnya

    Balas
  8. Asyiiiiiiiknya kalau baca di blog ini adalah referensi drakorku bertambah, *eaaaaaa. Meskipun kalau nonton drakor itu ep 1 langsung ep terakhir, dah seneng pokoknya🤣.

    Kalau baca tulisan Mbak Lend dah deh…. pokoknya aku seneng banget dibaca sekali duduk gini langsung selesai

    Balas
    • Ah mbak lendy jado pengen nonton filmnya, lihat reviewnya udah kece badai. Real banget dengan kondisi di Indonesia sendiri

      Balas
  9. Film yang mengangkat isu sosial seperti ini ternyata menarik publik internasional ya, sampai tayang di Film Cannes. Keren sih ya, walau keliatannya temanya udah bukan ga biasa lagi. Mungkin karena selalu ada pro dan kontra dengan isu nya. Jadinya “laku” buat dijual.

    Film baru banget gini, udah ada belum ya di aplikasi nonton streaming resmi kayak Netflix dan VIU?

    Balas
    • Karena isu sosial terinspirasi dari kisah nyata dan bisa jadi ada harapan bisa terselesaikan atau ada solusinya sih ya

      Balas
  10. Ini film layar lebar berarti ya Teh Lendy. Duh, Aku malah kasian ama babby yang dijualnya itu. Meski awalnya sang Ibu alias IU bertujuan biar anaknya diasuh ama keluarga yang menyanyanginya, tetep aja mikir emang tega gitu nyerahin bayinya. Tapi ya namanya juga film, kan ya

    Balas
  11. Wah film keren menyambut Hari Keluarga nih ya. Mending bener deh kalau ditonton ama abege, biar mereka tau gimana konsekuensi punya bayi di umur yang masih sangat muda dan belum matang,. Ngga cuma ena ena bentar tapi tanggung jawabnya tuh berat.

    Balas
  12. Hehehe aku takjub sama orang yang suka drakor, katanya banyak membrikan pesan yang baik dan bermanfaat ya. Aku gak gitu suka drakor tapi dari critanya bagus

    Balas
  13. Kalau film, aku mauuu banget nonton. Soalnya kan lgsg kelar, ga kayak series.

    Ceritanya menarik ya mak Lend…di Indonesia, banyak juga kan praktik “jual beli” bayi dengan cover “ganti biaya persalinan”. Kalau dapat ortu amanah sih Yes…tapi gimana kalau adopsi ilegal gini dapat ortu yg jahat?

    Btw..aku baca So-Young nya kok jadi so yang “sangat muda” hihihi

    Balas
  14. Pas baca detil filmnya, hal paling membetot perhatian saya memang nama sutradara dan penulisnya. Lho, Jepang? Gak salah nih? Eh ternyata emang bener. Surprise karena punya temen orang Korea pernah bilang, kebanyakan orang Korea kurang welcome dengan sesuatu mengandung Jepang karena latar belakang sejarah pernah dijajah Jepang. Namun ini ada kerjasama dalam bidang film. Penasaran nih sama filmnya. Apalagi IU nih memang suka eksplorasi peran ya. Ada salah satu drakornya yang underated tapi di situ aktingnya bagus. Itu sebelum drakor Hotel de Luna yang memang keliatan populer.

    Balas
  15. Huaa.. Seketika pengen nonton film ini.. Keren banget Mbak Lendy menyampaikan sinopsisnya. Kebayang campur aduk emosinya. Kisah yang mgkn banyak beredar di dunia sekitar kita. Problematika atau isu sosial berhubungan dengan anak-anak yang terbuang atau “terpaksa” dipisahkan selalu membuat hati trenyuh.

    Balas
  16. Membaca ini aku ikut terbawa suasana lho mbak. Duh nih film ngaduk emosi ya apalagi jika yg nonton emak2 kayak aku gini hhehe.

    Membayang IU senagai mahmud yang belum siap dan memasukkan bayinya ke baby box ehm…

    Balas
  17. Paling setuju sama “nggak ada bayi yang ingin dilahirkan”, ini isu yang masih kental di masyarakat. Sedih sih banyak banget yang masih memegang prinsip anak itu investasi atau masih banyak anak muda gak bertanggung jawab yang berani berbuat, tapi ga mau tanggung jawab. Keren nih film rekomendasi mbak Lendy

    Balas
  18. Keren banget filmnya.Semoga penontonya pada dapat hikmahnya.gak peduli niat atau tidak niat punya anak Tapi ada tanggung jawab yang lahir bersama anak.

