Review dan Sinopsis Drama Adamas (2022) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Selamat bulan Agustus 2022. Sudah jelang akhir tahun aja nih..
Dan biasanya, drama akhir tahun tuh semakin bagus-bagus. Pilihannya pun semakin mengerucut, gak sebanyak di bulan-bulan sebelumnya, namun semakin dinantikan. Ya, selain karena aktornya yang beken, juga karena plot line yang seru dan bisa menjadi pilihan tontonan di waktu luang.
Baca juga:
Rekomendasi Drama Korea yang Tayang Bulan Agustus 2022
Key, aku mau bahas drama Korea Adamas.
Mendengar judulnya untuk pertama kali gimana nih? Langsung pengen mlesetin jadi Adakang atau Adadek? Hehhe, serah netijen yaa.. Yang pasti Adamas sendiri adalah bahasa Yunani yang bermakna “Tak bisa ditaklukkan”.
Jadi drama Adamas bisa ditonton dimana dan tayang setiap hari apa?
Simak dulu yuk… review sinopsis dan kesan pertama nonton Drama Jisung terbaru yang berjudul Adamas.
C’moon…let’s get it!
Drama Korea Adamas (2022)
Profil Drama
Judul : Adamas
(Adamas/ 아다마스)
Sutradara : Park Seung-Woo
Penulis Drama : Choi Tae-Kang
Pemeran Utama Drama Adamas (2022) :
Ji Sung sebagai penulis Ha Woo-Shin
Ji Sung sebagai jaksa Song Soo-Hyun
Seo Ji-Hye sebagai mantu Haesong Group, Eun Hye-Soo
Lee Soo-Kyung sebagai wartawan Kim Seo-Hee
Pemeran Pendukung Drama Adamas (2022):
Heo Sung-Tae sebagai Kepala Choi Tae-Sung
Lee Kyoung-Young sebagai Chairman Kwon
Shin Hyun-Seung sebagai Lee Dong-Rim
Genre : Thriller, Mystery, Drama
Network : TVN, Disney Hotstar
Runtime : Wed. & Thurs.
Episode : 16
Release Date : July 27 – September 15, 2022
Sinopsis Drama Korea Adamas (2022)
Drama Adamas lagi-lagi mendapuk Jisung untuk menjadi lead male dan kali ini bukan seperti drama Kill Me, Heal Me yang satu orang tapi memiliki 7 kepribadian, namun Jisung memerankan 2 orang alias jadi anak kembar. Karakter pertama yang diperankan Jisung bernama Ha Woo-Shin dan karakter kedua bernama Song Soo-Hyun.
Ada yang aneh gak?
Iya, awalnya aku juga bingung, kenapa namanya anak kembar tapi kenapa marganya beda?
Jisung 1 marganya Ha dan Jisung lainnya bermarga Song?
Ternyata misteri terjawab di eps 2 yakni karena Ha Woo-Shin itu adalah nama pena. Nama sebenernya adalah Song Woo-Shin. Ia memakai marga “Ha” yang berasal dari marga Ibunya. Sedangkan “Song” adalah marga dari sang Ayah.
Bingung gak membedakan saat Jisung jadi penulis atau pas jadi jaksa?
Engga, karena dari outfit, profesi dan cara berbicaranya pun berbeda. Dahlah.. KEREN banget Jisung memerankan karakter berbeda tanpa bikin penonton bingung.
Jadi drama Adamas tentang apa?
Jisung Sebagai Penulis Ha Woo-Shin
Ha Woo-Shin, adalah saudara kembar Jaksa Song, namun ia posisinya lebih muda. Sebagai yang terlahir lebih muda, Ha Woo-Shin memiliki kepribadian yang easy going. Ditambah lagi profesinya sebagai penulis novel fiksi yang terkenal, maka kejelian dalam melihat masalah dan menyimpulkan berdasarkan fakta yang terlihat, memang sudah menjadi kebiasaannya.
Pada suatu hari, ia mendapat tawaran luar biasa, meski sesungguhnya tawaran tersebut bertentangan dengan hati nuraninya, yakni menjadi penulis bayangan dari seorang politikus, konglomerat dan pemilik usaha terbesar di Korea, Haesong Grup. Namun berbekal sebuah keyakinan bahwa dengan menerima pekerjaan tersebut ia bisa mengungkap siapa pembunuh Ayahnya, Ha Woo-Shin mantap menerima tawaran menjadi penulis bayangan dengan syarat segambreng yang agak aneh.
