Raja Sejong dan Sejarah Hangeul Sebagai Alfabet Korea

Mengenal Raja Sejong dan Sejarah Hangeul Alfabet Korea – Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Jatuh cinta dengan segala jenis karya seni Korea Selatan, dari mulai Kdrama, Kmusic, Kbeauty sampai Kfood sudah bisa menjadi alasan yang kuat untuk belajar bahasa dan membaca huruf aksara Korea yang dikenal dengan nama “hangeul”.

Sebelumnya, kita belajar sejarah dulu yuk..

Siapa yang menciptakan aksara hangeul dan terinspirasi dari manakah huruf-huruf yang berbentuk kotak-kotak ini?
Apakah sahabat lendyagassi juga pernah menonton drama yang ada kaitannya dengan sang Raja yang menciptakan hangeul ini?

Simak ulasan mengenai sejarah hengeul sebagai alfabet di Korea berikut ini. Let’s get it~

Sejarah Hangeul Sebagai Alfabet Korea

Alfabet (sistem penulisan) Korea yang bernama hangeul adalah alfabet yang dianggap sebagai salah satu yang paling efisien di dunia. Hangeul diciptakan di masa pemerintahan Raja Sejong dari Dinasti Joseon (1392-1910). Yang itu berarti, sebelum pemerintahan Raja Sejong, rakyat Korea masih menggunakan huruf aksara China untuk berkomunikasi.

Mengenal Profil Raja Sejong yang Cinta Ilmu

Raja Sejong yang memerintah dari 1418-1450 sering disebut sebagai pencipta hangeul. Ia adalah raja dengan pendidikan yang tinggi dan sarjana yang cerdas, tekun serta memiliki pengetahuan kuat dalam semua bidang studi. Di sela-sela kesibukannya sebagai raja, ia menggunakan waktu luangnya untuk membaca dan bermeditasi.

Terletak dimana patung Raja Sejong di Korea Selatan?
Patung Raja Sejong yang terletak di depan istana Gyeongbokgung, Gwanghwamun Square

Sejong adalah raja yang sangat ulet dan tidak mau menyerah memperjuangkan apa yang dianggapnya benar. Pemerintahannya berlandaskan pada cinta untuk rakyat dimana suara rakyat jelata didengarkan dan kesejahteraan mereka diperhatikan.

Di masa kepemerintahan Raja Sejong sebuah lembaga penelitian akademis bernama jiphyeonjeon yang didirikan di istana. Sarjana terkemuka dari berbagai bidang ilmu dikumpulkan di jiphyeonjeon untuk berdiskusi dan menulis buku-buku. Raja Sejong senang menantang para sarjana tersebut untuk menemukan hal-hal baru, atau melibatkan mereka dalam proyek-proyek ilmiah.

Salah satu sarjananya yang bernama Jeong Inji menulis Goryeosa, catatan sejarah seluruh dinasti Goryeo. Sarjana-sarjana lainnya diantaranya menemukan jam, alat musik, perhitungan matematika, pengukur hujan. Juga alat cetak fleksibel yang bisa digeser-geser sehingga memudahkan mencetak berbagai dokumen atau buku.

Penciptaan Hangeul

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebelum adanya hangeul orang-orang terpelajar Korea menggunakan alfabet Cina yang bagi raja Sejong mempunyai beberapa kekurangan. Karena berasal dari Cina, alfabet tersebut tidak bisa sepenuhnya mengungkapkan kata-kata dan makna dari pemikiran dan bahasa lisan Korea.

Huruf-hurufnya yang rumit pun terlalu sulit bagi rakyat jelata sehingga mereka tidak dapat membaca dan menulis. Sehingga rakyat kesulitan menyampaikan keluhan mereka secara tertulis, hanya menggunakan komunikasi lisan yang bisa saja isinya seiring waktu terlupakan detailnya.

Rakyat juga tidak bisa mencatat pengetahuan pertanian yang didapat dari pengalaman bertahun-tahun. Raja Sejong pun memutuskan membuat alfabet untuk orang Korea yang mudah dipelajari sehingga bisa digunakan oleh rakyat luas.

Lalu terciptalah hunminjeongeum dokumen yang berisi satu set alfabet baru yang dibuat oleh Raja Sejong. Alfabet baru tersebut awalnya disebut sebagai hunminjeongeum juga. Namun kemudian disebut menjadi hangeul di Korea Selatan dan joseongeul di Korea Utara.