    Balas
  19. Wah, ini ada film terbaru dari IU. Saya rasanya agak sedih ya kalau anak yang selama 9 Bulan bersama terus setelah lahir malah diserahkan pada orang lain meski apapun alasannya. Paling bisa aja ya orang Korea cari ide buat jadi film. Cerita yang tak biasa

    Balas
  20. Keren banget, film Korea tapi sutradaranya orang Jepang
    Kalau film pasti aku langsung tonton, suka agak ga sabar kalau nonton drakor 🤣🤣

    Balas
  21. Pas lihat judulnya, wah IU main film nih.. Eh, ternyata yg jadi ibuknya ya.. Sepertinya ini film dengan pesan untuk para orang tua ya.. Apakah mreka tau kalau banyak ibuk” yg suka drakor ya.. Wkwkk..

    Balas
  22. Kayaknya ini bakalan bikin sedih deh, dan berita seputar baby box di Korea juga bikin sedih, apalagi katanya terjadi penurunan jumlah penduduk produktif di Korea, karena masih banyak yg milih hidup single daripada menikah dan punya anak

    Balas
  23. Terakhir nonton IU adalah hotel The Luna. Jadi bakalan nonton the broker nih kayaknya. Nggak di Korea atau di Indonesia masalah bayi-bayi yang ditelantarkan adalah masalah sosial yang perlu penanganan khusus. Apalagi dengan semakin majunya masyarakat tingkat kesibukan mereka juga semakin meningkat, jadi tidak punya waktu untuk merawat bayi orang lain.

    Balas
  24. Pengen banget nonton Film Broker kepo aja dengan cara adopsi anak ala orang Korea. Pernah nonton drakor ada jadi anak adopsi secara hukum. Semoga kisah di sini happy ending ya.

    Balas
  25. Broker… Cerita keluarga yg menarik y teh,,, aku blum nonton nih.. pdhal llumayan bagus alurnya …

    Bnyk bngt anak lahir tapi tdk diharapkan juga pd akhirnya kyk gitu deh nasibny

    Balas
  26. Seperti di kehidupan nyata, banyak yang tidak siap memiliki anak karena salah pergaulan.

    Baru membaca sinopsisnya sudah di bikin gemess, tertarik pengen nonton langsung.

    Balas
  27. Pas tahu poster Broker ini, kaget aku kalau yang main nih IU. Soalnya lama ngga ngikutin gadis cantik ini.
    Dia nih ya, multitalenta banget. Nyanyi bisa, MC bisa, acting bisa, disuruh ikut varshow yg blak-blakan ya bisa. Hebat!

    Balas
  28. Kok kayak yang sedih gitu sih bacanya. Ya memang nggak ada bayi yang minta dilahirkan, kan ortunya ya yang memilih untuk melahirkan. Tapi kalau sudah memilih untuk punya anak mestinya dibarengi dengan tanggung jawab pengasuhan, jangan sampai malah menyesal sudah melahirkan. Hiks..

    Balas
  29. Belum pernah ngeliahat akting IU di layar lebar.
    Boleh banget nih nonton film Broker, karena ikut Festival Film Cannes, artinya recommended, hehehe.
    Secara drakor biasanya detail, kalau nonton film Korea suka ngerasa ‘B’ aja, hiks.

    Balas
  30. Bagus sekali ini tema filmnya ya, Mbak. mengangkat isu sosial yang memang terjadi di dunia nyata.
    Kalau saya amati, banyaknya jumlah baby box, karena mungkin di sana banyak pasangan belum menikah sudah tinggal serumah ya. Dan belum siap mempunyai anak.
    Jadi lewat film ini, ada pesan kuat, ingin berhubungan badan, lalu akhirnya melahirkan dan punya anak, harus sudah siap jadi orang tua. Kasihan anak-anak lahir tak berdosa yang akhirnya terlantar.

    Balas
  31. sedih ya ketika melihat anak yang harusnya berada dalam dekapan orang tuanya, sang Ibu malah diberikan kepada orang lain, biar gimana pun, sang anak tetap butuh sosok Ibu dalam perjalanan hidupnya.
    BROKER ini menarik juga deh untuk ditonton 🙂

    Balas
  32. Drama yang menguras emosi dan air mata banget sepertinya ini….
    seketika jadi pengen meluangkan waktu untuk nonton drakor ini. thank you mak sudah memberikan referensi drakor-drakor keren melalui blog ini.

    Balas
  33. wah pas baca pemerannya ada IU nya jadi makin penasaran pengen nonton, wah ternyata karya orang Jepang ya, kirain orang Koreanya langsung. Btw insight filmnya sangat bagus kayaknya mba Lendy, nama itu adalah doa dari orang tua, jadi sebagai orang tua wajib hati2 dalam memberikan nama untuk anaknya

    Balas
  34. Nah ini. Yang kudengar bahkan katanya yang penampilannya kurang good looking bisa nggak dapat pekerjaan. Makanya, di sana operasi plastik mah biasa wae gitu ya. Tapi ngomentarin bayi kan agak nyesek banget sih. Namanya juga masih bayi gitu lho.

    Balas
  35. Film Broker ini beneran relate banget di kehidupan sekarang. Dimana banyak orang tua yang melantarkan anaknya dan adopsi ilegal seperti itu.