Syaratnya seperti, Ha Woo-Shin harus tinggal selama sebulan di rumah si Bapack dan gak boleh bawa barang dari luar. Jadi ia hanya diperkenankan bawa baju yang dipakai. Selebihnya, kaya peralatan menulisnya (rekaman, notebook, laptop) semua ditinggalkan dan akan disediakan di rumah tempat tinggal si Bapack pemilik Haesong Grup.
Selain itu juga gak diperkenankan membawa alat komunikasi seperti HP dan saat sampai di kediaman Pak Haesong Grup yang warbyassaakk guedeee polll rumahnya, gak umum, Ha Woo-Shin diminta diperiksa menggunakan semacam alat pemindai kaya di Film Ironman gitu.. Pokoknya bener-bener steril masuk ke rumah tersebut.
Apakah Ha Woo-Shin berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan sang Ayah?
Jisung Sebagai Jaksa Song Soo-Hyun
Song Soo-Hyun, seorang jaksa yang tegas. Ia bener-bener gak mau ketika diminta memegang sebuah kasus yang bahkan menyangkut orang nomer wahid di negara mereka, calon presiden loh.. (ceritanya). Tapi karena Song Soo-Hyun berkeyakinan bahwa si calon dari partai ini gak bersih, maka ia menolak dengan tegas, gak peduli berapapun bayaran yang ditawarkan.
Huwaah~
Setali tiga uang dengan saudara kandungnya kan yaa..
Trauma Song Soo-Hyun dan saudara kembarnya masih menghantui. Mereka kehilangan Ayah mereka karena dibunuh oleh seseorang yang masih misterius dan ketika dilakukan penyelidikan, senjata pembunuhnya lenyap, sehingga gak ada barang bukti. Namun, ada seseorang yang mengakui melihat sang Ayah bertengkar di hari kematiannya dan dianggaplah si mister Lee Chang-Woo pembunuh sang Ayah dan bahkan ia dipenjara dengan vonis seumur hidup.
Adilkah?
Menurut undang-undang di Korea, vonis hukuman mati ini sudah dihapus sejak tahun 1997 dan hukuman mati terakhir dilakukan pada tahun itu dengan menghukum 23 orang terdakwa mati. Kenapa hukuman mati ini ditiadakan?
Karena dianggap hukuman mati bertentangan dengan konstitusi. Padahal maksud dari hukuman mati bagi pengadilan adalah agar menimbulkan efek jera bagi pelaku kejahatan.
Adamas Drama Politik
Eps awal Adamas memang diwarnai dengan aroma politik yang kental. Gak beda jauh sama drama Jisung sebelumnya, The Devil Judge yang kental sekali dengan aroma misteri politik yang mewarnai di sepanjang alur drama. Kali ini, setelah hukuman mati ditiadakan, lalu ada kejadian super mengejutkan bahwa ada narapidana yang menghabisi rekan satu selnya.
Baca Juga:
Ending Drama The Devil Judge (2021)
Seperti yang kita ketahui, satu sel di penjara itu ada sekitar 5-8 orang. Dan memang di penjara tidak diijinkan ada benda tajam atau hal yang bisa dijadikan senjata. Means semua barang sudah disortir. Namun, si pembunuh sadis ini memiliki semacam pisau plastik yang dijadikan senjata pembunuh massal.
Dari beberapa rekan satu selnya ditambah lagi 1 sipir yang kebetulan mengetahui kejadian tersebut, si pelaku langsung viral dan menuai protes dari masyarakat, bahwa Korea gakkan aman kalau ada pelaku pembunuh sadis atau psikopat seperti itu dan dibiarkan bebas (kalau dapat remisi apalagi amnesti dari Presiden).
Keadaan politik yang sedang genting inilah digunakan sebagai kendaraan bagi politikus yang akan maju ke calon pemilihan presiden. Mereka berusaha (sok-sokan) mendengarkan apa yang dirasakan rakyat dan berusaha untuk menggiring pemerintahan ke keputusan kembali diadakannya undang-undang mengenai hukuman mati tersebut.