Ada yang mengatakan bahwa Raja Sejong adalah pencipta hangeul. Namun ada juga yang mengatakan Raja Sejong hanya mengarahkan, yang menyusun hangeul adalah para sarjana di jiphyeonjeon.

Tulisan hangeul pertama kali bernama Hunminjeongeum
Hunminjeongeum, dokumen yang berisi satu set alfabet baru buatan Raja Sejong dan sarjana di jiphyeonjeon

Manapun yang benar, maka sejarah akan selalu mencatat kebaikan dan ketulusan cinta Raja Sejong terhadap rakyatnya dan dedikasi tinggi untuk ilmu yang telah dimilikinya.

Hangeul memang terinspirasi dari alfabet Cina, namun lebih sederhana. Untuk membaca aksara Cina simbol visual
harus diasosiasikan dengan sebuah kata. Sementara dalam hangeul bunyi diasosiasikan dengan sebuah
kata.

Pada kata pengantar hunminjeongeum raja Sejong menyatakan,

“Karena berasal dari luar negeri, aksara Cina tidak mampu menangkap makna khas Korea. Oleh karena itu, banyak orang awam tidak memiliki cara untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka. Dari simpati saya untuk kesulitan mereka, saya telah menemukan satu set 28 huruf. Huruf-hurufnya sangat mudah dipelajari, dan saya sangat berharap bahwa huruf-huruf itu dapat meningkatkan kualitas hidup semua orang.”

Kutipan Raja Sejong

Hangeul dan Kontroversinya

Saat ini hangeul hanya menggunakan 24 huruf dari hunminjeongeum. Suku kata dibagi menjadi tiga bagian yaitu chooseong (konsonan awal), jungseong (vokal puncak), dan jongseong (konsonan akhir). Jongseong merupakan pengulangan dari chooseong.

Hangeul yang hanya memiliki 14 konsonan dan 10 vokal mampu mengekspresikan banyak suara. Cukup mudah untuk menyuarakan kata-kata asing menggunakan hangeul. Karena jumlah huruf yang sedikir dan kesederhanaannya hangeul sangat mudah dipelajari oleh anak-anak sekalipun dan oleh orang asing.

Tulisan hangeul pertama kali oleh Raja Sejong disimpan di museum
(source : kapanlagi) hunminjeongeum, hangeul pertama

Namun kemudahan tersebut pernah dijadikan alasan oleh sebagian sarjana Joseon untuk melarang penggunaan hangeul. Mereka mengejeknya sebagai achimgeul (huruf pagi) atau amgeul (huruf wanita).

Achimgeul karena hangeul bisa dipelajari dalam satu pagi. Amgeul karena wanita yang tidak berpendidikan bisa mempelajarinya dengan mudah.

Sebagian sarjana itu yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari alfabet Cina yang rumit seolah menganggap hangeul tak layak untuk dipelajari. Ditambah lagi bagi sebagian orang di masa Joseon membaca dan menulis hanya layak dipelajari oleh para sarjana.

Namun hangeul tetap bertahan dan menyebar di masyarakat hingga sekarang. Bisa dikatakan buta huruf hampir tidak ditemui di Korea. Bahkan orang asing pun bisa memahami hangeul setelah hanya sekitar satu atau dua jam belajar serius.

Drama atau Film Mengenai Dae Wang Sejong

Kisah raja Sejong menciptakan hangeul ini pernah diangkat dalam sebuah drama sepanjang 86 episode berjudul “Dae Wang Sejong” (Raja Yang Agung Sejong). Menceritakan Chung Nyeong seorang pangeran ketiga yang posisinya jauh dari pewarisan tahta.

Wajah asli Raja Sejong Korea yang menciptakan hangeul
Penggambaran Raja Sejong

Chung Nyeong kecil tinggal di sebuah rumah di luar istana sehingga ia mengalami langsung kehidupan rakyat jelata sampai ia menjadi seorang pemuda. Saat naik tahta namanya menjadi Sejong dan kemudian ia menciptakan hangeul. Raja Sejong juga menjadi inspirasi beberapa film lain seperti “The King’s Letters” yang juga menceritakan usahanya menciptakan hangeul.

