Site icon Review Sinopsis dan Ulasan Ending Drakor dan Film Korea Terbaru

Webtoon A Good Day to Be a Dog, Darimana Kutukan ini Berawal?

Review Sinopsis Ending Webtoon Korea A Good Day to Be a Dog 오늘도 사랑스럽개

Ulasan Webtoon Onueldo Sarangseureobgae — Annyeong haseyo, sahabat lendyagassi.

Gemes ya, bolak-balik drama A Good Day to Be a Dog gak tayang karena stasiun TV Korea menayangkan secara langsung pertandingan semifinals baseball game antara SSG Landers and NC Dinos. Daripada gabut, akhirnya aku baca webtoon dari drama ini untuk mencari tau, gimana alur cerita berikutnya.

Yah, itung-itung spoiler tipis-tipis ending dari A Good Day to Be a Dog.
Biasanya memang versi drama dan versi webcomic suka beda. Tapi gapapa, yang penting aku uda nyiapin mental dulu yaa.. sama ending webtoon nueldo Sarangseureobgae karya Lee Hye yang uda terbit sejak September 22, 2017 sampai April 13, 2019 di Naver.

Sahabat lendyagassi pun bisa ikut membacanya secara gratis dengan instal aplikasi webtoon dari playstore.

Buat yang samaan kaya aku, gak sabar gimana kelanjutan kisah cinta Pak Guru Jin Seo-Won dan Bu Guru Han Hae-Na yang setiap malam jadi anjing karena sebuah kutukan turun-temurun dari leluhurnya, kuy simak review webtoon A Good Day to Be a Dog di artikel berikut ini.

Let’s get it~

Webtoon A Good Day to be A Dog

webtoon A Good Day to be A Dog

Judul Webcomic : A Good Day to Be a Dog
(nueldo Sarangseureobgae / 오늘도 사랑스럽개)
Penulis : Lee Hye

Penerbit : Naver webtoon 
Tanggal terbit : 2017 – 2019
Jumlah Chapter : 88 eps + 4 bonus eps

Sinopsis Webtoon A Good Day to be A Dog

Hana adalah anak terakhir di keluarganya yang hanya 2 bersaudara dengan kakak perempuannya yang bernama Yuna. Hana adalah gadis yang manis, ceria dan cerdas. Kehidupan sosialnya pun bagus. Bahkan, ujian sertifikasi guru yang katanya orang Korea sulit, Hana hanya satu kali jalani tes dan LOLOS.

Namun, Hana dan Yuna sama-sama punya rahasia besar. Keduanya diberitahukan kalo keluarganya punya sebuah kutukan turun temurun yang diperolehnya dari nenek moyang mereka dulu. Kutukan tersebut adalah keturunan mereka bisa berubah jadi ANJING kalau mencium lawan jenis. Dan kutukan bisa lepas kalau dicium balik pas jadi anjing ama orang yang sama dalam keadaan sadar. HEOOLL~

Karena inilah, Hana belum pernah yang namanya FIRST KISS sampe usianya 28 tahun.
Kalo pacalan mah, Hana juga pacalan sii.. Tapi selalu berakhir menyedihkan karena ya itu, Hana ga bisa ciuman euuii, cowonya suka KZL!

Darimana Kutukan Hana Ini Berasal?

Dahulu kala, di sebuah desa ada seorang anak laki-laki pembuat onar.
Ia selalu melakukan hal-hal yang dibenci oleh penduduk desa, hingga pada suatu titik, para penduduk desa sudah gak peduli lagi sama si anak laki-laki pembuat onar tersebut.

Merasa kesal karena tidak dipedulikan oleh penduduk desa, sang anak laki-laki ini pun melampiaskan kemarahannya kepada seekor anjing yang sedang lewat.
Akibatnya, anjing tersebut mati.

…dan ternyata, anjing tersebut adalah anjing yang dirawat oleh Dewa Gunung.
Lalu Dewa Gunung yang marah tersebut mengutuk anak laki-laki pembuat onar dengan kutukan bahwa ketika dewasa nanti, saat ia bersentuhan bibir dengan lawan jenis, maka ia akan menjadi anjing, agar sang anak tersebut merasakan bagaimana gak enaknya menjadi binatang yang bahasanya gak dimengerti manusia.

Dan anak pembuat onar itu adalah nenek moyang leluhur Ha-Na.

Karakter Hana “A Good Day to be A Dog” webtoon

Kutukan tersebut masih dirasakan di keturunan ketiga keluarga Hana dan hingga saat ini, rulesnya masih sama.

  1. Kisseu~
  2. Dalam 1 menit berubah jadi anjing
  3. Bakalan berubah terus jadi anjing jam 12 malem tenk sampek jam 6 pagi selama 100 hari
  4. Cara membatalkan kutukan dan bisa jadi manusia normal lagi tanpa berubah jadi anjing tiap malam sampek pagi cuma satu cara, yakni CIUMAN LAGI sama orang yang sama dalam keadaan pas jadi anjing, agar membuktikan kalok si pasangan ini beneran tulus mencintai.

