Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

Miracle: Letters to the President, Kisah Nyata Stasiun Swasta Pertama di Korea

Sinopsis Film Miracle: Letters to the president

Film Korea Miracle: Letters to the President – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Aiih~
Nonton Film Miracle: Letters to the President ini penuh cinta, hangat dan kocak. Hihii~ Aku suka banget interaksi masing-masing karakternya. Terlebih, memang aku suka sama lead malenya, Park Jung-Min (Hellbound, Keys to The Heart). Ia memang jarang banget main drama, tapi list Korean Movie yang sudah dibintangi oleh aktor muda ini sudah berderet panjangnya.

Kali ini, karena lawannya Lim Yoona, salah satu personil SNSD yang aku suka. Sebenernya Miracle: Letters to the President ini sudah tayang sejak 15 September 2021. Tapi masuk ke Indonesia dan dibeli lisensi tayangnya oleh VIU rada lambat. Uhhuuk~

Jadi,
Kisah dalam Film Miracle: Letters to the President ini diangkat dari kisah nyata. Kisah pembangunan stasiun swasta pertama di Korea yang bernama Stasiun Yangwon. Stasiun ini beroperasi sejak 1988 dan tutup pada tahun 2012 karena sudah mulai dibangun jalur mobil.

Simak review dan sinopsis Film Miracle: Letters to the President yuk,
Let’s get it~

Film Korea Miracle: Letters to the President (2021)

Poster Miracle: Letters to the President Korean Movie

Profil Film

Judul : Miracle: Letters to the President
(Gijeok/ 기적)

Director : Lee Jang-Hoon (Be With You)
Penulis : Lee Jang-Hoon, Son Joo-Yeon

Pemeran Film Miracle: Letters to the President (2021) :

Park Jung-Min sebagai Joon-Kyeong
Lee Sung-Min sebagai Masinis Tae-Yoon
Lim Yoon-A sebagai Ra-Hee
Lee Soo-Kyung sebagai Bo-Kyeong

Genre : Drama
Release Date : September 15, 2021
Runtime : 117 minutes

Rating : ⭐⭐⭐/5

Sinopsis Film Miracle: Letters to the President (2021)

Tahun 1980 – Daerah Buncheon-ri, Soncheon-myeon di Gyeongsangbuk-do adalah daerah Korea Selatan yang terpencil. Letaknya jauh dari Seoul, sehingga tidak ada jalan penghubung yang bisa nyaman dilewati manusia kecuali berjalan di atas jembatan rel kereta api.

Jembatan tersebut memungkinkan kereta api lewat sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan dan ini sangat berbahaya sekali. Tidak adanya jalan selain jembatan rel ini mengakibatkan banyak sekali warga desa tersebut yang meninggal akibat terlindas kereta.

Serem yaah?
Pilihannya cuma 2 sih.. terlindas kereta atau lompat dari jembatan dan jatuh ke sungai. Emm, sama-sama bukan pilihan yang mudah.

Dan warga desa gak ada pilihan lain selain melewati jalur tersebut untuk ke sekolah, ke toko-toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, dan mobilitas lainnya. ((Karena Kang Ojol juga gak mungkin nerima pesenan di daerah antah-berantah begini, huhuu~))

Salah satunya adalah seorang anak kecil yang bernama Joon-Kyeong. Ia siswa teladan sedari SD. Prestasinya di bidang matematika dan ilmu eksakta lainnya diakui saat mengikuti olimpiade ketika SD. Maka dari itu, Joon-Kyeong mendapat piala penghargaan.

Karakter Park Jung Min Sebagai Siswa Teladan yang Bernama Joon-Kyeong

Joon-Kyeong – Sudah tidak punya Ibu. Ia hanya memiliki seorang kakak perempuan dan Ayahnya yang pekerjaannya adalah masinis. Ayahnya jua-lah yang mengemudikan kereta dengan jurusan melewati desa tempat para warga Buncheon tinggal. Namun sayangnya, Kereta tidak bisa berhenti tepat di desa mereka, karena desa mereka tidak punya stasiun.

Kalau mau naik kereta ke kota terdekat, warga Buncheon kudu jalan melewati 3 terowongan dan 3 jembatan. Kebayang payahnya yah..?

Joon-Kyeong & Bo-Kyeong

Warga desa Buncheon selalu berangkat dan pulang bersama-sama. Para warga saling menanti satu sama lain untuk bisa jalan bersama melewati 3 terowongan dan 3 jembatan tadi itu.