    Banyak dermawan yang menyalurkan bantuan ke panti asuhan atau sejenisnya dibandingkan benar-benar mengadopsinya.

    Balas
  36. Aku selalu sedih klo nonton film kayak gini. Adopsi dipersulit itu mungkin untuk melindungi anak agar jatuh ditangan keluarga yg tepat kali ya. Jadi prosedurnya dibikin ribet dan dipilih keluarga yg bener2 niat gitu. Tp klo akhirnya malah menimbulkan adopsi ilegal jadi sedih nih..

    Balas
  37. Tema filmnya keren bgt nih. Apalagi kalo diangkat dr fakta di lapangan. Emg sih tren childfree makin mengemuka. Pasangan dgn mudah bikin anak tapi ga mau merawat.

    Bakal aku tonton sih ini krn bs jd wawasan aku dlm berumah tangga. Smg kejadian film ini tdk terjadi di Indonesia ygy.

    Balas
  38. Sinopsisnya sudah mengandung bawang, heuheu. Tapi kayaknya bagus nih, apalagi IU yang jadi Mahmud-nya. Catet lagi buat list akhir minggu, wkwkwkwk. Belakangan aku nonton yg kocak2 sampai lupa kapan terakhir sesenggukan di depan drakor

    Balas
  39. Aku penggemarnya IU. Cantik banget dan multitalenta. Kalau baca sinopsisnya, broker ini menarik sekali ya. Mengangkat isu yang ada di Korea. Kayaknya mesti lihat deh dan simpulkan sendiri. Rekomended nih

    Balas
  40. Ya Allah, ngenes amat ya anak-anak yang diasuh lewat adopsi ilegal alias penjualan anak. Tercabut dari akarnya dan belum tentu dirawat dengan baik oleh orangtua angkatnya..problem negara maju ya ini anak-anak terlantar

    Balas
  41. Pengen nonton film ini Krn IU yg main 😄. Aku tuh sukaaa bgt liat wajahnya. Cantiknya unik. Ga yg mempesona gimanaaaa, tapi ga bosen dilihat.

    Menarik nih filmnya. Apalagi ttg hal yg jarang diangkat juga. Aku suka yg temanya ga biasa. Korea ini keren sih kalo bikin film. Berani ambil tema yg beda.. 👍

    Balas
  42. Kalau ada Song Kang Ho saya otw nonton mbak, terima kasih rekomendasinya 🙂 Apalagi yang diangkat profesi yang menarik, broker bayi ilegal. Film Korea memang variatif banget tema ceritanya.

    Balas
  43. Film yang diangkat dari keresahan masyarakat kyak gini biasanya mengena, sebuah kritik tentang tingkah laku manusia itu sendiri.

    Saya tergolong jarang nonton film Korea, kyaknya ini bisa jadi rekomendasi.

    Balas
  44. Film ini ada banyak scene bawangnya enggak ya. Kalau tentang bayi, keluarga, dll gitu suka mewek biasanya aku. Kayak yang sel no 7. Tapi ini pemerannya mbak IU, penasaran juga kayak gimana filmnya.

    Balas
  45. Kak Lendi emang paling jago ngeracuni orang sama drakor wkwk. Sumpah deh jadi penasaran banget sama filmnya. Sineas sana kayak gak pernah kehabisan ide bikin film yg menarik

    Balas
  46. Horeee, nambah deh watch list saya buat self reward sehabis mengerjakan sesuatu. Kirain film tentang pialang saham, ternyata literally broker ya, perantara. Pak Song mah kawakan, di Parasite yg menang Oscar saya juga nonton.

    Balas
    • Ngeri sih cerita film ini, menggambarkan kondisi sosial di Korea. Ternyata, terlalu bebas tidak sepenuhnya baik karena bisa pembuangan dan penelantaran anak macam itu. Justru merusak SDM dan juga melanggar HAM.

      Balas
  47. Dari judulnya saya kira ini film drakor dengan genre action tapi ternyata salah ya. Malah mellow banget pastinya kalau nonton film ini. Banyak pelajaran juga yang bisa dipetikan dari kisah bayi box ini. Jadi pengen nonton langsung juga film ini. Terima kasih rekomendasinya Mbak

    Balas
  48. Andaikan si bayi bisa ngomong, pasti ia akan bilang, woiii kamu kali yang jelek. Sekalipun aku tak sebaik yang di foto tapi aku masih imut dan menggemaskan.
    Emosi juga rasanya kan.

    Luar biasa perjuangannya sang ibu, demi menjaga anak dari keadaannya di masa depan ia rela melepaskan, padahal kalau dirawat dengan baik, belum tentu juga kejadian.
    Tapi namanya juga film, harus ada dramanya. Salut dama sama Teh Lendy yang bisa mengupas film ini dengan baik sehingga mengundang rasa penasaran orang untuk nonton juga. Saya salah satunya loh, hahaha.

    Balas

Tinggalkan komentar