Review Sinopsis Film Korea Where the Truth Lies (2009) – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.
Awalnya nonton film lawas yang diangkat dari kisah nyata pembunuhan di cafe burger daerah Itaewon pada tahun 1997 ini karena aku kangen sama Song Joong Ki oppa. Meski bilang kecewa karena dapet mbak bule, hikks~ Tapi gimana pun Song Joong Ki oppa adalah bias pertama ku di drakor.
Meski yah, namanya juga manusia, sering olang-oleng, wkkkw.. Tapi tetep mengagumi perkembangan akting Babang tamvan kelahiran 1985 ini. Di Film Korea yang berjudul Where the Truth Lies atau The Case of Itaewon Homicide ini Bang Joong Ki masih jadi cameo, karena debut akting ke 3 di sineas Korea setelah Film A Frozen Flower (2008) dan Five Senses of Eros (2009).
Meski cameo dan kemunculannya hanya akan berakhir dibunuh, huhuhu, tapi aku menikmati akting dan senyuman manis Bang Joong Ki walau sekilas dan hanya sepersekian detik. Jadi Film Where the Truth Lies ini bercerita tentang apa?
Kuy, baca review dan sinopsis Where the Truth Lies di artikel berikut ini.
Let’s get it~
Film Korea Where the Truth Lies (2009)
Profil Film
Judul : Where the Truth Lies / The Case of Itaewon Homicide
(Itaewon Salinsageon / 이태원 살인사건)
Director : Hong Ki-Seon
Penulis Film : Lee Maeng-Yu
Pemeran Film Where the Truth Lies (2009) :
Jung Jin-Young sebagai Jaksa Park
Jang Keun-Suk sebagai Pearson
Shin Seung-Hwan sebagai Alex
Genre : Thriller, Mystery, Psychological, Drama
Release Date : September 10, 2009
Network : Showbox
Runtime : 100 minutes
Rating : ⭐⭐/5
Sinopsis Film Where the Truth Lies (2009)
Terjadi kejadian pembunuhan pada tanggal 8 April 1997 di sebuah cafe Burger di daerah Itaewon. Seperti yang sahabat lendyagassi ketahui, Itaewon adalah sebuah distrik lingkungan di ternama di kota Seoul, Korea Selatan. Distrik ini menjadi populer di kalangan turis dan personel Angkatan Darat A.S. karena memang daerah pangkalan militer A.S. Yongsan Garrison berada di dekat Itaewon. Sehingga Itaewon terkenal terutama karena banyaknya restoran yang menyajikan hidangan internasional, pasar yang menjual barang diskon, bar, dan tujuan wisata populer seperti Insadong & Menara Seoul.
Adalah sekumpulan anak muda yang sedang asik-asik nongki di bar daerah Itaewon. Mereka asik mengobrol menggunakan Bahasa Inggris karena memang peranakan Korea yang lama tinggal di Amerika dan hanya berlibur ke kampung halaman Korea, tanpa bisa menggunakan bahasa Korea asli.
Bersama temen-temen bulenya dalam kelompok kecil sekitar 6 orang, Pearson dan Alex bercerita mengenai sebuah pisau. Mereka berdua mengaku bahwa belum pernah menggunakan pisau yang dibawa Pearson karena bingung mau digunakan untuk apa.
Pisau yang dibawa Pearson ini sejenis pisau angkatan yang tajem dan berukuran pendek gituloo..
Emm, kalo pernah nonton Film Rambo, nah kira-kira pisau tentara yang pendek tapi tajemnya amit-amit, kek gitulah yaa…
Terbersit sebuah niat untuk menggunakan pisau tersebut dan salah satu diantara Pearson dan Alex berkata,
I will show you something cool, come with me.
Dialog Ikonik Film Where the Truth Lies, 2009
Apa yang dilakukan kedua remaja keturunan Korea tersebut di tempat ramai?
Kasus Pembunuhan Seorang Mahasiswa Bernama Jong-pil Jo
Gak disangka, pisau yang mereka bicarakan digunakan untuk menusuk seorang mahasiswa cupu bernama Jong-pil Jo (Song Joong Ki) yang kebetulan sedang pipis di kamar mandi sebuah cafe burger di Itaewon. Heboh donk ya.. ada yang meninggoy di kamar mandi dengan ceceran dan muncratan darah korban dimana-mana.
Karena zaman dulu gak ada CCTV plus juga gak mungkin ada CCTV juga di kamar mandi ya.. Jadi polisi hanya menangkap Pearson awalnya, yang menjadi tersangka utama kasus pembunuhan di Itaewon tersebut.
Setekah ditanya-tanya sebagai tersangka, eeh.. malah muncul tersangka lain. Ya, siapa lagi kalo bukan Alex. Apakah keduanya sahabatan?