“Forbidden Dream” yang menceritakan usaha Raja Sejong untuk meningkatkan kemakmuran dan kekuatan militer kerajaan melalui astronomi, dia dibantu oleh sarjana bernama Jang Yeong Sil. Dan ada juga film komedi “I Am the King” menceritakan tiga bulan sebelum Chung Nyeong naik tahta menjadi Raja Sejong. Yang kemudian ia kabur karena tidak mau menjadi raja. Ia ingin hidup bebas tanpa stres terkubur oleh buku-buku.

Lalu ada “King Sejong the Great” tentang Raja Sejong yang merombak Joseon. Diceritakan juga dia menciptakan alfabet baru dan menerbitkan banyak buku tentang pertanian, seni, obat-obatan, dan adat istiadat.

Bagaimana sahabat lendyagassi?
Semakin mengenal dengan salah satu Raja Joseon yang berpengaruh dan mampu mengangkat Korea dari kegelapan?

Kira-kira kalau di Indonesia, siapa ya..tokoh yang serupa dengan the Great King Sejong ini?
Coba drop di kolom komentar…

즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With love,

logo lendyagassi

Referensi:
Guide To Korean Culture, Korean Culture and Information Service Ministry of Culture, Sports and Tourism.
https://en.wikipedia.org/wiki/Hunminjeongeum
https://www.imdb.com/title/tt3375978/plotsummary?ref_=tt_ov_pl

Culture and Customs of Korea, Donald N Clark.

Terimakasih kepada kak Purwanto, karena tulisan ini adalah Guest post dari kak Purwanto, penyuka aktor Ma Dong Seok terutama ketika menjadi polisi atau gangster. Ingin mengenal dan mengetahui lebih banyak mengenai kak Purwanto, bisa mengunjungi website Fanicat.com.

Spread the love

78 pemikiran pada “Raja Sejong dan Sejarah Hangeul Sebagai Alfabet Korea”

  1. Sering membaca nama Sejong melintas dalam text Drakor. Tapi baru tahu bahwa doi juga adalah pencipa hangeul, alfabet Korea. Benar-benar raja terpelajar ya. Nah dari list drama yang menceritakan kisah hidupnya seperti yang ditulis Mbak Lendy di atas, belum satu pun aku tonton. Kapan-kapan mau cari juga ah drama tentangnya 🙂

    Balas
  2. Raja yang benar benar memperhatikan budaya dan sastra ya kak, berusaha membuat sendiri dan juga mengumpulkan orang pintar untuk sama sama berpikir serta melahirkan peradaban baru. Dipakai hingga sekarang dan pasti mejadi kenangan terindah sang raja

    Balas
    • Kayanya nggak pernah mbak. Yang di Sulawesi itu setahu saya bahasanya bahasa daerah lokal, kemudian mungkin sekitar tahun 2000an hangeul digunakan sebagai huruf buat penulisannya karena bahasa tersebut konon nggak punya aksara sendiri, dan hangeul dirasa match dengan bahasa daerah tersebut.

      Kalau di buku catatan dinasi Joseon (Joseon wangjo sillok) konon pernah ada utusan Majapahit yang pernah datang ke Joseon. Konon juga sempat terjadi perdagangan tapi nggak lama, karena mungkin rugi ya biaya ekspor impornya tinggi banget. Joseon wangjo sillok bisa dibaca online, tapi isinya banyak banget sekitar 400 buku.

      CMIIW

      Balas
  3. btw itu patungnya sebesar apa sih? penasaran deh, kalo dijejerin sama manusia

    aku tuh nggak tertarik dengan bahasa korea ya, tapi gara2 postingan teh lendy, aku jadi pengen belajar
    setidaknya tahu dasar-dasar bahasa korea yang tentunya beda jauh dengan kita wkwk

    Balas
  4. Keren banget ya, penemuannya sungguh sangat bermanfaat bagi jutaan rakyatnya. Patutlah dibuat patungnya beliau. Kok aku bacanya jadi terharu ya 🥲

    Nggak cuma orang Korea aja yang kenal hangeul gitu kan, udah mendunia sekarang dipelajari sama negara-negara lain juga. Huwaaww..

