Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

The Treacherous, Sejarah Kelam Pemerintahan Yeonsangun

Review Sinopsis Ending Film Korea The Treacherous 간신 2015

Review Sinopsis Film Korea The Treacherous (2015) — Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Ngobrolin film berlatar sejarah, jangan lupa, ada film The Treacherous yang tayang pada tahun 2015. Lagi-lagi ini film vulgar dan penuh adegan kekerasan. Tapi memang diangkat dari kisah nyata, sejarah kelam Korea yang dipimpin oleh Raja Lalim bernama Yeonsangun (1476 – 1506, bertakhta 1494-1506)

Sejarah sendiri menobatkan Yeonsangun ini sebagai raja terburuk sepanjang Dinasti Joseon karena perilakunya yang bener-bener diluar nalar. Yah, diwarnai politik dan latar belakang keluarga Kerajaan juga siih yaa..

Jadi, bagi yang belum nonton, pastikan seneng sejarah dulu.
Karena kalo engga, pas nonton berasa pen misuh-misuh aja karena sepanjang drama bwanyaa banget adegan ero-nya. Aku saranin buat yang nonton uda nikah sih yaa.. ((wkkk~ Jinjaa))

Tentang apa sih Film The Treacherous ini?
Kuy, simak review sinopsis The Treacherous korean movie berikut ini.
Let’s get it~

Film Korea The Treacherous (2015)

The Treacherous

Profil Film

Judul : The Treacherous / Treacherous Retainer
(Ganshin/ 간신)

Director : Min Kyu-Dong
Penulis : Lee Yoon-Sung, Min Kyu-Dong

Pemeran Utama Film The Treacherous (2015) :

Ju Ji-Hoon sebagai Im Soong-Jae
Kim Kang-Woo sebagai Prince Yeonsan
Lim Ji-Yeon sebagai Dan-Hee
Lee Yoo-Young sebagai Seol Joong-Mae

Pemeran Pendukung Film The Treacherous (2015) :

Cheon Ho-Jin sebagai Im Sa-Hong
Cha Ji-Yeon sebagai Jang Nok-Soo
Song Young-Chang sebagai Public Official Yoo Ja-Gwang

Genre : Historical, Drama, Mature, Political
Release Date : May 21, 2015
Runtime : 131 minutes
Distributor : Lotte Entertainment

Rating: 2/5

Sinopsis The Treacherous

Dimulai dari awal pemerintahan Raja Yeonsan (karena -gun dalam sebuah nama di Korea berarti panggilan penghormatan yang bisa juga diartikan sebagai “Pangeran”).

Raja Yeonsan ini adalah putra tertua Raja Seongjong dari istri keduanya, Nyonya Yoon yang memiliki nama kecil Yi Yung. Sebagai anak tertua tapi bukan dari Ratu, maka Yi Yung sebenernya biasa-biasa aja, gak ada keinginan untuk maju menjadi Raja. Namun, karena putra mahkota yakni anak laki-laki dari Ratu meninggal, maka Yi Yung pun diajukan untuk memerintah Joseon pada waktu itu.

Pemerintah Pertama Yi Yung atau Raja Yeonsan

Pertama kali naik tahta, Raja Yeonsan terkenal sebagai raja yang baik dan bijaksana. Ia juga terkenal sebagai administrator yang cekatan serta Raja yang mampu menguatkan pertahanan nasional dan suka menolong rakyat miskin.

Raja Yeonsan berubah ketika ia mengetahui fakta kematian sang Ibu.
Dimulai dari fakta pertama bahwa sang Ibu meninggal tanpa diberi gelar anumerta. Sedangkan seharusnya, karena anaknya diangkat jadi Raja, sang Ibu pun bisa meninggal dengan gelar kehormatan tersebut.

