Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

The Great Shaman Ga Doo Shim

Review dan Sinopsis Drama Drama Korea The Great Shaman Ga Doo-Shim

Drama Korea The Great Shaman Ga Doo Shim – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

..and welcome August.
Senang sekali rasanya memasuki awal bulan Agustus, para drakorian kembali dimanjakan dengan drama pendek yang sayang banget kalau dilewatkan. Ada 2 drama pendek yang sedang tayang, salah satunya drama terbaru dari Nam Da-Reum ssi yang berjudul “The Great Shaman Ga Doo Shim”.

Nonton drama The Great Shaman Ga Doo Shim di Iqiyi dan baru tayang 2 eps pertama dengan masing-masing eps nya hanya berdurasi 21 menit. Heemm, cukup layak untuk dinanti yaa..

Gimana sinopsis dan review singkat drama The Great Shaman Ga Doo Shim?
Let’s get it!

Drama Korea The Great Shaman Ga Doo-Shim (2021)

Profil Drama

Judul : The Great Shaman Ga Doo-Shim / Superior Shaman Ga Doo Shim
(Woosoomudang Gadusim/ 우수무당 가두심)

Sutradara : Park Ho-Jin
Penulis Drama : Joo Brothers

Pemeran Utama Drama The Great Shaman Ga Doo-Shim :

Kim Sae-Ron as Ga Doo-Shim
Nam Da-Reum as Na Woo-Soo

Genre : Drama, Mystery, Romance, Fantasy

Network : KakaoTV, IQIYI
Episode : 12

Release Date : July 30, 2021

Sinopsis The Great Shaman Ga Doo-Shim

Dibuka dengan scene seorang anak kecil yang menemani neneknya untuk menangkal roh halus yang masuk ke tubuh seorang anak sekolah. Anak ini sudah berada di tepi gedung yang tinggi dan bersiap melompat. Ada apa gerangan? Masalah seberat apa yang menimpanya hingga ia ingin mengakhiri hidupnya?

Di saat yang bersamaannya, nenek yang bernama Yang Myo Sim sudah sangat kelelahan, sehingga tidak sanggup lagi menghadang sang roh halus yang merasuki tubuh anak yang mau bunuh diri tersebut. Karena itu, ia mengutus cucunya yang masih kecil untuk membacakan mantra yang biasanya nenek Myong Sim gunakan.

“Terikatlah oleh kata-kataku dan berhentilah.
Kau dapat keinginanmu. Kau sudah bersenang-senang.
Kini, pergilah…”

Mantra nenek Myong Sim, drama The Great Shaman Ga Doo-Shim

Lalu apa yang terjadi setelah mantra itu dibacakan oleh sang cucu?
Pergikah sang roh jahat tersebut dan apakah si anak SMA tadi gak jadi lompat dari gedung yang tinggi?

Karakter Kim Sae-Ron sebagai Ga Doo-Shim

Ga Doo-Shim (diperankan oleh Kim Sae Ron) adalah seorang siswi yang kerap berpindah-pindah sekolah. Ia denial ketika sang Ibunya bertanya apakah ia masih mampu melihat roh dan berbicara dengan mereka. Hal ini ia lakukan agar tidak diminta untuk menjadi pengusir roh. Itu adalah tugas turun-temurun yang dilakukan keluarga Ga Doo Shim dan ia sangat membenci hal tersebut.

Sedikit flashback, sang nenek Ga Doo Shim meninggal sehabis mengusir roh jahat yang masuk ke tubuh seorang anak SMA. Sehingga hal ini jugalah yang membuat Doo Shim terluka hingga enggan berurusan dengan makhluk halus.

Tapi,
Justru kekuatan Doo Shim ini yang membuatnya bisa membuat kesepakatan dengan Ibunya akan satu hal yakni jika Doo Shim menurut dengan apa yang diinginkan sang Ibu, maka Doo Shim boleh mandiri ketika usia dewasa ((mungkin di sini maksudnya adalah tinggal sendiri, gak sama Ibunya lagi)).

Sehingga Doo Shim pun menuruti Ibunya untuk tetap mengusir roh jahat ketika ada panggilan. Dan ini menghasilkan uang loo..

Jadi, apakah yang akan terjadi dengan Doo Shim dalam perjalanannya mengusir roh jahat?