    Balas
  5. Keren juga ya zaman segitu sudah ada lembaga think-tank yang membahas kemajuan berbahasa negara Korea. Sejong layak jadi pahlawan karena berjasa mengarahkan atau membentuk aksara Hangeul yang melegenda hingga kini. Aku suka takjub pas nonton drakor trus mendapati aksara Korea dipakai, keren gitu. Mestinya kita bisa tuh contoh hal serupa di Tanah Air. Bikin film atau drama serial yang menampilkan perjalanan bahasa Indonesia atau bahasa lokal lain yg kaya. Jadi muepng ma “Forbidden Dream”

    Balas
  6. Luar biasa nih, sang raja mampu mengumpulkan cerdik pandai untuk bisa berkolaborasi dan melakukan penelitian bahasa dan huruf. mengubah dominasi huruf tionghoa klasik menjadi hangeul, alfabet Korea. Pencapaian yang diingat sepanjang waktu

    Balas
  7. Langsung keinget Ki hadjar dewantara, pendiri Tamansiswa di Jogja 😅.

    Btw itu patung raja sejong di bagian depan istana, tapi bagian dalamnya kali ya mba? Kok pas ke gyeongbokgung palace, aku ga Nemu patungnya 🤣. Kalo ngeliat pasti udah foto 😅. Atau jangan2 aku masuk di bagian lain istana kali yaaa.

    Btw, kemarin itu salah satu temen blogger juga ngajarin cara baca hurup hangeul yg gampang dan cepat. Krn suaminya orang Korea, jadi dia ngajarin based on experience sendiri. Dan memang cepet sih, walopun akunya aja yg lupa lagi Krn ga diulang. Untungnya dia simpan di highlight IG jadi bisa diliat2 lagi ntr

    Balas
  8. Nggak di Korea nggak di Indonesia sama ya kisahnya uni kurang lebih. Ada orang nomor satu yang bisa membawa hari cerah dan lebih baik untuk negaranya. Salut ama kamu ih banyak yang dipelajari dari budaya Korea Uni

    Balas
  9. Kaya gitu tuh ya memang pantes banget jadi raja. Cerdas, mumpuni dan mencerdaskan rakyatnya juga. Jd raja gak sekedar karena turun temurun aja tapi memang layak memimpin negeri

    Balas
  10. Pantas setelah serba modern masyarakat Korea Selatan sangat maju dan makin beradab, secara masih jaman dulu saja, pemikiran dan kemajuan ilmu pengetahuan sudah selalu digali dan diasah. Raja yang bijak dan mementingkan kemajuan bangsa dan negara sepertinya tidak banyak.

    Balas
  11. Pemikiran yg aneh ya. Dikasih yg gampang kok malah ngejek. Tapi memang sekarangpun banyak scholars yg punya pemikiran spt itu, pengin pintar sendiri, orang lain biar tetap bodoh supaya selalu membutuhkan & memuji mereka. Untung si raja progresif.

    Balas
  12. Baru tahu sejarah alfabeth Hangeul dan kontribusi Raja Sejong. Agak mirip tulisan China ya, Hangeul itu .
    Menarik ternyata ya sejarah Korea itu. Drakor tentang raja Sejong ini belum pernah saya tonton Teh. Kalau di Indonesia siapa ya yang kaya Raja Sejong? Malah saya yang balik nanya, hehe …

    Balas
  13. Raja Sejong yang baik hati lahir dari raja Taejong yang bertangan dingin. Kalau melihat sedikit sejarah lagi, jalan sejong bisa seperti itu, karena dasar-dasar kerasnya sudah dibuat oleh ayahnya Taejong, sehingga Sejong tidak ingin menjadi raja yang bertangan dingin dan selalu penuh kasih. Keren Korea Selatan, mereka berhasil dengan serangan gelombang Koreanya, semoga Indonesia bisa menembus dunia dengan prestasi juga. Kalau Indonesia, jadi inget honocoroko dan lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa

    Balas
  14. Raja Sejong yang baik hati lahir dari raja Taejong yang bertangan dingin. Kalau melihat sedikit sejarah lagi, jalan sejong bisa seperti itu, karena dasar-dasar kerasnya sudah dibuat oleh ayahnya Taejong, sehingga Sejong tidak ingin menjadi raja yang bertangan dingin dan selalu penuh kasih. Keren Korea Selatan, mereka berhasil dengan serangan gelombang Koreanya, semoga Indonesia bisa menembus dunia dengan prestasi juga. Kalau Indonesia, jadi inget honocoroko dan lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