Fakta penghapusan gelar anumerta ini bukan tanpa sebab. Tapi karena dulu, semasa hidupnya, sang selir Yoon ini adalah selir yang pencemburu berat dan pernah melakukan aksi pembunuhan terhadap selir lain yang dia gak suka. Selain itu, Ibu suri Insu (mamah mertuanya selir Yoon) juga tau kalau selir Yoon punya bekas luka yang seharusnya ga pantes jadi pendamping Raja.

Dan fakta ini pertama kali ditulis sekaligus diakui oleh kelompok politik Sarim, yang tulisannya semua adalah penentangan wasiat Raja Seongjong, Ayah Yeonsan.

Makin makin marah donk yaa..
Lalu apa yang dilakukan Raja Yeonsan?

Pembersihan Sastrawan Pertama, Kelompok Politik Sarim

Ya, Raja Yeonsan gak tinggal diyam karena pengkhianatan yang dilakukan kelompok politik Sarim. Akhirnya, ia cari-cari celah kesalahan kelompok politik itu dan mengeksekusi SEMUA ORANG dari kelompok politik tersebut setelah menemukan bukti catatan kerajaan yang mengkritik perebutan Raja Sejo atas tahta pada tahun 1455.

Ga tanggung-tanggun, kekejaman pembantaian kelompok Sarim dan keluarganya ini bukan cuman dibunuh, terus udah. Tapi mereka disiksa dengan berbagai cara. Dari mulai dikuliti, dimutilasi dalam keadaan hidup-hidup, disiksa disuruh duduk di kursi bara sampai kepala para petinggi kelompok politik Sarim ini digantung di depan kerajaan agar semua rakyat tau dan takut untuk melawan.

Jasad menteri yang dihancurkan

Pembantaian pertama ini melukai mental dirinya dan pada akhirnya dua orang menteri kepercayaannya memberi saran untuk mencari penghiburan dengan wanita-wanita Joseon.

Maka, dikumpulkanlah semua wanita yang Raja suka. Dari mulai anak-anak pejabat, menteri, keluarga bangsawan hingga istri dan anak-anak dari kasta terendah pun, Raja mau. Setelah itu, kegilaan yang memuncak adalah dengan menutup Sungkyunkwan, yakni sekolah yang mencetak kaum-kaum terpelajar di lingkungan Kerajaan dan mengubahnya menjadi rumah bordil alias tempat p*lacuran pribadi milik sang Raja.

Pembersihan Sastrawan Kedua

Tragedi pambantaian massal ini gak berenti sampai di sini, berkat laporan dari orang kepercayaan Raja, Raja jadi tau bahwa selain penurunan gelar sang Ibunda, Selir Yoon ini juga meninggal dengan cara dipaksa minum racun hingga organnya pecah dan akhirnya meninggal.

Barang bukti sehelai sapu tangan atau kain yang menjadi saksi kesakitan di detik-detik meninggalnya sang Ibunda inilah yang sampai ke tangan Raja Yeonsan, sehingga membuat Raja Yeonsan kembali naik darah dan melakukan pembantaian kedua kalinya.

Raja Yeonsan di Film The Treacherous

Kali ini, ia membunuh dua selir Ayahnya yang disinyalir memberi dukungan untuk diasingkannya Selir Yoon dan gak ketinggalan, sang nenek, Ibu Suri Insu yang juga mengetahui rahasia terbesar Selir Yoon, yakni di badan selir Yoon yang ada bekas lukanya.

Makin jahat, Raja Yeonsan mendorong Ibu suri hingga meninggoy ditambah lagi pembantaian di lingkungan kerajaan, yakni para menteri dan pejabat yang kala itu menjadi saksi kematian sang Ibu.

Gak berenti sampai di situ, Raja Yeonsan juga memerintahkan menggali lagi kuburan para menteri yang uda meninggal untuk dihancurkan seluruh tengkoraknya agar ruh mereka tidak tenang.