Ternyata engga sahabatan, guys..
Jadi mereka nih, antara Pearson dan Alex baru kenal 3 bulan dan cuma temen ngobrol sambil minum random aja, toh mereka aslinya tinggal di Amerika kan…
Jadi siapa pelaku pembunuhan di cafe burger pada hari itu?
Persidangan Pertama
Ketika proses persidangan pertama dilangsungkan, masing-masing pihak sama-sama memiliki alibi yang meyakinkan. Sehingga di sidang pertama, pihak hukum tidak bisa mendapatkan keputusan apa-apa. Keluarga Alex yang memang berasal dari keluarga berada, merasa gak terima kalau Alex dituduh membunuh, sehingga terus menyudutkan Pearson sebagai pelaku.
Ditambah lagi di sidang pertama ini disaksikan langsung oleh pihak keluarga korban, jadi bisa dibayangkan gimana chaos-nya kondisi ruang persidangan.
Suara tangisan protes, teriakaan hingga persidangan diberhentikan dan diputuskan untuk jadwal berikutnya adalah olah TKP. Apakah dari olah TKP akan ketahuan pelaku sebenarnya?
Benarkah pelakunya Pearson, Alex atau ada tersangka lain?
Kesan Nonton Film Where the Truth Lies
Awalnya aku juga nebak-nebak buah manggis deh, siapa pelaku sebenernya berdasarka fak ta dan sorot kamera yang ditunjukkan selama film berlangsung. Karena aktor utamanya Jang Keun-Suk yang memerankan karakter Pearson, jadi aku dukung dia. Hehhe, aku selalu merasa yang namanya dunia, si Pearson ini cuma orang yang salah di tempat yang salah.
That’s it!
Tapi Pearson saat olah TKP kok seolah-olah ia pelakunya ya..
Kek yang bisa meragain gimana posisi pisau saat menusuk leher dan dada sang korban. Yang salah malah posisi korban jatuh, Pearson gak bisa ngejelasin dengan benar.
Sedangkan Alex, justru ia bisa menjelaskan gimana posisi korban jatuh dengan cukup presisi. Namun karena Alex ini tinggi badannya lebih tinggi daripada korban, maka dengan posisi pisau yang diperkirakan, maka Alex-lah pelakunya.
Cukup seru dan membingungkan ya, bestie?
Intinya Film Where the Truth Lies ini bener-bener mencari dimana kebenaran itu berada.
Trailer Where the Truth Lies (2009)
Sejujurnya, sampai endingpun gak dikasih tau siapa pelaku sebenarnya gaiiss..
Jadi buat pecinta happy ending, film ini tidak happy sama sekali. Gak ada keadilan yang bisa diperoleh bagi keluarga korban. dan yang miris adalah dari pengakuan salah seorang sahabat bule yang ikut nongki pada hari kejadian, mereka mendengar Alex berkata “Aku melakukannya untuk kesenangan semata.”
Apa gak miris tuh dengernya?
Film Where the Truth Lies ini berdasarkan kisah nyata yang sempat heboh pada masanya. Karena aslinya pembunuhan mahasiswa Jung-pil Jo pada tanggal 3 April 1997 di kamar mandi Burger King di distrik Itaewon Seoul ini memang gak pernah menemukan titik terang. Jung-pil Cho ditusuk 9 kali di dada dan leher.
Untuk kepentingan film, nama-nama tersangka pembunuhan tersebut diubah.
Dua pria, Arthur Patterson (putra seorang anggota dinas militer AS) & Edward Lee (seorang warga sipil Korea-Amerika), adalah tersangka utama. Karena ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dengan jelas siapa dari dua pria yang membunuh Jung-pil Cho, kedua tersangka akhirnya dibebaskan dari hukuman penjara yang lama.
Edward Lee (atau yang di film ini adalah Alex) mengajukan banding atas hukumannya dan akhirnya dibebaskan dari semua tuduhan oleh Mahkamah Agung Korea Selatan. Sedangkan Arthur Patterson diampuni dari hukuman penjaranya dan melarikan diri ke Amerika Serikat, dibantu oleh kesalahan jaksa Korea untuk memperbaharui larangan perjalanan Arthur Patterson.
Memuaskan atau tidak?
Ya, begitulah hukum yang berlaku saat itu. Tanpa bukti yang kuat, mereka gak mampu menjatuhi hukuman apapun.
Bagaimana kau bisa menuduh satu orang yang tak bersalah padahal dipastikan hanya satu orang yang melakukan kejahatan?
Quote Film Where the Truth Lies, 2009
Agaknya film ini ingin menunjukkan arti penting sebuah pertemanan.
Gimana menurut sahabat lendyagassi?
Selamat Menonton.
즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.
With love,