Rahasia Besar di Balik Undang-Undang Hukuman Mati
Rahasia sebenarnya mengapa skenario pembunuhan massal di penjara ini dilakukan adalah untuk kembali mengesahkan Undang-undang hukuman mati, karena ada salah satu narapidana pembunuh Ayah kembar penulis Song dan jaksa Song yang mendekam di penjara. Si pelaku ini bisa jadi saksi kunci terbukanya siapa pelaku sebenarnya pembunuhan tersebut?
Dan mengapa ia rela masuk penjara menggantikan sang pelaku sebenarnya?
Yang menjadi pertanyaan besar lainnya adalah orang seperti apa Ayah dari si kembar keluarga Song ini?
Sebegitu besarkah pengaruhnya bagi Haesong Grup?
Kesan Nonton Drama Adamas (2022)
Sebenernya sekilas dari 2 eps awal drama Adamas ini sudah ditunjukin siapa pelaku pembunuhan, tetap belum bener-bener ditunjukkan berdasarkan motif dan rentetan kejadian masa lalu yang mewarnai. Hanya fokus dari drama ini adalah kehidupan si kembar dalam menemukan pelaku pembunuhan sang Ayah.
Baik sang penulis ataupun jaksa, mereka sama-sama berjuang menemukan kebenaran. Dan perlahan mulai terbuka. Dari mulai secara tersirat sudah ditampakkan senjata pembunuhnya adalah sebuah harta karun milik Haesong Grup yang kini menjadi perusahaan besar dengan lambang yang bernama “Adamas”.
Makna Adamas
Bagi yang mengerutkan kening ketika drama ini airing, apa sih makna Adamas? Kok bahasanya aneh? Familiar bagi orang Jawa banget kan ya.. Ternyata Adamas berasal dari bahasa Yunani yang bermakna tak bisa ditaklukkan.
Simbolisasi dari Adamas adalah panah yang memiliki ujung berlian 300 karat dan merupakan berlian termahal di dunia. Harga dari benda yang bernama Adamas ini bernilai puluhan juta won.
Dan pemimpin Haesong Grup ini adalah seorang yang sangat menggambarkan Adamas. Gak mau kalah dan bahkan ia sangat mementingkan perusahaan daripada keluarga dan anak-anaknya. Sehingga saat anak keduanya meninggal dalam kecelakaan helikopter, sang mantu Eun Hye-Soo (Seo Ji-Hye) menjadi sangat mendendam.
Akhirnya dengan kehadiran penulis Ha Woo-Shin di rumah Haesong Grup, Eun Hye-Soo resmi mengajak untuk bersekutu dan membongkar semua kedok Pak Ketua Haesong Grup.
Berhasilkah keduanya?
Kita tunggu di eps selanjutnya yaa.. chingu.
Lesson Learn Drama Adamas (2022)
Sudut Pandang dalam Melihat Masalah
Lihatlah hutan, bukan pohon.
Quote Drama Korea Adamas
Sering gak sih, kita merasa melihat masalah itu secara mendetil satu per-satu njelimet ga karuan, ternyata jawabannya ada di depan mata. Yah, seperti itulah ketika orang terlalu fokus dengan satu masalah, sehingga gambaran besarnya (dalam artian masalah sesungguhnya) justru gak terlihat.
Sama ketika penulis Ha Woo-Shin saat sibuk mencari harta karun, si lambang Adamas ini. Ia berputar kesana kemari dan kemudian tersadar oleh satu perkataan asistennya. Dengan kata lain, dalam melihat masalah jangan hanya fokus pada satu titik, coba lihat gambaran besarnya dan temukan jawabannya di sana.
Sedikit Berbicara dan Banyak Bekerja
Makin banyak berbicara, semakin pendek usia.
Quote Drama Korea Adamas
Emm, sebenernya mungkin ini pepatah lama orang Korea yaa.. Karena yang aku pahami bahwa semakin banyak berbicara dalam artian hal yang tidak penting, maka akan semakin banyak melakukan kesalahan dan kesalahan itu membuat kita pada akhirnya menjadi overthinking alias kepikiran. Ini akan memperpendek usia seseorang.
**Hahah..monmaap kalau salah yaa..
Trailer Drama Adamas
Gimana sahabat lendyagassi?
Drama Adamas cukup menarik untuk diikuti setiap hari Rabu dan Kamis di Disney hotstar kan..
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