Kutukan berulang kalau keluarga Hana ciuman dengan pasangan yang beda.
Huhuu. sedih amaayy jadi Hana.

Siapakah Dewa Gunung di A Good Day to Be a Dog?

Awal-awalnya, sus banget ama karakter Bogum, cowo yang pertama kali ditaksir sama Hana karena selalu ceria dan banyak cerita. Bogum juga guru di SMA tempat Hana dan Sowon bekerja. Tapi lama-lama, sering banget ngebantuin Hana ama Sowon biar saling deket tanpa mereka sadari.

Bogum, siapa dia?

Ternyata, Lee Bo-Gyeom ini adalah jelmaan dari Dewa Gunung yang mengutuk leluhur keluarga Hana.
Lalu tujuannya apa nih ikutan bantuin Hana dan Sowon?
BUkannya dia yang ngutuk Hana biar jadi anjing?

Ternyata, Bogum ini salah kutuk, gaiiss..
Kejadian aslinya tuh yang bikin anjingnya mati bukan anak laki-laki leluhur Hana, tapi anjingnya memang sedang lari-larian di tengah guyuran hujan dan terpeleset. Pemilik anjing tersebut adalah Cho young, seseorang yang disukai Dewa Gunung.

Sehingga saat pertama kali tau anjing dari peliharaan orang yang ia sayangi mati, Dewa Gunung pun marah hingga mengeluarkan kutukan tersebut.

Tau kalau ia salah kutuk, Dewa Gunung pun sebenernya diberi hukuman yakni kudu jagain keturunan dari leluhur Hana dan mengembalikan cinta para keturunannya. Meski kutukan gak bisa dihapus, tapi Dewa Gunung bantu banget buat Hana kembali pada jodohnya.

**Hana dari sebelum reinkarnasi uda emang jodohnya Sowon.
Makanya di dramanya ditunjukin bolak-balik ke zaman Joseon dan ke jaman Now.

Yha karena ini, Hana dan Sowon memang sudah terhubung dari dulu.

Misteri Kutukan Sowon

Kenapa Sowon takut sama anjing?
Ini jadi misteri di awal-awal eps.

Manalah Hana FIRST KISS-nya ama Sowon pula.
Jadi malah ribet karena Sowon takut anjing. Dan kutukan ini gak bisa lepas kalo Sowon nyiumnya pas lagi bobok. Jadi kudu Sowon sadar beneran.

Hana dan Sowon

Dan ternyata alasan Sowon gak suka anjing adalah ia pernah trauma sama anjing sewaktu kecil. Saat itu, Sowon dibully sama temen-temennya dan ada anjing yang gonggongin terus. Dari suara gonggongan tersebut, Sowon selalu berpikir kalau anjing-anjing itu mau gigit dia. Padahal mah.. setiap gonggong, gak mesti berarti mo gigit kaan..

Selain itu, Sowon merasa rendah diri dan dipandang lemah karena suka dikatain “Masa laki-laki dewasa takut sama anjing?”

Nah, dari sini.. Sowon gak bisa cerita ke siapapun kalau dia takut banget sama anjing.

Ending Webtoon A Good Day to Be a Dog

Iih.. ko uda sampek ending aja sii??
Bener deh.. ini webtoon tuh nyenengin banget pas bacanya. Kaya gak ada beban dan malah bisa bikin aku nangis. Lhaah??
Yasii.. hati mungilku memang serapuh itu.. Apalagi kan kasian liat Hana kudu struggling ama kutukannya.

Jadi, ending versi webtoon A Good Day to Be a Dog adalah kutukan Hana dan keturunannya bener-bener ilang blas, karena bantuan dari Sowon. Ia mengorbankan dirinya untuk keluarga Hana.

Akibatnya, ingatan Sowon tentang Hana terhapus.
Tapi karena Dewa Gunung sebelumnya uda pernah menghapus ingatan Sowon, jadi kali ini, ingatan Sowon gak bener-bener bisa dihapus. Sowon masih bisa merasakan cinta yang tertinggal di hatinya. Meski terasa sakit dan rasa sakit inilah yang menyatukan Hana dan Sowon kembali.

Heuheuu~
Rasanya terharu bangeeettt~

Apalagi waktu Hana bilang “Buat apa aku bilang ke keluargaku kalau rasa sakit ini yang meruntuhkan seluruh kutukan keluarga? Yang penting, akhirnya kita semua bahagia.”

Jadi Sowon sama Hana ini pasangan yang KLOP banget deh..
Sama-sama cupu, sama-sama lugu, dan baik hati.

Apakah semua pertanyaan selama nonton A Good Day to Be a Dog jadi terjawab?
Ya, kira-kira sedikit demi sedikit terbuka tabirnya yaa.. Kalau beda ama versi dramanya, ya pastinya biar bikin semakin ditunggu setiap hari Rabu.

Selamat Membaca Webtoon.

즐거운 하루 보내세요~
Have a nice day.

With love,

Exit mobile version