    Balas
  15. Setiap kejadian yang dipatenkan pasti memiliki asal usul ya mbak, termasuk penggunaan bahasa hangeul ini. İnformatif sekali postingan ini, jadi pengen nulis asal usul penggunaan jawa ngoko di tanah jawa hehe

    Balas
  16. Oh, rupanya Raja Sejong ini pencipta hangeul di Korea. Ck..ck..ck… pemimpin yang baik dan berusaha keras memajukan rakyatnya dengan alfabet2 ini. Kalau kita yang melihat hurufnya sih memang njelimet ya hihihih. Tapi bagi mereka ini mudah 🙂 Jika dalam 1-2 jam jam belajar Hangeul, orang2 asing bisa sedikit2 berarti mudah dipelajari nih.

    Balas
  17. keren, jadi paham sejarahnya. terinspirasi diksi ini kak : sejarah akan selalu mencatat kebaikan dan ketulusan cinta Raja Sejong terhadap rakyatnya dan dedikasi tinggi untuk ilmu yang telah dimilikinya. Hal ini menandakan Raja Sejong dicintai rakyatnya

    Balas
  18. Kemajuan suatu bangsa atau kerajaan ditentukan oleh raja atau pemimpin yang sangat memperhatikan budaya , peradaban dan kesejahteraan rakyatnya. Keberhasilannya ditentukan dengan rakyatnya yang mau melakasanakan kebijakan dengan senang hati..

    Balas
  19. patung Raja Sejong ini jadi salah satu tempat wajib dikunjungi kalau ke Korea ya Kak.
    perjuangan Raja Sejong ini total ya demi cintanya ama Negaranya, karena adanya Alfabet ini juga jadi alat komunikasi ya.

    Balas
  20. Wah mempelajari alfabet Korea bisa hanya dalam waktu 2 jam ya kalo serius. Berarti emang gak sulit-sulit amat yaa..
    Btw begitu besar jasa Raja Sejong dan para sarjana di masanya untuk kemajuan Korea, ya 🙂

    Balas
  21. Kalau ga salah ya mba, cerita tentang Raja Sejong menciptakan Hangeul ini pernah ada di drama Deep Rooted Tree, yang jadi Rajanya Song Jong Ki. Kisahnya bagus banget sih.

    Balas
  22. Selalu kagum dengan pencipta aksara … raja Sejong ini luar biasa ya … selalu kagum juga dengn raja yang cinta ilmu. Beliau itu sebelum ada aksara Korea, bacaannya buku2 apa ya?

    Balas
  23. Dua kali nih aku jadi tahu sejarah Korea, kalau ini raja yang mengenalkan alfabet Korea, di artikel sebelumnya raja yang pernah melarang miras dari beras karena beras mahal. Aku tunggu review drakor yang berlatar sejarah rajanya ya, Teh

    Balas
  24. Dulu udah sempat sampai depan patung Raja Sejong ini. Bodohnya ndak sempat foto di situ. *jedukinkepalaketembok Nyesel bangeeet. Dulu juga ndak sempat masuk ke museum di bawahnya dan main ke sungai terkenal yang deket situ. Moga dikasih rezeki buat ke Seoul lagi. 😑

    Balas
  25. Everything about Korea ini menarik banget ya Teh? termasuk huruf-hurufnya yg kotak dan ada bulat-bulatannya. Kalau Rajanya ini pernah mengenal sejarahnya aja sekilas. Kerem Teh Lendy ini mengupas habis tentang Korea.

    Balas
  26. Wah, sejarah tulisan Korea ternyata seperti ini. Cita-cita mulia raja Sejong berhasil membantu seluruh rakyatnya memahami bahasa dengan mudah dan dilestarikan hingga kini. Saya jadi penasaran, belajar huruf2nya yang bisa dipahami dalam waktu singkat saking simpelnya. Nanti mau coba belajar juga rasanya..

    Balas
  27. Wah akhirnya tahu sejarah lumayan lengkapnya. Dulu hanya tahu huruf tersebut diciptakan dengan lebih sederhana agar rakyat Korsel yang berpendidikan rendah juga bisa baca dan tulis.