Karakter Nam Da-Reum sebagai Na Woo-Soo

Na Woo-Soo (diperankan oleh Nam Da Reum) adalah seorang murid yang ganteng sholih nan pintar dari SMA Songyoung. Ia selalu mendapatkan nilai tertinggi untuk semua mata pelajaran. Lalu, di hari pertama sekolah Ga Doo Shim, anehnya Na Woo-Soo langsung tertarik.
**ini masih misteri sih…kenapa ia bisa tertarik sama Ga Doo Shim. Yang pasti bukan karena alasan cliche semacam cinta pandangan pertama.

Prediksiku, Na Woo Soo ini adalah hantu yang pernah ditaklukkan nenek Myo Sim dan akan membalas dendam ketika Doo Shim berusi 18 tahun. Karena Doo Shim pernah diperingatkan oleh nenek sbelum meninggal bahwa Doo Shim harus berhati-hati ketika berusia 18 tahun. Jika usia ini sudah dilewati dengan lancar, maka ke depannya akan menjadi lebih mudah.

Latar belakang keluarga Woo Soo juga bagus loo.. Ia dibesarkan dari keluarga kaya yang sukses. Ibunya seperti Ibu-ibu pada umumnya, yang sosialitah, tapi masih percaya sama dukun. Sedangkan Ayahnya dari kelangan intelek yang semua serba terukur dengan sains. Jadi gak percaya tuh yang namanya dukun. Gimana dengan Woo -Soo? Menurun Ibunya atau Ayahnya?

Ya, Ayahnya doonk..
Sehingga Woo Soo selalu ingin membuktikan sendiri sebuah misteri seorang kakak kelasnya yang mengalami bunuh diri setelah tahu dirinya menjadi peringkat terakhir di SMA Songyoung.

Kutukan Di SMA Songyoung

Sudah menjadi rahasia umum kalau SMA Songyoung memiliki sebuah kutukan yaitu jika siswa memiliki nilai terendah, maka ia akan otomatis meninggal, bunuh diri. Sampai sini, uda kerasa aura seremnya kan yaa..?

Tapi karena orang-orang ada yang percaya dengan roh halus dan ada yang gak percaya, jadi selama ini baik pihak sekolah ataupun teman-teman sekelasnya selalu beranggapan bahwa anak-anak dengan nilai rendah itu bunuh diri karena malu atau karena memiliki masalah di rumahnya, sehingga gak tenang dan memilih jalan ini untuk mengakhiri hidupnya.

Sedih bat nontonnya. Aku terenyuh waktu semua anak mulai merasa insecure dengan yang namanya nilai begini. Entah ini tuntutan lebih dari orangtua atau dari lingkungannya, yang pasti culture seperti ini udah gak sehat banget.

Bagaimana kelanjutannya?
Akankah roh jahat kembali merasuki anak-anak yang memiliki nilai rendah?

Apa yang bisa dilakukanWoo Soo untuk menghilangkan pengaruh roh jahat?
Karena di sini ia benar-benar gak punya kekuatan supranatural seperti Doo Shim kan…

Kesan Pertama Drama The Great Shaman Ga Doo Shim

Dark!
Kasus per-kasus dalam drama ini gak bisa dianggap remeh. Karena apa? Karena baru-baru ini, sekitar akhir bulan Juli 2021 kemarin, salah satu siswa dari Sekolah Internasional di Korea yang bernama Lee Hyeon Seob juga ditemukan meninggal dengan cara melompat dari gedung di sekolahnya.

Kasus bunuh diri seorang siswa yang bernama Lee Hyeon Seob di Korea.

Diduga, Lee Hyeon Seon ini terkena cyber bullying yang berakibat ia di bully juga oleh teman-teman di sekolahnya. Dan apa tindakan sekolah untuk kasus Lee Hyeon Seob ini?

Kabarnya, pihak sekolah tidak melakukan hal lebih dan menyerahkan kasus ini ke tim investigasi di kepolisian. Banyak bukti dan saksi mata yang mengatakan bahwa Lee Hyeon Seob sebelum bunuh diri sempat memberikan banyak sinyal untuk meminta pertolongan. Tapi karena sekolah Internasional ini, khususnya ((atau kebanyakan sekolah bergengsi di Korea)) tidak menangani kasus mental health anak-anaknya dengan serius, maka seringlah terjadi anak-anak yang berjiwa depresi ini lari ke gerbang kematian.

Selain itu, Ibu dari mendiang Lee Hyeon Seob ini kabarnya sudah membuat petisi yang didukung oleh lebih dari 600 ribu orang dari Korea dan luar Korea, sehingga kasus ini layak untuk dibuka dan diusut hingga tuntas. Ada beberapa barang Lee Hyeon Seob yang bisa dijadikan barang bukti, terutama dari surat terakhir Lee Hyeon Seob yang ditemukan di kamar asramanya.