Raja Yeonsan Mulai Berhalusinasi

Ya namanya juga orang jahat yaa..
Kejahatannya tuh seakan menghantuinya gituloo.. Akhirnya saat tanding berkuda, ia merasa melihat orang yang akan membunuhnya, sehingga sang Raja pun jatuh dari pelana kuda hingga tiguling jatuh gak karu-karuan!

KAPOK?
Tentu tydack…

Dia malah konsultasi dengan 2 menteri kepercayaannya, Im Sa-Hong (Cheon Ho-Jin) dan Im Soong-Jae (Ju Ji Hoon), 2 ayah dan anak yang kompak “menjilat” sang Raja demi bisa bertahan hidup di Kerajaan. Saran kedua menteri dudul ini adalah tetap bertahan di rumah bordil yang didirikan sang Raja dari penutupan Sungkyunkwan dan mereka berdua akan semakin banyak memasok wanita-wanita cantik dari seluruh penjuru negeri.

FYI, Sungkyunkwan University adalah salah satu sekolah bergengsi untuk mencetak para generasi cendekiawan yang menyeimbangkan kerajaan dari sisi kesustraan, filsuf dan keilmuan. Kalo ditutup buat rumah bordil, eottoke Raja bisa bijaksana?

Salah satu cewek yang ambis parah pingin jadi Ratu

Dan akhirnya, Im Soong-Jae (Ju Ji Hoon) sampai ke satu daerah dan bertemu dengan cinta pertamanya. Sayangnya, pada awalnya Im Soong-Jae gak tau itu cewek yang tumbuh bareng saat mereka remaja. Dan malah menjadikan Dan-Hee (Lim Ji-yeon) sebagai calon selir yang akan memuaskan nafsu s*ksual Raja yang mulai tak terkendali.

Nafsu S*ksual & Dendam

Ternyata, setelah Dan-Hee, gadis desa yang hanya sebagai tukang daging ini menyamar masuk ke istana dengan kedok anak seorang petinggi di daerah tersebut, sang Raja pun langsung jatuh hati. Memang yaa.. seberapapun rendahnya kasta seseorang, kalau dipakaikan baju yang mewah dan bagus ya.. bisa berubah jadi angsa yang cantik.

Gak cuma cantik, Dan-Hee juga gadis yang cerdas dalam bertutur kata, cerdas dalam membaca situasi dan gadis yang kuat. Karenanya Raja langsung ingin memiliki Dan-Hee sebagai Ratu. Namun, salah seorang gadis lain sangat berambisi juga dalam menarik hati Raja, sehingga ia pun gak mau kalah dalam mengambil hati Raja.

Gak hilang akal, Raja pun memanfaatkan mereka berdua untuk adu rayu.
Dan pemenangnya dijanjikan Raja untuk menjadi Ratu serta menghadiahkan kepala yang kalah.
**sumprit ini adegan absurd banget. As you know, mereka cewe sama cewe kan.. lu bayangin aja saling bercumbu mesra dan Raja lalim itu malah kek wasit yang sibuk kasih komen sambil nge-gambar mereka.
OMMOO…OMMOO..!!!
Aktingnya Lim Ji-Yeon ama Lee Yoo-Young KEREN banget!

Ki: Lee Yoo-Young, Ka: Lim Ji-Yeon

Gimana cobak, menggulingkan Raja yang lalim begini?
Mana rakyat tuh percaya banget kalo Raja adalah utusan langit. Tapi kalok begini perbuatannya, gimana mau rakyat hidup sejahtera?

Kesan Nonton The Treacherous

Cukup sekali ye… nonton film beginian..
Meski ada muatan sejarah dan memang diangkat dari kisah nyata, film The Treacherous gak disarankan buat “yang baru kenal drakor” or cinema Korea deeh.. Karena saking vulgarnya, pasti langsung judge “Aelaaa.. film ape ero beginian mah… Kagak usa ditonton.”

Tapi setelah ditelusuri, kehidupan asli Raja Yeonsan ini memang LEBIH KEJAM dan LEBIH SADIS dari yang ditampakkan di Film The Treacherous ini, gaiiss..