    Balas
  28. Korsel baik sekali ya menjaga kisah sejarahnya di masa lampau. Sebagian malah dijadikan latar kisah di berbagai drakor atau filmnya.

    Semoga sejarah Indonesia jg sampai di momen, kisahnya dikemas seapik drakor atau film Korea. Dan lebih banyak lagi. Jadi generasi muda kita pun bisa mengenal sejarah masa lampau nusantara dengan banyak referensi

    Balas
  29. Wah, keren ya sejarah Hangeul ternyata begini. Tapi kalau dibilang lebih mudah dipelajari mungkin ya.. pernah belajar Mandarin, dan memang nulis dan ngomongnya ribet banget. Beda nada bisa beda arti. Nulisnya juga ada urutan2nya, termasuk penekanan goresan.. puyeeeng dah.

    Nah, kalau lihat Hangeul kaya lebih sederhana gitu… 🙂 Jadi pengen belajar Hangeul…

    Balas
  30. Sering lihat orang asing yang datang ke Korea pasti memuji raja sejong atas penemuan huruf hangeul ini. Setiap lihat orang belanja hangeul saya jadi kepingin tapi belum luangkan waktu serius untuk belajar. Next on my bucket list 😊

    Balas
  31. Kita harus banyak belajar dari Korsel dalam menjaga kisah sejarahnya di masa lampau. Sebagian malah dijadikan latar kisah di berbagai drakor atau filmnya tapi diminati oleh penggemarnya

    Balas
  32. 안엉하세요 언니!!! Sepertinya kita satu frekuensi, karena alasanku untuk belajar bahasa korea karena kpoppp semua hal berbau korea. Aku salut nih penjelasan raja sejong, aku tau sejarah ini dr drakor sama beberapa variety show. Seru mempelajarinyaa

    Balas
  33. Wah aku baru tau kalau pencipta huruf korea itu Raja Sejong. Aku suka sejarahnya Kak, besok nulis lagi tentang sejarah raja-raja Korea yah. Selama ini kalau nonton drama korea yang bertema sejarah selalu penasaran sama kehidupan raja-raja Korea dan peninggalannya untuk masyarakat.

    Balas
  34. Kalo mau nonton 86 episode itu berapa lama ya waktu yang dibutuhkan secara drakor yang 12 atau 16 aja butuh waktu yang lama. Menarik juga belajar pemikiran sang rajanya. Ibarat rasa baru tampilan lama, hehehe

    Balas
  35. Udah cinta banget ya sama hal-hal yang berbau Korea jadi sejarahnya pun dicari tahu deh. Seru sih ya belajar sejarah jadi buat nambah pengetahuan.
    Oh ternyata Hangeul itu inspirasinya dari alfabet Cina ya, pantesan agak mirip walaupun ada bedanya juga

    Balas
  36. Mbak Lendy memang oke tentang pengetahuan Korea. Bahkan asal – usul alfabet Korea pun sampai tahu dan dibahas dalam satu artikel tersendiri. Toop deeh…

    Balas
  37. Berarti hangeul ini sudah 600-an tahun dipakai sebagai alfabet Korea menggantikan aksara Cina ya, Mbak. Keren banget Raja Sejong ini dan menariknya kisah-kisah seperti ini tampil juga di drakor, bikin yang nonton ikut belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan.

    Balas
  38. Keren ya Raja Sejong, selalu mengupayakan yang terbaik untuk rakyatnya. Bahkan kepikiran gimana caranya agar rakyat mudah membaca dan menulis dengan menciptakan hangeul.
    Kalau di Jawa kayak munculnya aksara hanacaraka ini. Mungkin bagi rakyat jaman itu gampang ya dibaca, tapi buat kita sekarang kok susyeee… 🙂

    Balas
  39. Makasih banget loh, Mba Lendy, aku jadi tahu lebih banyak tentang sejarah Korea. Bagus banget tulisannya buat refensi literasi Korea. Aku banhak belajar dari blog Mbak Lendy. Mulai dari drama sampe sejarahnya.

    Balas
  40. Makasih banget loh, Mba Lendy, aku jadi tahu lebih banyak tentang sejarah Korea. Bagus banget tulisannya buat refensi literasi Korea. Aku banyak belajar dari blog Mbak Lendy. Mulai dari drama sampe sejarahnya.