Joon-Kyeong Masuk SMA

3 Maret 1986 – Joon-Kyeong Masuk SMA. Bukannya gak mungkin dengan kecerdasan dan prestasi yang dimiliki Joon-Kyeong bersekolah di sekolah yang bergengsi. Namun selain rumahnya yang jauh dan hanya mampu mencapai SMA di kota kecil tersebut. Di SMA yang ditempuh berjam-jam inilah Joon-Kyeong bertemu dengan teman perempuan yang mengajarinya banyak hal.

Joon-Kyeong & Ra-Hee

Teman perempuannya ini bernama Ra-Hee (diperankan oleh Lim Yoona SNSD). Dan Ra-Hee adalah anak seorang anggota dewan, sehingga terkejut saat pertama kali mengetahui Joon-Kyeong mengirim surat untuk Presiden dan melaporkan keadaan seperti apa yang dialami desanya.

Ra-Hee ini jatuh cinta pada pandangan pertama sama Joon-Kyeong. Karena tahu, Joon-Kyeong ini jenius. Keknya, kepribadian Ra Hee ini kaya aku deh, hahhaa…nyama-nyamain. Sama-sama suka cowok bukan dari penampilannya, tapi dari kecerdasannya. Dan bener aja, meski Joon-Kyeong cerdas, anaknya aselik cupu banget.

Karakter Lim Yoona SNSD Sebagai Ra-Hee, Sang Inspirasi

Lim Yoona SNSD sebagai Ra Hee

Ra Hee – Seorang gadis remaja yang ceria dan penasaran lalu jatuh cinta sama Joon-Kyeong. Ia juga awalnya yang membantu Joon-Kyeong memperbaiki semua tata bahasa hingga tulisan hangeul Joon-Kyeong saat menulis surat untuk Mr. President.

Menulis surat untuk Mr. President ini gak hanya baru sekali dilakukan, tapi sudah ke-54 kali. Meski tanpa balasan apalagi senyuman ((halah)) dari Mr. President, Joon-Kyeong tetap keukeuh mengirimkan surat permohonan agar Mr. President membantu desanya untuk membangun sebuah stasiun kecil, agar warga tidak perlu jalan kaki lagi.

Inspirasi Bagi Joon-Kyeong

Karena surat demi surat yang dilayangkan ke Mr. President gak kunjung ada balasan, maka Ra Hee memberikan pendapat “Bagaimana kalau kau bangun sendiri stasiun tersebut?”

Nah,
Kepikiran gak tuh? Kalau selama ini minta tolong ke seseorang gak berhasil kan.. Kudu dari kitanya yang berubah yaa.. Jadilah Joon-Kyeong melewatkan kesempatan untuk pindah SMA ke Seoul bersama Ra Hee. Karena Ra Hee mengikuti kedua orangtuanya yang mendadak di mutasi ke Seoul dan menurut cerita Ra Hee, ia memiliki seorang teman yang cerdas dan sangat disayangkan sekali kalau gak sekolah di sekolah yang bagus.

Menulis surat ke Mr. President bersama

Jadi, Ayahnya Ra Hee yang seorang anggota dewan berniat memberikan beasiswa untuk Joon-Kyeong bisa sekolah di Seoul. Namun karena sesuatu hal, Joon-Kyeong gak datang di hari keberangkatan. Sedih banget!

Alasan Joon-Kyeong adalah plot twist dan sekaligus penutup dari cerita di film ini, Miracle: Letters to the President.

Kesan Menonton Film Miracle: Letters to the President (2021)

Ya, ketawa…ya sedih.
Ya Allah…campur aduk banget melihat kelakuan Joon-Kyeong yang cupu. Yang paling absurd adalah saat Joon-Kyeong jalan-jalan ke sungai sama Ra Hee, Ra Hee becandain dengan nyipratin air ke Joon-Kyeong. Namun dibalas apa sama cowok cupu ini?

Dilempar batu yang besar ke air di dekat Ra Hee, jadi Ra Hee kecipratan air lebih banyak. Bhuahaha…gak romantis banget sekaligus berbahaya, cyin.. Aposeee Joon-Kyeong inih!

Sebelum dicipratin pake batu, hahha…masih stay cool.

Adegan absurd berikutnya adalah saat Ra Hee ngajakin Joon-Kyeong ke rumahnya dan nonton film bareng di kamar ortunya Ra Hee, karena di sanalah satu-satunya ruangan yang ada TV sekaligus pemutar video jadul. Bodornya, mendadak Ibu Ra Hee pulang, padahal yang ditonton film dewasa. Bhuahahaa…

Dan di saat itu, Ra Hee dan Joon-Kyeong ingin mencoba yang namanya kisseu itu gimana. Jadi pas saling mendekat, Ibu Ra Hee pulang. Ambyaaarr!