Raja Yeonsan dan Ibu tirinya, Selir Jang Nok-su

Yang nggilani dari kelakuan Raja Yeonsan ini adalah dia mau juga ama ibu tirinya.
Huhuhu.. berasa istighfar banya banya pas nonton.

Ending Kehidupan Raja Yeonsan dan Ending Film The Treacherous, SAMA

Di akhir hayatnya, Raja Yeonsan ini dikhianati oleh 2 menteri kepercayaannya, terutama Im Soong-Jae, yang punya motif sakit ati juga karena wanita yang ia cintai diperlakukan dengan hina seperti yang aku bilang di atas. Disuruh berkompetisi dengan sesama selir buat dapetin hati Raja.

Akhirnya, Im Soong-Jae merencanakan kudeta dengan cara mengurung Raja Yeonsan di salah satu bangunan dalam Istananya sendiri yang uda diisi sama babi yang pernah ia gunakan untuk memakan jasad para menteri yang ia bunuh.

Apakah ia mati diantara babi-babi itu?
TYDACK pemirsa. Namanya Raja tuh memang punya kemampuan bertahan hidup yang hebat yaah.. Sayangnya, kelebihan itu gak dimanfaatin buat membela rakyatnya, malah buat seneng-seneng gajelas.

Akhirnya Raja Yeonsan digulingkan dan langsung digantikan oleh adik tirinya, Pangeran Jinseong.

Akhir kejayaan raja terkejam di Korea sepanjang sejarah

Saat ruangan yang dipenuhi babi tersebut dibuka setelah beberapa lama, ternyata Raja Yeonsan masih hidup dengan babi yang dibantai semuanya. Dan ia pun jadi GILA.

Setelah hilang kewarasan, Raja Yeonsan diasingkan ke sebuah pengasingan yang jauh dari istana kemudian gelar Rajanya dicabut bahkan setelah 2 minggu, Yeonsanggun meninggal. Bahkan setelah meninggal, rakyat dan istana tidak mengijinkan namanya untuk dicatat dalam sejarah dan papan penyembahannya tidak ditaruh di kuil seperti Raja-raja Korea lainnya.

Selain itu, Selir Jang Nok-su juga kemudian dieksekusi tanpa ampun karena bersekongkol dengan Yeosangun.

Trailer The Treacherous (2015)

Cast The Treacherous: Ju Ji-Hoon, Kim Kang-Woo, Lim Ji-Yeon, Lee Yoo-Young

Film The Treacherous bukan satu-satunya film yang menceritakan sejarah kelam pemerintahan Yeosangun. Kalau sahabat lendyagassi suka sejarah dan ingin melihat dari sisi lain, ada drama dan film yang mengangkat kisah hidup raja terkejam ini.

Rekomendasi Film dan Drama tentang Raja Yeosangun:

Drama Han Myung Hoe (1994) — 105 eps (KBS2)
Drama The King and Queen (1998-2000) — 186 eps (KBS1)
Film The King and the Clown (2005)
Drama King and I (2007) — 63 eps (SBS)
Drama Queen Insoo (2011) — 60 eps (JTBC)
Drama Rebel: Thief Who Stole the People (2017) — 30 eps (MBC)
Drama Queen for 7 Days (2017) — 20 eps (KBS2)

Film The Treacherous ini juga terbilang film sukses pada masanya dan memperoleh beberapa penghargaan seperti 2015 (50th) Karlovy Vary International Film Festival pada July 3-11, 2015 Horizons *International Premiere dan Best New Actress 2015 dianugerahkan untuk aktris Lee Yoo-Young pada (36th) Blue Dragon Film Awards bulan November 26, 2015.

Key, akhirnya kita papay dulu yaa..
Sampai jumpa di review drama dan film lainnya. Papaaayy~

Selamat Menonton.

즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With Love,

Exit mobile version