**sekolah Internasional Lee Hyeon Seob ini adalah sekolah asrama yang memungkinkan anak-anaknya berinteraksi dengan teman-temannya selama 24 jam. Kebayang depresinya Hyeon Seob ketika ia tidak tahu lagi harus mengadu kemana ketika ada masalah.

Apa yang bisa dipelajari dari Drama The Great Shaman Ga Doo Shim menurut sahabat lendyagassi?

Lesson Learn Drama The Great Shaman Ga Doo Shim

Jangan Abaikan Anak-Anak yang Memiliki Kesulitan Belajar

Sedih banget gak sih..ketika anak-anak kita berjuang di sekolah untuk memahami materi namun saat keluar hasilnya dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan orangtua, kemudian sang orangtua berkata “Lebih baik kamu mati aja!”

Salah satu siswa yang jadi roh dan gentayangan mencari Ibunya, eps. 1

Makanya di eps pertama, sang anak yang tadinya hanya menakut-nakuti Ibunya, berasa kemasukan setan ((etapi beneran kerasukan roh diink)) langsung tanpa pikir panjang melompat dari gedung. Karena dorongan kata-kata Ibunya yang bilang begitu.

Sedih bukan main karena anak-anak ini merasa tidak diharapkan kehadirannya di dunia karena belum mampu membuat orangtuanya bangga akan hasil nilai akademik dan kesuksesan lainnya.

Jaga Lisan

Sekali lagi, pelajaran penting buatku sebagai orangtua yakni tahan berkata-kata ketika sedang amarah memuncak. Atau kalau mau marah, lantunkanlah kalimat yang baik-baik seperti “Sholihaa nya anak Mama… In Syaa Allah menjadi anak yang cerdas yaah…”

Jangan sampai keceplosan hal-hal buruk yang bisa menjadi doa dan mengiringi langkah anak-anak berbuat hal yang destruktif untuk dirinya sendiri atau lingkungannya. Apalagi kata-kata yang buruk itu bagaikan pisau yang membuat luka batin yang tak terlihat.

Mendengar Apa yang Anak Suka dan Inginkan

Aku masih belum tau gimana ending drama The Great Shaman Ga Doo Shim ini, tapi bagaimanapun endingnya, aku harap menjawab ketidaksukaan Doo Shim akan dunia per-dukunan yang meski menolong banyak orang, tapi gak sedikit yang menyalahkannya karena ia seorang shaman alias dukun.

Semoga ending drama The Great Shaman Ga Doo Shim adalah Doo Shim bisa memilih jalan dan hal yang ia sukai selama ini.

Membuat Lingkungan yang Aman dan Nyaman Untuk Anak Bertumbuh

Aku rasa, atmosfer di kota-kota besar yang serba cepat dan bersaing, ini gak sehat banget untuk anak-anak bertumbuh. Alangkah baiknya jika culture yang dibuat adalah anak-anak mencintai proses belajarnya, bukan proses menikmati hasil. Walau aku yakin, di Korea budaya mencontek mungkin kecil. Tidak seperti di Indonesia yang bisa menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil baik untuk sebuah ujian.

Miris banget kan yaa..

Rasanya kalau ngobrolin masalah anak-anak muda zaman sekarang ini jadi PR kita sebagai orangtua yaa… Dari mulai pembentukan dan penguatan karakter, menyiapkan mereka tumbuh dan bersosialisasi di lingkungannya, menghadapi pangaruh games dan tontonan dari media sosial, waah….dan lain-lain. Gempuran media ini juga tak bisa dipungkiri. Betapa banyak role model yang mereka ingin tiru sehingga pencarian jati diri anak-anak pastinya akan penuh tantangan di masa kini.

Anak-anak yang akan mengubah dunia.

Quote nenek Myong Sim, drama The Great Shaman Ga Doo-Shim

Jadi, drama The Great Shaman Ga Doo Shim ini memiliki arti lebih menuruku dari kaca mata seorang Ibu dan pendidik. Bagaimana menurut sahabat lendyagassi?

Apakah ada pesan tersirat yang juga bisa diambil pelajaran dari drama bergenre Mystery, Fantasy yang diperankan oleh Kim Sae Ron dan Nam Da Reum kali ini?

안녕히 가세요
Good bye~

With love,

Exit mobile version