Gak ketauan sih, soalnya rumah Ra Hee tingkat, jadi Ra Hee uda nyapa Ibunya duluan dengan awkwardnya. Hidiihh~
Hahhaa…kelakuan anak SMA ada-ada aja yaa.. Mungkin yang nonton drama-drama SMA, kayanya mirip sama Twenty Five, Twenty one nih… yang lugu-lugu nggemeshiin!

Ending Film Korea Miracle: Letters to the President

Cita-cita Joon-Kyeong sama kaya Back Yi Jin (drama 25-21) juga nih, sama-sama pingin masuk NASA. Dan pada akhirnya, Joon-Kyeong berangkat ke Amerika dengan pengakuan seberapa besar cinta sang Ayah terhadap dirinya selama ini. Karena hanya Joon-Kyeong yang dimiliki sang Ayah.

Plot twist film Miracle: Letters to the President ini adalah emm, pada mau tau atau mau nonton sendiri?
Yang jelas bikin shock penonton banget sih.. Cuma aku suka, satu per-satu permasalahan yang ada di awal cerita benar-benar selesai di akhir film. Penyelesaiannya pun luar biasa bijak.

Aku rasa semua orang memiliki sisi-sisi rasa bersalah dalam dirinya, apalagi ketika mengetahui ia hanya mampu mengandalkan dirinya sendiri ketika semua keluarganya meninggal dan Ayahnya pun gak perhatian sama dirinya.

Lesson Learn Film Korea Miracle: Letters to the President (2021)

Saling Membantu, Tidak Egois

Tinggal di tempat terpencil, maka kebersamaan harus selalu dijaga. Apalagi para wara desa mengandalkan Joon-Kyeong untuk melewati jalan kereta api dan terowongan, karena ia terkenal cerdas dan masih muda. Jadi intuisinya kuat kalau ada kereta yang mau lewat.

Sebenarnya, asalkan lewat di jalan kereta sesuai dengan waktu-waktu yang dijadwalkan, maka aman-aman aja sih.. Hanya yang bermasalah ketika ada kereta barang lewat. Ini bisa jadi sangat berbahaya sekali.

Dibikinkan sign, tanda kereta lewat atau belum

Karena Joon-Kyeong cerdas, maka ia membuatkan sebuah tanda yang mudah dipahami dari orangtua hingga anak-anak. Tanda bahwa kereta api lewat atau orang boleh jalan, karena sedang tidak ada kereta yang akan lewat. Tanda ini menggunakan sensifitas getaran.

Berhasilkah?

Memilih Masa Depan yang Tepat Untuk Berkembang

Salah satu alasan Joon-Kyeong gak mau ke Seoul adalah ia akan meninggalkan rumahnya yang di desa. Dan itu berarti ia meninggalkan sang kakak perempuan yang dicintainya seorang diri.

Aku menunggumu berkata, “Aku siap pergi sekarang.”

Bo-Kyeong, Quote Film Miracle: Letters to the President

Namun ketika ada kesempatan kedua, maka dengan penuh linangan air mata, Joon-Kyeong meninggalkan rumah dan berpamitan pada semua orang desa bahwa ia akan berangkat ke Amerika untuk belajar.

Inspirasi

Berkat dorongan dan semangat dari Ra Hee, maka Joon-Kyeong berani mengambil langkah yang selama ini ia ragu-ragu melakukannya. Dan berkat dorongan dan semangat dari Sang Ayah juga sih.. Yang akhirnya mengakui bahwa ia selama ini bangga dengan Joon-Kyeong.

Aku harap, kamu bisa terbang tinggi.
Maka mimpiku pun akan menjadi kenyataan juga.

Ra-Hee, Quote Film Miracle: Letters to the President

Faktanya, Film Korea Miracle: Letters to the President adalah kisah nyata pembangunan stasiun swasta pertama di Korea Selatan. Meski kini stasiun Yangwon sudah tutup, tidak beroperasi kembali, namun pada musim semi pada tahun 2013, ada sebuah kereta wisata yang bernama “Kereta Ngarai Baekdudaegan” yang berhenti di stasiun Yangwon.

Dan jalur transportasi enuju desa pun telah dibangun dengan baik oleh Pemerintah.

Trailer Film Korea Miracle: Letters to the President (2021)

Lucu banget ya…dengerin dialek khas pedesaan di Korea.

Film Korea Miracle: Letters to the President pada akhirnya mengajarkan kita semua bahwa hidup tidak bisa sendiri dan memikirkan keselamatan bersama (warga desa) demi tujuan hidup lebih baik. Perjalanan dan prosesnya memang tidak mudah, tapi bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan walau sekecil apapun.

즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With love,

Exit mobile version