    Balas

    Balas
  41. Bicara tentang Korea, Teh Lendy emang jagonya. Mulai dari para pemain dramanya, hingga sejarahnya. Keren euy. Kali ini bicara tentang sejarah alfabetnya.

    Balas
  42. Mampir ke sini jadi dapat pengetahuan tentang raja Sejong dan hangeul. Ngomong soal sejarah ini menurut saya agak berat ya apalagi sejarahnya negara lain tapi beda nih dengan Korea karena banyak drakornya juga yang diangkat jadi drama jadi lebih mudah dicerna karena kita bisa lihat visualnya walau mungkin tidak sama persis tapi sejarahnya kurang lebih seperti itu.

    Balas
  43. “Hangeul memang terinspirasi dari alfabet Cina, namun lebih sederhana. Untuk membaca aksara Cina simbol visual
    harus diasosiasikan dengan sebuah kata. Sementara dalam hangeul bunyi diasosiasikan dengan sebuah
    kata”

    Bagian ini agak sulit dipahami,mungkin karena salah kata Mbak.

    kalau tokoh yang mirip raja Sejong di negara kita, mungkin ada Mbak. hanya saja banyak babad, tambo dan hikayat yang sulit dicari dan sulit dipahami. Saya yang suka sejarah saja sudah pusing duluan kalau baca serat kita yang bentuknya geguritan (puisi) dalam bahasa yang sudah banyak kosakata lama yang tidak dipakai. Padahal itu ditulis di abad ke-18, ga yang abad jauh sebelumnya

    Balas
  44. Oooh ya ya ya baru ingat pernah nonton Kings Letter ternyata inspirasi aslinya dari Raja Sejong ini
    lika-likunya menarik, dan bersyukur ya ada raja secerdas beliau sehingga hangeul dikenal hingga saat ini

    *selaluuu suka sama cara bertutur Lendy yang ga biasa!

    Balas
  45. Aku sukaaaa banget konten-konten Korea di blog ini haha. Dari sejak awal baca, ini kayak ditulis dengan memprediksi pikiran si pembaca. Dari yang, “kalau dia yang ciptain, dulu dia belajar pake bahasa apa?” (Yang ternyata mandarin) sampe film² yang berhubungan dengan sejarah bahasa itu.

    Kapan² bahas artis Korea yang sebelum jadi artis udah kaya raya dong hahaha. Kalau gak salah istilahnya chebeol ya? Eh apa sih haha gitulah pokoknya.

    Balas
  46. Kalau di Indonesia saya malah jadi penasaran sama pembuat aksara Nusantara di berbagai daerah. Mengingat aksara Nusantara kita banyak sekali ragamnya. Batak, Jawa, Sunda, Bali saja punya aksara sendiri. Menarik jika terkait aksara Nusantara ini juga dibuatkan karya audio visualnya (entah film/series) sebagai ilmu pengetahuan bagi para generasi muda masa kini.

    Balas
  47. Sepertinya aku pernah nonton filmnya tapi gak sampai habis banget, wah baru tau banget kalau hangeul itu ada penciptanya yah.. Aku juga dlu suka banget baca-baca huruf hangeul ini pas ngefans banget sama idol kpop.. hhi

    Balas
  48. raja sejeong ini memang raja Korea yang paling terkenal yaa soalnya aku tahunya cuma beliau. hihi. tentang aksara korea sendiri memang kalau dibanding sama huruf cina yang muter-muter itu pastinya lebih mudah mempelajari huruf korea

    Balas
  49. Sebagai pecinta dan penikmat karya Korea, ngga lengkap memang kalau ngga mendalami bahasa hingga hangeul-nya. Kadang, dengan menonton Dramanya bikin gemes mereka ini ngomong apa ya, diluar adanya subtitle.Tapi pasti ada perasaan buat mengerti apa yang mereka bicarakan tanpa subs. Belum lagi lokasi-lokasi yang menggunakan Hangeul. Kan mesti dijelasin dulu biar ngerti, hiks. But thankyou, kak. Sempat liat ini di 2d1n juga kalau ga salah, sebelum KSH out dari sana :”

    Balas

Tinggalkan komentar